Kemendag: Pengesahan RUU Ekonomi Kreatif Dipercepat

 

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung penuh pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif yang masih dibahas di Komisi X DPR RI. Inisiatif regulasi yang disusun sejak 2016 itu hingga kini belum menemui titik terang.
 
Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih menyakini kehadiran UU Ekraf sangat berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi nasional yang masih banyak ditopang sektor tersebut. Isu yang menjadi perdebatan saat ini di parlemen sedianya memiliki esensi yang sama dengan target dan program pemerintah. "Pemerintah akan melakukan apa saja agar RUU ini segera menjadi undang-undang, lebih cepat lebih bagus, tidak bertele-tele," tutur Karyanto dalam sebuah seminar di Aula Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juli 2019.

Forum grup diskusi bersama banyak ahli maupun praktisi telah dilakukan untuk bisa menjaring berbagai aspirasi. Pemerintah pun terus mendorong penguatan sektor yang dianggap sebagai penyangga tulang punggung perekonomian nasional ini. "Kemendag dan Bekraf sudah banyak lakukan berbagai hal, apa yang dikhawatirkan sangat dapat kita amankan, pemerintah sudah banyak lakukan program pengembangan ekonomi kreatif," ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan pihaknya akan berusaha keras agar RUU ini disahkan sebelum periode anggota DPR 2014-2019 berakhir. Pertumbuhan industri di sektor ini diyakini bakal kian melesat setelah hadirnya payung hukum. "Ekonomi kreatif modal membangun bangsa yang inklusif untuk siapa saja. Ekonomi kreatif juga sebagai soft power yang mendukung citra dan identitas bangsa yang sejahtera, modal kuat bersaing dengan bidang ekonomi negara lain," ungkapnya.

Kehadiran regulasi yang juga diyakini bakal bermanfaat besar dalam menyambut momentum pergeseran pertumbuhan ekonomi kreatif global yang menyasar Asia saat ini. Indonesia punya peluang besar mengambil 'ladang emas' baru lantaran dianugerahi generasi yang kreatif.

"Seminggu lalu saya bawa penyanyi rap Rich Brian orang Jakarta Barat yang terkenal di Amerika Serikat bertemu Presiden Jokowi, saya juga bawa lima orang talenta yang mengkat Indonesia, harta kekayaan baru dari anak-anak muda dan memberikan hasil ekonomi bagi pelaku itu sendiri," ungkapnya.
 
Bekraf sendiri menargetkan kenaikan ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia sebesar delapan persen yang saat ini nilainya sudah mencapai USD20 miliar. Berdasarkan data Bekraf, kontribusi ekspor ekonomi kreatif pada 2015 mencapai USD19,3 miliar, tumbuh menjadi USD19,99 miliar pada 2016, kemudian menjadi USD21,5 pada 2017 dan pada 2018 tumbuh menjadi USD22,6 miliar.
 
Sebelumnya, Masa pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif (Ekraf) diperpanjang. Semula, regulasi yang digodok di Komisi X DPR itu akan disahkan sebelum periode 2014-2019 berakhir. Anggota Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat masa pembahasan RUU Ekraf ditambah, di antaranya sinkronisasi dengan aturan lain.

Esti menyebutkan ada beberapa regulasi yang bersinggungan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Misalnya, UU Sistem Nasional dan Teknologi (Sisnas Iptek) dan RUU Desain Industri. "Perlu kita sinkronkan terlebih dahulu karena memang ada prinsip mendasar yang memang belum terselesaikan," kata Esti, ditemui di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2091.
 
Selain sinkronisasi, sejumlah aturan yang butuh kepastian yaitu terkait HKI menjadi aset yang bisa dijaminkan untuk pengajuan pinjaman (kolateral). Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak terkait mengenai wacana tersebut. "Karena ini penting juga, tapi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) belum memberikan jawaban secara tertulis," ucap Esti.

https://www.medcom.id/ekonomi/mikro/JKRVn1QK-kemendag-pengesahan-ruu-ekonomi-kreatif-dipercepat
Ilham Wibowo