Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Wakil Menteri Pengembangan Ekonomi Rusia, Vladimir Ilichev di Pasay City, Filipina, Senin (21 Sep). Pertemuan berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan ke-58 ASEAN Economic Ministers (AEM) dan pertemuan terkait lainnya pada 17–22 September 2026.
Kedua wakil menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan perdagangan bilateral dan peluang untuk memperluas kerja sama. Wamendag Roro menyampaikan bahwa berdasarkan data Indonesia, total perdagangan kedua negara mencapai sekitar USD 4,8 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan sekitar 12 persen dalam lima tahun terakhir.
Wamen Ilichev menyampaikan data perdagangan dari pihak Rusia yang menunjukkan adanya penurunan pada periode yang dibahas. Menanggapi hal tersebut, Wamendag Roro menekankan pentingnya mencermati perkembangan perdagangan kedua negara dan memperkuat langkah bersama untuk meningkatkan nilainya.
Wamendag Roro menyebut minyak kelapa sawit, kopi, dan cocoa butter sebagai beberapa produk ekspor Indonesia ke Rusia. Menurutnya, masih terbuka peluang untuk menjajaki produk dan sektor lain yang dapat memperluas perdagangan kedua negara.
Untuk mendorong peluang tersebut, Wamendag Roro mengundang delegasi dan pelaku usaha Rusia menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026. Selain melihat beragam produk unggulan Indonesia, Delegasi Rusia diharapkan dapat mengikuti pertemuan antarpelaku usaha serta menjajaki kerja sama dengan industri di Indonesia. Wamendag Roro menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan KADIN Indonesia untuk menyiapkan program bagi delegasi Rusia.
Kedua pihak sepakat bahwa keterlibatan sektor swasta menjadi langkah penting untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Wamendag Roro berharap kunjungan Delegasi Rusia ke TEI dapat menghasilkan peluang usaha baru dan mempererat kemitraan ekonomi kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro didampingi Direktur Perundingan ASEAN, Nugraheni Prasetya Hastuti.