Wamendag Roro Bahas Aksesi OECD dan Penguatan Kerja Sama Perdagangan dengan Mitra Strategis
Jakarta, 24 September 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi Indonesia dengan sejumlah mitra strategis melalui rangkaian pertemuan bilateral di sela Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Pasay City, Filipina, 17–22 September 2026.
Pertemuan bersama dengan beberapa mitra tersebut membahas banyak hal termasuk upaya percepatan proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), penguatan hubungan perdagangan dengan Rusia, serta peningkatan kemitraan ekonomi dengan Inggris.
Indonesia-OECD: Percepat Aksesi dan Perkuat Reformasi
Dalam pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal OECD, Yasushi Masaki, pada Minggu (20/9), Wamendag Roro menekankan pentingnya menjaga momentum proses aksesi Indonesia yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2028.
“Sebagai negara ASEAN pertama yang menempuh proses aksesi OECD, Indonesia memandang keanggotaan OECD sebagai prioritas strategis untuk memperkuat reformasi domestik dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” ujar Wamendag Roro.
Indonesia mengapresiasi pelaksanaan Fact-Finding Mission oleh Trade and Agriculture Directorate (TAD) OECD di Jakarta. Laporan Market Openness Review (MOR) akan menjadi salah satu referensi dalam pembahasan Komite Perdagangan OECD pada Maret 2027. Untuk mendukung proses tersebut, Indonesia meminta dukungan OECD berupa panduan mengenai prioritas negara anggota, asistensi dalam menyampaikan capaian reformasi Indonesia, serta memastikan pembahasan tetap berlandaskan instrumen dan standar OECD.
Masaki menyampaikan dukungan OECD terhadap proses aksesi Indonesia dan pentingnya koordinasi erat antara Indonesia dan Sekretariat OECD agar proses berjalan efektif dan sesuai standar OECD. Sebagai bagian dari penguatan dialog kebijakan, Indonesia dengan dukungan OECD-TAD dan Pemerintah Australia akan menyelenggarakan OECD-Strategic Forum on Food Standards and Certification Policies di Jakarta pada November 2026.
Indonesia-EAEU: Segera Optimalkan I-EAEU FTA
Pada Senin (21/9), Wamendag Roro bertemu dengan Menteri Bidang Integrasi dan Makroekonomi Eurasian Economic Commission (EEC), Daniiar Imanaliev, untuk membahas implementasi I-EAEU FTA yang ditandatangani pada 21 Desember 2025.
“Indonesia telah menyelesaikan proses ratifikasi domestik melalui Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2026 dan menargetkan I-EAEU FTA dapat berlaku efektif pada akhir 2026. Implementasi FTA ini perlu segera dioptimalkan untuk membuka akses pasar dan menciptakan peluang perdagangan serta investasi baru,” jelas Wamendag Roro.
Indonesia dan EEC juga sepakat menyelaraskan implementasi Memorandum of Cooperation (MoC) Indonesia–EEC dengan FTA. MoC akan difokuskan pada pertukaran teknis, berbagi pengetahuan, dan peningkatan kapasitas, antara lain di bidang integrasi regional, ekonomi digital, UMKM, dan logistik. Lebih lanjut, kedua pihak mendorong pembentukan Indonesia-EAEU Business Council, partisipasi EAEU dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, serta penyelenggaraan forum dan misi dagang untuk memperkuat business matching dan mendorong transaksi konkret.
Total perdagangan Indonesia dengan EAEU pada 2025 mencapai USD5,3 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata 9,77 persen dalam lima tahun terakhir.
Indonesia-Rusia: Diversifikasi Perdagangan dan Perkuat Konektivitas
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Ilyichev, pada Senin (21/9), Wamendag Roro mendorong diversifikasi perdagangan dan penguatan konektivitas ekonomi kedua negara.
“Indonesia melihat peluang untuk meningkatkan ekspor produk seperti alumina, kendaraan bermotor, industrial fatty alcohol, dan lembaran baja tahan karat, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan strategis seperti gandum, besi dan baja, emas, serta katoda tembaga,” ujar Wamendag Roro.
Ilyichev menyampaikan dukungan Rusia terhadap peningkatan perdagangan dan investasi dengan Indonesia, termasuk melalui diversifikasi produk dan penguatan hubungan antarpelaku usaha.
Kedua pihak juga membahas isu praktis yang mendukung kelancaran perdagangan, khususnya pembukaan rute logistik baru Indonesia-Rusia dan peningkatan efisiensi transaksi melalui dialog antara Bank Indonesia dan Bank Sentral Rusia. Di sektor perikanan, Indonesia mendorong kelanjutan proses registrasi 15 Unit Pengolahan Ikan (UPI) Indonesia di Rusia untuk memperluas akses pasar.
Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Rusia mencapai USD4,8 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata 12,98 persen dalam lima tahun terakhir.
Indonesia-Inggris: Perkuat Kemitraan Ekonomi
Pada Selasa (22/9), Wamendag Roro bertemu dengan Lord Anas Sarwar, Menteri Negara Urusan Perdagangan Inggris, untuk membahas persiapan UK-Indonesia Economic Growth Partnership (EGP) Forum pada November 2026, perkembangan persiapan Indonesia menuju CPTPP, serta peluang peningkatan kerja sama ekonomi bilateral.
“Peningkatan komitmen kerja sama dengan Inggris akan membawa peluang perdagangan yang lebih besar bagi pelaku bisnis di kedua negara. Dalam rangka menjaga momentum positif hubungan kedua negara, terdapat peluang untuk mulai menjajaki pembentukan FTA atau CEPA,” ujar Wamendag Roro.
Lord Anas menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan Indonesia-Inggris dan menegaskan komitmen Inggris untuk memperkuat keterhubungan dengan perdagangan internasional dan rantai nilai global. Menurutnya, peluang peningkatan kerja sama perdagangan kedua negara masih terbuka luas dan perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih spesifik untuk menghasilkan manfaat nyata bagi dunia usaha.
Wamendag Roro menegaskan bahwa rangkaian pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat reformasi ekonomi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan konektivitas perdagangan dengan mitra strategis.
“Indonesia akan terus mendorong kerja sama perdagangan yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, baik melalui penguatan standar dan reformasi domestik maupun melalui pembukaan akses pasar baru dan peningkatan konektivitas dengan mitra strategis,” tutup Wamendag Roro.
Pada 2025, perdagangan barang Indonesia-Inggris mencatat surplus bagi Indonesia sebesar USD 550 juta. Indonesia melihat masih terdapat ruang untuk memperluas perdagangan dan investasi, termasuk melalui penguatan kerja sama di sektor jasa.
Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Nugraheni Prasetya Hastuti
Direktur Perundingan ASEAN
Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional
Email:
asean@kemendag.go.id