Partisipasi Pada Gulfood 2026 di UEA, Produk Mamin Indonesia Buktikan Kuatnya Daya Saing di Pasar Global
Dubai, 13 Februari 2026 – Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi USD 6,69 juta, atau sekitar Rp107,17 miliar, dalam pameran Gulfood 2026 di Uni Emirat Arab (UEA). Potensi transaksi naik sekitar 62,63 persen dari keikutsertaan Indonesia tahun lalu yang mencatatkan nilai USD 2,5 juta atau sekitar Rp40 miliar. Kenaikan potensi transaksi ini menandakan peluang ekspor produk mamin ke pasar Timur Tengah melalui UEA masih terbuka lebar. Gulfood 2026 berlangsung pada 26—30 Januari 2026 di Dubai World Trade Centre (DWTC) dan Dubai City Expo (DEC), Dubai, UEA.
Konsul Jenderal RI Dubai Denny Lesmana mengatakan, peningkatan potensi transaksi memberi sinyal positif kehadiran produk mamin Indonesia di UEA. “Peningkatan capaian potensi transaksi lebih dari 60 persen menandakan tingginya animo pelaku usaha di UEA terhadap produk mamin Indonesia. Pameran ini juga memberikan eksposur lebih luas bagi produk mamin Indonesia untuk menjangkau pasar di berbagai kawasan,” kata Denny.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Widy Haryono menyatakan tingginya antusiasme para pengunjung dari berbagai negara saat mengunjungi Paviliun Indonesia di lokasi pameran.
“Pengunjung Paviliun Indonesia terlihat sangat antusias melihat produk-produk Indonesia yang dipamerkan. Makin beragamnya pengunjung dari berbagai negara menandakan semakin luasnya jangkauan promosi produk secara global, semakin besar pula peluang Indonesia mendapatkan buyers dari seluruh dunia,” tambah Widy.
Berdasarkan formulir kontak dagang, hingga hari terakhir pelaksanaan, tercatat minat dan pertanyaan serius terhadap produk-produk mamin Indonesia yang meliputi minyak kelapa, lemak padat (shortening), margarin, minyak goreng sawit, kental manis (condensed milk), mi instan, produk kacang-kacangan, biskuit, kue kering, kopi instan, bumbu-bumbu, teh siap minum, teh susu, dan teh jeli.
“Nilai potensi transaksi ini masih akan terus berkembang seiring proses penghimpunan data yang masih dilakukan ITPC Dubai dengan peserta lainnya,” sambung Widy.
Gulfood 2026 diikuti 8.500 peserta dari 195 negara dan menampilkan hingga 1,5 juta produk mamin. Sementara itu, Paviliun Indonesia menghadirkan 55 pelaku usaha Indonesia.
Salah satu peserta pameran dari PT Sekar Laut, Tbk., Aditya Warman Untung, selaku Business Relations & Market Pioneer Manager, mengapresiasi dukungan aktif perwakilan perdagangan (perwadang) Indonesia di luar negeri. Dalam hal ini, dukungan hadir dalam bentuk fasilitasi mencarikan pembeli dan pasar yang tepat untuk produknya melalui penjajakan bisnis (business matching).
Forum Bisnis dan Business Matching
Gulfood 2026, ITPC Dubai juga menggelar pertemuan bertajuk “Business Forum and Business Matching: Expand Business with Indonesia”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 dihadiri buyers dari UEA, Uzbekistan, Arab Saudi, India, Jerman, dan Norwegia.
Forum bisnis dan business matching digelar ITPC Dubai bersama Kedutaan Besar RI Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal RI Dubai. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah Indonesia kepada peserta yang berpartisipasi secara mandiri di Gulfood 2026. Forum bisnis dan business matching ini juga menjadi upaya untuk terus mendorong peningkatan ekspor nonmigas Indonesia ke UEA.
Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha mengajak calon mitra pelaku usaha dari UEA untuk berkolaborasi dan bermitra denga pelaku usaha Indonesia. “Indonesia memiliki daya tarik ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, serta stabilitas politik dan diplomatik yang mendukung iklim usaha. Keunggulan berikutnya adalah telah diimplementasikannya Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) sejak 2023 yang menghapus tarif bea masuk sekitar 90 persen pos tarif perdagangan antara kedua negara,” kata Judha.
“Melalui kegiatan business matching di pameran Gulfood 2026, kami telah bertemu calon mitra potensial dari Afrika dan Eropa. Tahun lalu, berkat partisipasi aktif ITPC Dubai dan keikutsertaan di Gulfood 2025, produk kami berhasil masuk ke jaringan swalayan Lulu Supermarket dan Wemart Hypermarket” terang Aditya.
Hadir sebagai panelis dalam forum bisnis, yaitu Kepala ITPC Dubai Widy Haryono, Senior Executive Officer Bank Syariah Indonesia (BSI) Middle East Tjahjono Soebroto, Senior Manager Baker Tilly Middle East Wiby Nugroho, dan Chief Executive of Fakih Group Fakih N.P.
Sekilas Perdagangan Indonesia-UEA
Total nilai perdagangan Indonesia-UEA pada 2025 adalah sebesar USD 6,44 miliar, naik 26,93 persen dibanding 2024 senilai USD 5,07 miliar. Ekspor Indonesia ke UEA tercatat sebesar USD 4,03 miliar dan impor dari UEA sebesar USD 2,41 miliar. Indonesia surplus USD 1,62 miliar terhadap UEA.
Ekspor utama Indonesia ke UEA, antara lain, barang perhiasan dari logam mulia, minyak kelapa sawit, mobil untuk pengangkutan orang, produk setengah jadi dari besi atau baja bukan paduan, dan perangkat telepon. Sedangkan, impor Indonesia, antara lain, emas dalam bentuk setengah jadi, minyak petroleum, gas hidrokarbon, belerang dari segala jenis, dan aluminium tidak ditempa.
Khusus ekspor mamin Indonesia ke UEA, pada 2025 nilainya mencapai USD 628,4 juta atau meningkat 11,76 persen dari 2025 yang tercatat sebesar USD 562,3 juta. Tren ekspor tersebut tumbuh positif sebesar 16,81 persen dalam lima tahun terakhir (2021—2025). Beragam produk tersebut terdiri atas produk lemak dan minyak hewani dan nabati, olahan daging, gula dan kembang gula, kakao dan olahannya, olahan serelia dan tepung, olahan sayuran dan buah, biji dan kacang, bermacam olahan yang dapat dimakan, beragam minuman, serta residu dan sisa industri makanan.
Sementara itu, olahan dari serelia, tepung, pati, atau susu mencatat kenaikan tertinggi sebesar 54,64 persen dengan permintaan pada 2025 mencapai USD 46,03 juta. Komoditas tersebut mengalami tren pertumbuhan sebesar 36,31 persen selama periode 2021—2025. Produk olahan daging, ikan, krustasea, dan moluska juga mengalami pertumbuhan sebesar 32,55 persen dengan nilai permintaan pada 2025 mencapai USD 6,02 juta.
--selesai--