Tingkatkan Perdagangan Jasa Pariwisata, KDEI Taipei Gelar Misi Penjualan Paket Wisata ke Indonesia
Taipei, 4 September 2026 - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menggelar misi penjualan paket wisata bagi masyarakat Taiwan ke destinasi-destinasi unggulan Indonesia pada Rabu, (2/9). Kegiatan yang disinergikan KDEI Taipei dengan Kementerian Pariwisata RI tersebut bertajuk Wonderful Indonesia Sales Mission, dan digelar di kantor KDEI Taipei di Taipei, Taiwan. Misi penjualan ini menjadi geliat baru dalam peningkatan perdagangan jasa di sektor pariwisata antara Indonesia dan Taiwan.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, mengatakan, misi pembelian ini tidak sekadar mempromosikan destinasi wisata. Ada berbagai jasa pariwisata yang bisa langsung ditransaksikan, seperti paket perjalanan, akomodasi perhotelan, hingga wisata pelayaran. Arif menilai perdagangan jasa pariwisata Indonesia ke pasar Taiwan memiliki potensi besar dan perlu digarap lebih maksimal.
“Ruang pertumbuhan bagi jasa pariwisata Indonesia di pasar Taiwan masih sangat terbuka. Strategi peningkatan perdagangan jasa pariwisata Indonesia di Taiwan perlu berfokus pada penguatan promosi, perluasan kerja sama business-to-business (B-to-B), serta pengenalan lebih banyak destinasi Indonesia di luar Bali kepada wisatawan Taiwan,” ujar Arif.
Arif mengajak masyarakat Taiwan untuk melihat destinasi wisata di Indonesia dalam cakupan yang lebih luas. Selain Bali, destinasi potensial Indonesia mencakup Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan, Surabaya, hingga Labuan Bajo. Menurut Arif, destinasi-destinasi tersebut memiliki produk wisata minat khusus yang memang digandrungi pasar Taiwan seperti wisata bahari, wisata kebugaran (wellness tourism), wisata gastronomi, sampai eksplorasi budaya dan alam.
Sebanyak 21 industri pariwisata Indonesia, yang terdiri atas agen perjalanan dan penyelenggara tur, berpartisipasi dalam pameran untuk menawarkan paket-paket wisata unggulan di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Para peserta dari Indonesia, yaitu ARSAwisata Tours, Panorama Destination, Floressa Bali Tours, Java Traveller Indonesia, Bali Megah Wisata (BMW), TJTS-Bali, PT Anugerahjaya Sukses Lestari, Travel Hangar, PT Yorker Holidays DMC, Elior Tour, Monas Tours & Travel, STAT Indonesia Tours, The Saku travel, dan Zada Liveaboard. Sementara itu, peserta di sektor akomodasi, yakni Impiana Private Villas Seminyak, Louvre Hotels Group South East Asia, Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS, Hotel MaxOne Ubud, Tijili Benoa Hotel, PHM Hotels, dan Lereng Bromo Hotel.
Di sisi lain, minat dari Taiwan jauh lebih besar, tercatat 49 pelaku industri pariwisata asal Taiwan hadir sebagai buyers. Di antara mereka ada yang sudah menjual paket wisata ke Indonesia dan yang baru tertarik untuk menjajaki. “Perbedaan jumlah penjual jasa dari Indonesia dan buyer dari Taiwan ini menjadi sinyal positif. Dari sini, tecermin permintaan dari Taiwan jauh lebih besar dari yang selama ini terlayani,” kata Arif.
Bagi pelaku industri Taiwan, misi penjualan jasa perdagangan kali ini punya nilai yang lebih dari sekadar transaksi. Daniel dari Happy Go Travel, salah satu buyer yang hadir, mengungkapkan, Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 menjadi kesempatan berharga untuk mempererat kembali koneksi dengan mitra-mitra di Indonesia. Happy Go Travel saat ini sudah memasarkan sejumlah paket wisata Indonesia, termasuk perjalanan ke Yogyakarta dan Surabaya. “Kami berharap bisa terus memperluas pilihan destinasi wisata ke Indonesia,” ujar Daniel.
Dalam kegiatan misi penjualan hari itu, turut digandeng Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), Taipei Association of Travel Agents (TATA) dan maskapai STARLUX Airlines untuk membuka lebih banyak pintu kerja sama bisnis.
Momentum misi penjualan turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan layanan baru dari sisi konektivitas udara. STARLUX Airlines, sebagai mitra kolaborator, akan membuka rute langsung Taipei–Denpasar mulai 1 Oktober 2026 dengan frekuensi penerbangan lima kali sepekan pada Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu dengan tujuan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali. Rute baru ini akan membuka jalan bagi wisatawan Taiwan untuk menjelajahi destinasi Indonesia lainnya dengan pengalaman wisata yang lebih personal dan sesuai dengan karakter pelancong Taiwan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI, Ni Made Ayu Marthini, menyebut misi penjualan kali ini sebagai bagian dari program unggulan quality tourism. Hal ini menjadi strategi Kemenpar untuk mendorong produk-produk pariwisata bernilai tinggi seperti wisata bahari dan wellness tourism, alih-alih sekadar mengejar volume kunjungan.
Taiwan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar potensial yang penting bagi pariwisata Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, wisatawan mancanegara asal Taiwan ke Indonesia pada Januari—Juni 2026 mencatatkan 108.989 kunjungan. Catatan ini menempatkan Taiwan sebagai sumber wisatawan mancanegara Indonesia ke-13 pada semester I 2026.
--selesai--