Search

Dengarkan Berita Ini

UKM Campuspreneur Tampil Perdana di TEI, Catat Potensi Transaksi USD 22,56 Juta

Kabupaten Tangerang, 16 Oktober 2026 – Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari kampus sekaligus peserta program Campuspreneur Kementerian Perdagangan berhasil membuat catatan penting di pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Hingga hari kedua pameran, Kamis, (15/10), UKM Campuspreneur berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 22,56 juta.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan kemampuan UKM dari lingkungan perguruan tinggi untuk memanfaatkan pameran dagang yang menjangkau pembeli internasional. Keikutsertaan dalam TEI ke-41 menjadi kesempatan bagi wirausaha muda untuk mengembangkan jejaring bisnis sekaligus menjajaki peluang ekspor.

“Potensi transaksi di TEI ke-41 menunjukkan adanya peluang bagi produk UKM berbasis perguruan tinggi untuk menjangkau pasar internasional. Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausaha muda yang inovatif dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Melalui Campuspreneur, kami mendorong potensi tersebut untuk berkembang menjadi usaha berorientasi ekspor,” ujar Mendag Busan.

Dari potensi transaksi tersebut, sebesar USD 21,46 juta telah ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan pembeli internasional. Sementara itu, USD 1,1 juta lainnya merupakan kontak dagang yang masih dalam penjajakan. TEI ke-41 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten pada 14—18 Oktober 2026 ini menjadi penampilan perdana UKM Campuspreneur di TEI.

Peluang kerja sama peserta UKM Campuspreneur terlihat melalui penandatanganan LoI UKM kampus, yaitu Futra Export dan Pustaka Dagang dari Binus University, Worldwise dari Telkom University, serta Inofarm dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Di sisi lain, buyer internasional yang menandatangani LoI berasal dari Jepang, Belanda, Hong Kong, dan Taiwan. Sementara itu, Sangreat dari Institut Pertanian Bogor dan Colorfood Indonesia dari Universitas Diponegoro masih menjajaki peluang kontak dagang dengan calon buyer internasional.

Produk yang menarik minat calon buyer cukup beragam, mulai dari kakao, kayu manis, gula aren, minyak kelapa murni, hingga produk turunan kelapa seperti arang dan karbon aktif. Selain produk berbasis komoditas, UKM Campuspreneur juga menawarkan produk bernilai tambah dan jasa. Beberapa di antaranya meliputi pengendali hama berbahan alami dan platform edukasi digital. “Keragaman tersebut memperlihatkan potensi inovasi usaha berbasis perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional,” kata Mendag Busan.

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, Kemendag memfasilitasi 25 UKM dari 20 perguruan tinggi mitra. Para peserta UKM Campuspreneur di TEI ke-41 telah melalui proses kurasi dari 80 UKM berpotensi ekspor. Peserta mencakup usaha yang dikembangkan mahasiswa, alumni, dosen, maupun UKM binaan perguruan tinggi.

Capaian UKM Campuspreneur pada TEI ke-41 tersebut didukung persiapan peserta sebelum mengikuti pameran. Para peserta telah melalui pelatihan teknik ekspor, pengembangan dan desain ulang produk, serta fasilitasi penjajakan kerja sama bisnis (business matching). Upaya ini ditujukan agar peserta siap memperkenalkan produk dan membangun komunikasi bisnis dengan buyer.

“Partisipasi dalam pameran dagang internasional perlu didukung kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi pemahaman ekspor, kualitas dan desain produk, maupun kemampuan menjalin komunikasi bisnis dengan calon buyer. Campuspreneur mempersiapkan UKM untuk memanfaatkan TEI dalam memperkenalkan produk dan membangun peluang kerja sama,” ujar Puntodewi.

Puntodewi berharap, potensi transaksi yang tercatat pada keikutsertaan perdana ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan negosiasi lanjutan dengan calon buyer. Dengan demikian, peluang selama pameran dapat berkembang menjadi kerja sama dagang yang berkelanjutan.

Salah satu penerima manfaat Program Campuspreneur dalam rangkaian TEI ke-41 adalah Word Wise, perusahaan rintisan di bidang pembelajaran bahasa yang dikembangkan sejak 2023 di Telkom University. Word Wise mengembangkan pembelajaran speaking berbagai bahasa asing melalui gim interaktif. CEO Word Wise, Moses, mengatakan Campuspreneur membantu memperluas jejaring dan membuka akses pasar internasional, salah satunya melalui LOI dengan mitra dari Belanda pada TEI ke-41.

“Dari Campuspreneur, banyak sekali yang kami dapatkan, terutama dari sisi jejaring. Salah satunya kami mendapat LOI dengan pihak Belanda. Ini menjadi salah satu langkah bagi kami untuk mulai melihat dan mengembangkan pasar di luar Indonesia,” ujar Moses.

Campuspreneur merupakan bagian dari program “Dari Lokal untuk Global” yang diinisiasi Kemendag. Melalui program ini, pelaku usaha yang terhubung dengan perguruan tinggi didorong untuk meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus mempersiapkan produk dan strategi untuk memasuki pasar ekspor.

 TEI 2026 merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Ajang ini menjadi platform bisnis antarpelaku usaha (business-to-business/B2B) yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer internasional untuk memperkenalkan produk unggulan dan membuka peluang kerja sama dagang lintas negara.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN