Madu Program Desa Ekspor Diminati Ritel Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp1,6 Miliar
Riyadh, 17 Juni 2026 – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut serta dalam Program Desa BISA Ekspor, yaitu PT Imago Honey, mendapatkan penawaran untuk menyuplai produk madu ke jaringan ritel Arab Saudi. Ritel modern internasional Lulu Hypermarket menaruh minat pada produk Imago Itox Honey Neo, dengan potensi transaksi yang teridentifikasi senilai USD 94.500 atau Rp1,6 miliar. Penawaran tersebut disampaikan dalam kegiatan penjajakan bisnis (business matching) secara virtual pada 21 Mei 2026.
PT Imago Honey merupakan salah satu UMKM yang memberdayakan masyarakat desa di Cileungsi, Jawa Barat dan di Bali untuk menghasilkan produk unggulan berupa madu. Atase Perdagangan RI Riyadh, Zulvri Yeni, menyampaikan, pada akhir 2025, Kementerian Perdagangan RI memetakan 741 desa yang akan dikembangkan dalam Program Desa BISA Ekspor untuk 2026.
“Madu Imago merupakan salah satu produk UMKM dari program Desa BISA Ekspor yang memiliki potensi menembus pasar Arab Saudi. Madu ini berhasil menunjukkan daya saingnya ke buyer Arab Saudi dengan dukungan uji mutu dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” kata Zulvri.
PT Imago Honey juga telah mengantongi sertifikasi Hazard Analysis Critical Control point (HACCP), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Halal Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Indonesia. Beberapa produknya telah berhasil masuk ke pasar UEA, Korea Selatan, dan Tailan.
Direktur Lulu Retail untuk Region Indonesia dan Malaysia, Shihab Yousaf, menyatakan, produk madu Indonesia tersebut punya kesempatan bersaing di pasar negara teluk dengan produk madu dari negara lain. “Madu Imago varian Itox Honey Neo dengan rasa rempah khas Indonesia berpotensi bersaing dengan produk madu lainnya di Arab Saudi serta berbagai produk madu di jaringan Lulu Hypermarket Qatar dan Uni Emirat Arab,” sambung Shihab.
Sementara itu, Henry, Chief Executive Officer PT Imago Honey, menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan produk yang memiliki tingkat kehigienisan tinggi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor. “Keunggulan produk ini kami sampaikan kepada calon mitra melalui kegiatan penjajakan bisnis yang diselenggarakan perwakilan perdagangan RI,” jelas Henry.
Perdagangan Indonesia-Arab Saudi
Pada Januari—April 2026, total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD 1,59 miliar. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD 6,53 miliar.
Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi terbesar pada 2025, antara lain, kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani dan nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi terbesar pada 2025, antara lain, garam, belerang, dan kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; dan berbagai produk kimia.
Sumber: Atase Perdagangan RI Riyadh
Disunting oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan