Search

Dengarkan Berita Ini

TEI 2026 Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis Indonesia–Vanuatu

Kabupaten Tangerang, 21 Oktober 2026 — Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Vanuatu. Melalui ajang pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ini, pelaku usaha kedua negara menjajaki berbagai peluang kerja sama perdagangan dan pengembangan bisnis yang saling menguntungkan. TEI ke-41 sendiri sukses digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyambut hangat kehadiran delegasi bisnis Vanuatu dan menegaskan pentingnya kolaborasi ekonomi di kawasan Pasifik.

"Kehadiran para pelaku usaha Vanuatu di TEI 2026 menjadi langkah nyata untuk membuka pintu kerja sama perdagangan yang lebih luas dan inklusif. Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan pasar Vanuatu melalui produk-produk manufaktur unggulan, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan usaha berkelanjutan di kedua negara," ujar Puntodewi.

Melalui fasilitasi dan pendampingan Kementerian Perdagangan, delegasi bisnis Vanuatu melakukan serangkaian pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan Indonesia selama TEI 2026. Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan lokal untuk mendalami potensi dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret.

Sejumlah peluang perdagangan yang dijajaki meliputi produk material bangunan, furnitur, serta produk makanan dan minuman. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, sekaligus memberikan pilihan produk yang berkualitas tinggi dan kompetitif bagi pelaku usaha Vanuatu untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pengembangan ekonomi setempat.

Peluang kerja sama juga berkembang ke sektor ritel, restoran, dan properti. Hal ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha kedua negara untuk membangun kemitraan yang lebih luas, baik melalui perdagangan barang, pengembangan jaringan distribusi, maupun pengembangan usaha bersama.

Selain itu, penjajakan turut mencakup peluang pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi dan kuliner. Peluang tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kerja sama ekonomi kedua negara, dengan tetap memperhatikan kompetensi tenaga kerja serta ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Perwakilan Delegasi Bisnis Vanuatu, Rodolphe de Montesquieu menyambut positif fasilitasi dan potensi industri yang ditawarkan Indonesia selama kegiatan berlangsung."Kami sangat terkesan dengan keragaman dan kualitas produk serta kesiapan industri Indonesia. Kunjungan langsung ke perusahaan memberikan gambaran jelas mengenai kapasitas produksi dan keandalan para pelaku usaha Indonesia. Kami optimistis penjajakan di sektor material bangunan, kuliner, dan ritel ini memiliki prospek baik untuk direalisasikan menjadi kerja sama jangka panjang," ungkapnya.

Atase Perdagangan (Atdag) RI di Canberra, Asfiranti menyampaikan komitmennya untuk mengawal dan memantau setiap kesepakatan bisnis yang terbangun selama ajang TEI 2026. "Perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan terus mengawal hasil business matching dan penjajakan kerja sama agar tidak berhenti pada tahap pameran saja, melainkan berlanjut hingga terealisasinya transaksi konkret dan kesepakatan bisnis," ujarnya.

Asfiranti menambahkan, Kementerian Perdagangan berharap, kerja sama yang dijajaki melalui TEI 2026 menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Vanuatu yang saling menguntungkan. Dengan memadukan potensi industri dan keahlian Indonesia serta kebutuhan dan peluang pengembangan pasar di Vanuatu, kedua negara berpeluang memperluas perdagangan, mendorong investasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan Vanuatu pada 2025 tercatat sebesar USD 10,5 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD 10,1 juta dan impor dari Vanuatu sebesar USD 0,4 juta. Ekspor utama Indonesia ke Vanuatu, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, benda-benda dari besi dan baja, olahan dari tepung, serta tembakau. Sementara itu, impor Indonesia dari Vanuatu, yaitu kakao, mesin/peralatan listrik, barang-barang rajutan, olahan dari tepung, serta perhiasan/permata.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN