Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp19 Miliar di Dua Pameran Internasional Malaysia
Kuala Lumpur, 15 Juni 2026 — Partisipasi Indonesia dalam dua pameran internasional di Malaysia pada Mei 2026 berhasil membukukan potensi transaksi lebih dari USD 1,17 juta atau sekitar Rp19 miliar. Di bulan tersebut, Indonesia mengikuti “Health Summit Asia”, atau SEACare 2026, dan “Franchise International Malaysia” (FIM) 2026 yang sama-sama digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur. Keikutsertaan Indonesia difasilitasi Kementerian Perdagangan RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Kuala Lumpur.
Atdag RI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam, mengungkapkan, capaian ini menunjukkan tingginya minat pasar Malaysia terhadap produk kesehatan dan waralaba asal Indonesia. Ajang ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk dan merek Indonesia ke pasar ASEAN.
“Partisipasi Indonesia pada SEACare 2026 dan FIM 2026 membukukan potensi transaksi senilai USD 1,17 juta. Capaian ini memperkuat optimisme terhadap prospek ekspor produk kesehatan dan ekspansi waralaba Indonesia di pasar ASEAN. Kami harap, upaya promosi ini semakin memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional,” ujar Aziza.
Dalam ajang SEACare 2026 pada 20—22 Mei 2026, Paviliun Indonesia menghadirkan empat perusahaan, yaitu PT Ocean Medika Indonesia, PT Kusuma Sukses Makmur, PT Oneject Indonesia, dan PT Solas Langgeng Sejahtera. Keempat perusahaan menawarkan beragam produk alat kesehatan, farmasi, dan suplemen kesehatan. Pameran ini menghasilkan delapan Letter of Intent (LoI) dengan nilai potensi transaksi mencapai USD190,5 ribu.
Kehadiran produk-produk kesehatan Indonesia ini mendapat respons positif dari pengunjung dan calon pembeli. Aziza pun melihat antusiasme ini merefleksikan daya daya saing dan peluang besar untuk menembus pasar Malaysia. “Produk-produk Indonesia di SEACare 2026 mendapat respons yang sangat baik dari pengunjung, distributor, dan pelaku industri kesehatan. Hal ini menunjukkan kuatnya minat terhadap produk alat kesehatan, farmasi, dan suplemen kesehatan Indonesia yang inovatif dan berkualitas,” ujar Aziza.
Pemilik PT Kusuma Sukses Makmur Zelfiah Lahji mengapresiasi Kemendag dan Atdag RI Kuala Lumpur atas dukungan selama pameran SeaCare 2026. Fasilitasi berlangsung dengan baik dan telah memberikan kesempatan yang berharga untuk memperkenalkan produk kesehatan Indonesia kepada calon mitra bisnis di Malaysia.
“Perusahaan optimistis berbagai peluang dan jejaring bisnis yang telah dibangun selama pameran dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret pada masa mendatang. Oleh karena itu, PT Kusuma Sukses Makmur berharap dapat kembali berpartisipasi dalam program promosi dagang yang difasilitasi pemerintah,” ujar Zelfiah.
Sementara itu, FIM 2026 digelar pada 21—23 Mei 2026. Pada ajang ini, Indonesia menampilkan sejumlah merek waralaba nasional seperti Yummy Coin, Dawa Herbal, Roti Ropi, Leit Education, serta Asosiasi Franchise Indonesia. Keikutsertaan tersebut menjadi upaya memperluas ekspansi bisnis dan memperkenalkan merek Indonesia kepada investor maupun mitra potensial di ASEAN. Dari pameran waralaba ini, Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD 978,71 ribu.
Aziza mengungkapkan, FIM 2026 menjadi momentum bagi pelaku waralaba Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis, menjajaki peluang ekspansi pasar, serta bertemu calon mitra bisnis potensial. “Pameran ini juga dapat dimanfaatkan pelaku waralaba Indonesia untuk mendapatkan calon investor dan pembeli potensial,” ungkap Aziza.
Menurut Aziza, capaian pada kedua pameran tersebut menjadi bukti bahwa produk dan jasa Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional. “Kami harap, semakin banyak produk dan merek Indonesia yang dikenal di pasar internasional serta memperoleh peluang kerja sama yang lebih luas untuk mendorong peningkatan ekspor nasional,” tambah Aziza.
Staff Business development Roti Ropi Safira Rahmawati, turut mengapresiasi Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur atas fasilitasi dalam FIM 2026. Menurut Safira, PIM 2026 menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan langsung merek Indonesia secara langsung kepada pasar Malaysia sekaligus memperluas jaringan bisnis dengan calon mitra dan investor potensial.
“Selama pameran berlangsung, Roti Ropi memperoleh respons positif dari masyarakat Malaysia. Selain mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung, perusahaan juga menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor yang tertarik mengembangkan bisnis Roti Ropi di Malaysia melalui berbagai skema kerja sama,” kata Safira.
--selesai--