Kementerian Perdagangan menggelar Webinar Bincang-Bincang Mutu (BBM) bertajuk “Global Food Safety & Market Access: Pala Berstandar Pala Mendunia” di Jakarta, Kamis (3 Sep).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan daya saing pala Indonesia melalui penguatan mutu dan pemenuhan standar keamanan pangan. Webinar turut menghadirkan Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Apriyanto Dwi Nugroho; Atase Perdagangan RI Den Haag, Annisa Hapsari; serta praktisi eksportir pala Indonesia.
Sebanyak 297 peserta dari kalangan UMKM, eksportir, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya berpartisipasi membahas penguatan keamanan pangan dari dalam negeri, perkembangan regulasi pasar Uni Eropa, serta persyaratan buyer terkait mikrobiologi, mikotoksin, dan residu pestisida.
Dalam mendukung pelaku usaha memenuhi persyaratan tersebut, Ditjen PKTN menyediakan layanan pendukung ekspor, termasuk pengujian mutu barang serta informasi standar dan regulasi teknis negara tujuan ekspor melalui Portal Layanan Mandiri Informasi Mutu (LAMANSITU).
Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Sukoco, menegaskan bahwa keberhasilan ekspor juga ditentukan oleh kemampuan produk memenuhi standar dan persyaratan teknis negara tujuan. Karena itu, pengendalian risiko perlu dilakukan di setiap titik kritis rantai pasok.
Kolaborasi pemerintah, perwakilan perdagangan, asosiasi, eksportir, dan UMKM menjadi kunci dalam memperkuat daya saing pala Indonesia. Dengan pemenuhan standar mikrobiologi, mikotoksin, dan residu pestisida, pala Nusantara diharapkan semakin mampu menembus pasar premium dunia.