Perkuat Akses Pasar Rempah di Eropa, Indonesia Jajaki Bisnis dengan Importir Belanda
Den Haag, 8 April 2026 – Kementerian Perdagangan RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag di Belanda, bersama Kedutaan Besar RI di Den Haag, mengunjungi salah satu importir rempah-rempah di Belanda, Unispices Wazaran BV di Hoofdorp pada 23 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk terus mendorong penguatan akses pasar rempah dan pangan Indonesia di Uni Eropa, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta mendorong peningkatan investasi Belanda ke Indonesia.
“Produk rempah Indonesia memiliki peluang ekspansi yang sangat besar di Eropa. Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) nantinya dapat menurunkan tarif dan semakin mempermudah akses pasar. Unispices Wazaran BV di Belanda merupakan mitra potensial, yang tidak hanya berfokus pada rempah, tetapi juga hortikultura olahan dan hasil perikanan ke Eropa,” ujar Atdag RI Den Haag Annisa Hapsari.
Sari mengatakan, untuk menangkap peluang tersebut, pemerintah berkomitmen penuh memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk bermitra dengan pembeli di Eropa. “Kami akan terus mendampingi mitra usaha, termasuk petani dan koperasi melalui penjajakan peluang pengumpulan produk (sourcing), pengembangan kerja sama usaha, hingga peningkatan potensi pengolahan produk rempah di Indonesia,” ujar Sari.
Sari menambahkan, pemerintah turut mendukung mitra usaha dalam negeri agar dapat masuk ke Eropa dengan produk-produk bernilai tambah. "Kami akan terus mengawal mitra usaha di dalam negeri, mulai dari hulu hingga hilir, agar produk kita tidak hanya masuk ke Eropa sebagai bahan mentah, tetapi sebagai produk dengan nilai jual tinggi yang kompetitif," pungkas Sari.
Unispices Wazaran BV merupakan perusahaan multidimensi yang bergerak di bidang perdagangan, pengolahan rempah-rempah, jasa boga/katering, hingga pemasaran produk pangan. Sebagai unit usaha dari Wazaran Group asal Arab Saudi, perusahaan ini menerapkan model bisnis yang terintegrasi, mulai dari sourcing bahan baku dan pengemasannya di Indonesia, serta pengujian standar mutu dan kepatuhan regulasi di Belanda.
Hingga saat ini, Unispices Wazaran BV telah melakukan sourcing bahan baku rempah dari daerah-daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain rempah-rempah, Unispices Wazaran BV juga mengembangkan potensi produk jamur asal Jawa Tengah dan Jawa Timur serta produk tuna unggulan asal Sulawesi Utara.
Sari menekankan, rekam jejak pengumpulan produk yang dilakukan Unispices Wazaran BV menjadi bukti nyata kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas bahan baku Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan para pelaku usaha domestik untuk terus berbenah demi menjaga kepercayaan tersebut. “Kepercayaan ini harus kita jawab dengan penguatan standardisasi, ketertelusuran (traceability), dan kontrol kualitas (quality control) yang ketat di dalam negeri,” urai Sari.
Sementara itu, Managing Director Unispices Wazaran BV Heykal Balbaid mengatakan, perusahaannya terbuka untuk melakukan pembelian langsung dari petani atau koperasi di Indonesia dalam upaya memperpendek rantai pasok. Selain itu, perusahaan juga menjajaki peluang kerja sama joint venture dengan mitra Indonesia untuk memperluas pasar ke Belanda dan Uni Eropa, serta mempertimbangkan peningkatan kegiatan pengolahan di Indonesia dengan dukungan insentif dan kepastian regulasi.
“Indonesia memiliki kualitas produk dan ketersediaan bahan baku yang bagus. Agar dapat berdaya saing, produk Indonesia perlu menjaga kestabilan pasokan, standardisasi mutu, dan meningkatkan efisiensi logistik. Selain itu, harmonisasi standar dan percepatan proses sertifikasi juga akan sangat mendukung kelancaran ekspor,” ujar Heykal.
Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia dengan Belanda tercatat sebesar USD 6,58 miliar. Ekspor Indonesia ke Belanda sebesar USD 5,69 miliar dan impor Indonesia dari Belanda sebesar USD 888,2 juta. Pada tahun yang sama, total ekspor rempah-rempah Indonesia ke Belanda tercatat sebesar USD 34,32 juta.
--selesai--
Sumber: Atase Perdagangan RI Den Haag
Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan