Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi melepas ekspor perdana produk pipa stainless steel sebanyak 20 ton ke Jerman di fasilitas produksi PT Stainless Prima Pipe (SPP), Kawasan GIIC Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (28 Apr).
Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting bagi PT SPP dalam menembus pasar global. Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan ekspor nasional serta memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.
Produk pipa stainless steel yang diekspor merupakan produk manufaktur bernilai tambah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri, seperti makanan dan minuman, farmasi, serta energi. Produk ini mengedepankan kualitas, presisi, dan daya tahan tinggi, serta telah memenuhi standar internasional, seperti ASTM, 3A, dan EN 10357.
Dirjen PEN menyampaikan, Kemendag mengapresiasi keberhasilan PT SPP menembus pasar ekspor dengan produk bernilai tambah. Kemendag terus mendorong pengembangan ekspor melalui berbagai program, antara lain promosi dagang, partisipasi dalam pameran internasional, serta fasilitasi business matching guna memperluas akses pasar. Pemanfaatan berbagai perjanjian dagang dengan kawasan, seperti Eropa, Kanada, dan Timur Tengah juga diharapkan makin membuka peluang ekspor bagi pelaku usaha nasional.
Direktur Utama PT Stainless Prima Pipe, Mustika Ali menyampaikan bahwa ekspor perdana ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan untuk memperluas pasar, khususnya ke kawasan Eropa. Ke depan, PT SPP menargetkan ekspansi ke berbagai negara sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan pelepasan ekspor tersebut, yaitu Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, beserta jajaran manajemen PT SPP dan para pemangku kepentingan terkait.