Search

Dengarkan Berita Ini

Tembus Pasar Arab Saudi, Produk Herbal Indonesia Raih Kesepakatan Bisnis Senilai Rp2,5 Miliar

Jeddah, 18 Juni 2026 – Produk herbal berkhasiat asal Indonesia kembali memperluas penetrasinya ke pasar global. Kali ini, produk tersebut berhasil meraih kesepakatan bisnis untuk pengiriman perdana ke Arab Saudi sebesar Rp2,5 miliar. Kesepakatan bisnis tersebut dituangkan dalam penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (Letter of Agreement) antara PT Dami Sariwana dari Indonesia dan mitranya, yaitu Al Itholah Trading dari Arab Saudi.

Penandatanganan dilakukan Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra dan pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Senin, (15/6). Prosesi ini disaksikan langsung oleh Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah, Joneri Alimin, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Sugih Rahmansyah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menanggapi penandatanganan tersebut secara terpisah dari Jakarta. Menurutnya, ekspor perdana ini membuktikan besarnya potensi produk herbal Indonesia di pasar global.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi.

Puntodewi juga mengatakan, terwujudnya kolaborasi ini merupakan keberhasilan program pembinaan eksportir dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP) Kemendag. “Hal ini membuktikan, program pendampingan Kemendag mampu mencetak eksportir yang tangguh dan siap bersaing di pasar ketat seperti Timur Tengah. Kami optimis momentum ini akan memperkuat posisi produk herbal Indonesia,” ujar Puntodewi.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menyampaikan, meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi katalis positif bagi masuknya produk herbal Indonesia. Untuk menjamin keberlanjutan bisnis tersebut, ITPC Jeddah menerapkan langkah preventif berupa verifikasi mendalam terhadap kredibilitas importir produk herbal Indonesia di Arab Saudi sebelum prosesi penandatanganan kerja sama dilakukan.

“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” ujar Bagas.

Cakupan kesepakatan dagang dengan Al Itholah Trading ini meliputi tiga jenis produk herbal unggulan, yaitu suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, serta produk pelangsing tubuh. Pada tahap awal kerja sama, pengiriman perdana ke Arab Saudi akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada bulan Juli mendatang, setelah memenuhi standar otoritas pangan dan obat-obatan setempat (Saudi Food and Drug Authority/SFDA).

PT Dami Sariwana merupakan produsen produk kesehatan berbahan alami berbasis di Serpong, Tangerang, dan merupakan industri binaan PPSDMEJP Kemendag. Taswan Wimala Putra, mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah yang menjadi kunci utama bagi produk PT Dami Sariwana dalam menembus pasar Arab Saudi. “Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi kehadiran produk-produk kami di seluruh wilayah Timur Tengah dan sekitarnya,” ungkap Taswan.

Sementara itu, Al Itholah Trading merupakan perusahaan distributor di Arab Saudi yang berfokus pada penyediaan produk konsumen berkualitas tinggi. Melalui kerja sama ini, Al Itholah Trading bertindak sebagai mitra dagang yang mengelola jaringan logistik, pemenuhan regulasi standar otoritas pangan dan obat-obatan setempat, hingga strategi pemasaran taktis ke pasar ritel di Arab Saudi.

Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diterima oleh pasar yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. “Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan. Sebagai bentuk keseriusan, saat ini kami bahkan telah menyiapkan area pemajangan untuk produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ungkap Nassrudin.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat tren positif perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada Januari—April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar USD 1,02 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi adalah sebesar USD 675,80 juta dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi sebesar USD 345,90 juta. Indonesia mencatatkan surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar 329,90 juta.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 3,94 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mendominasi sebesar USD 2,88 miliar dibandingkan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi yang sebesar USD 1,06 miliar. Dengan demikian, Indonesia berhasil mencatatkan surplus nonmigas sebesar USD 1,82 miliar terhadap Arab Saudi.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers