Search

Mendag pada Rapimnas Kadin 2026

  Dengarkan Berita Ini


Menteri Perdagangan, Budi Santoso menjadi pembicara utama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (30 Okt).

Mendag Busan menjelaskan bahwa Kemendag memiliki tiga program utama untuk meningkatkan perekonomian nasional, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global. Ketiga program tersebut saling mendukung dalam memperkuat pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dalam upaya mengamankan pasar domestik, Kemendag terus memperkuat perdagangan dalam negeri, salah satunya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang 2025 hingga 2026, Kemendag telah memfasilitasi 6.383 UMKM serta memberikan fasilitas kode batang (barcode) kepada 4.100 UMKM. Selain itu, penyelenggaraan Pangan Nusa Expo pada 14–18 Oktober 2026 menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp5,9 triliun.

Untuk memperluas pasar ekspor, Kemendag terus mendorong promosi dagang dan akses pasar internasional. Salah satu capaian tersebut terlihat dari penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 2026 yang mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau setara Rp414,14 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia banyak diminati oleh pasar global.

Sementara itu, melalui program Dari Lokal Untuk Global, Kemendag memperkuat daya saing dan kapasitas ekspor melalui empat klaster strategis, yakni UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur. Sepanjang Januari–September 2026, Kemendag telah memfasilitasi sebanyak 797 business matching dan berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 361,55 juta. Capaian ini turut didukung oleh peran Atase Perdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri.

Mendag Busan mengajak seluruh pelaku usaha, dunia industri, dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan ekspor sekaligus melindungi industri dalam negeri. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci menghadapi tantangan perekonomian global serta membawa produk Indonesia naik kelas dan bersaing di pasar global.