Search

Kemendag Gelar Pelatihan Promosi Perdagangan dan Investasi dalam Kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) untuk Negara-Negara Afrika

  Dengarkan Berita Ini


Kementerian Perdagangan menggelar Pelatihan Promosi Perdagangan dan Investasi dalam Kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) untuk Negara-Negara Afrika di Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan, Jakarta, Senin (28 Sep). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Djatmiko Bris Witjaksono.

Dalam arahannya, Kepala BPSDMP mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan mendorong penguatan kemitraan perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara Afrika melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dalam menghadapi perubahan lanskap perdagangan global, termasuk restrukturisasi rantai pasok, digitalisasi, dan isu keberlanjutan.

Kepala PPEJP, Abu Amar dalam laporannya menyampaikan, pelatihan ini memadukan pembelajaran teoretis dan praktis mengenai perdagangan dan investasi, antara lain perjanjian dan negosiasi perdagangan internasional, kerja sama ekonomi ASEAN, promosi ekspor, pengembangan UKM, pemasaran digital, kebijakan investasi, dan perizinan berusaha.

Pelatihan yang berlangsung 28 September–8 Oktober 2026 ini diikuti 14 peserta dari 6 negara Afrika, yaitu Ethiopia, Mozambik, Tanzania, Sudan Selatan, Somalia, dan Rwanda, serta 2 pengamat dari East African Community (EAC) dan AfCFTA Secretariat.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi ukuran keberhasilannya, yaitu bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi penguatan jejaring kelembagaan, pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan, kerja sama teknis lanjutan, serta hasil yang nyata dan terukur melalui rencana aksi para peserta.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama; Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA), Takeda Sachiko; serta Presiden Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Tetsuya Watanabe.