Search

Dengarkan Berita Ini

Sinergi Pemerintah RI, LPEI, dan Diaspora Perkuat Ekspor Produk UKM Indonesia ke Kanada

Jakarta, 17 Maret 2026 – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan memfasilitasi penandatanganan kontrak secara virtual pada 11 Maret 2026 antara Exotique Foods, importir produk Indonesia di Kanada yang dikelola Diaspora Indonesia, dengan sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. Penandatanganan tersebut menghasilkan lima purchase order (PO) serta satu nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai transaksi sekitar USD 92.000 untuk pengiriman berbagai produk makanan olahan Indonesia ke pasar Kanada melalui jaringan distribusi Exotique Foods.

Penandatanganan kontrak tersebut melibatkan sejumlah UKM Indonesia yang akan memasok berbagai produk makanan olahan melalui jaringan distribusi Exotique Foods di Kanada. UKM yang terlibat yaitu PT Azaki International dengan produk tempe siap saji, PT Wins Organic dengan produk gula kelapa dan gula aren, PT Indo Tropikal dengan produk permen jahe, CV Dua Sholeha dengan produk bawang goreng, CV Menara Desa dengan produk keripik buah, serta PT Ladang Sehat dengan produk pasta bebas gluten.

Duta Besar RI Ottawa, Muhsin Syihab menyampaikan apresiasi kepada LPEI atas komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional. “KBRI Ottawa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPEI atas komitmen dan kontribusinya dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional, khususnya melalui dukungan pembiayaan dan fasilitasi bagi para pelaku usaha Indonesia, termasuk UKM, untuk menjangkau pasar global,” ujarnya.

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan ekspor yang diberikan LPEI merupakan bagian dari pelaksanaan mandat pemerintah kepada LPEI untuk mendorong penguatan ekspor nasional serta membantu pelaku usaha Indonesia, khususnya UKM, dalam mengembangkan usahanya.

“Sebagai lembaga yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk mendukung pembiayaan ekspor nasional, LPEI terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor agar pelaku usaha Indonesia termasuk UKM, dapat meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan bisnisnya,” ujar Sulaeman.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Ditjen PEN Kemendag, Miftah Farid menyampaikan bahwa karakteristik pasar Kanada yang multikultural memberikan potensi yang besar bagi produk Indonesia, khususnya produk makanan dan minuman. “Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat strategi pengembangan ekspor Indonesia, termasuk dalam memanfaatkan peluang pasar di berbagai negara tujuan,” ungkapnya.

Kinerja ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada juga menunjukkan tren yang positif. Dalam periode 2023–2025, nilai ekspor sektor makanan dan minuman olahan (HS 16–22) meningkat dari sekitar USD 56,4 juta pada 2023 menjadi USD 116,7 juta pada 2025, atau tumbuh sekitar 106,8 persen dalam tiga tahun terakhir.

”Besarnya potensi pasar tersebut menunjukkan peluang yang makin terbuka bagi produk Indonesia di Kanada. Meskipun demikian, kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan pasar tetap menjadi faktor penting agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” tandas Miftah.

Permintaan pasar Kanada terhadap produk Indonesia memiliki potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan, mulai dari produk makanan dan minuman hingga berbagai produk manufaktur bernilai tambah. Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal, terdapat sejumlah persyaratan pasar yang perlu dipenuhi, antara lain terkait product liability insurance, pemenuhan sertifikasi dan standar yang berlaku di Kanada, serta penguatan aspek logistik. Melalui kolaborasi antara KBRI Ottawa dan LPEI, diharapkan berbagai aspek tersebut dapat difasilitasi dengan lebih baik sehingga makin banyak produk UKM Indonesia yang dapat memasuki dan berkembang di pasar Kanada,” ujar Atase Perdagangan RI Ottawa, Mahdewi Silky.

”Ke depan, KBRI Ottawa bersama Kementerian Perdagangan RI dan LPEI akan terus mendorong berbagai upaya untuk memperluas akses pasar bagi produk Indonesia di Kanada serta memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar internasional, sejalan dengan semangat ’Produk Lokal Go Global’,” pungkas Silky.

Sementara itu, Director of PT Azaki Food International and Rumah Tempe Azaki, Cucup Ruhiyat menyampaikan, PT Azaki sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, KBRI Ottawa, Atase Perdagangan RI Ottawa, serta Indonesian Trade Promotion Center dalam mendorong rencana ekspor tempe azaki ke pasar Kanada.

”Dukungan pembiayaan, fasilitasi perdagangan, dan promosi yang diberikan menjadi booster bagi PT Azaki untuk lebih semangat lagi memperkenalkan tempe sebagai pangan berbasis nabati yang sehat, berkelanjutan, serta bagian dari kekayaan kuliner Indonesia kepada konsumen internasional. Kami optimistis, melalui sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah, tempe Indonesia dapat menjadi kebanggaan baru kuliner Indonesia di pasar global,” ungkap Cucup.

--selesai--

Sumber: Atase Perdagangan RI Ottawa

Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan


Bagikan di
| Unduh
Berita Perdagangan