Talasi: Menatap Pasar Dunia Lewat Kemurnian dan Transparansi Hasil Bumi
Kabupaten Tangerang, 18 Oktober 2026 – Alam Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga kekayaan rasa yang jujur dan murni dari tanah asalnya. Keharuman bunga rosela, kelezatan kacang mete Sumba, hingga tetesan madu dari kedalaman hutan Nusantara adalah bukti nyata potensi besarproduk lokal. Berangkat dari apresiasi mendalam terhadap kemurnian hasil bumi inilah, sebuah langkah untuk membawa kualitas Nusantara ke panggung dunia dimulai.
Perjalanan itu berawal dari kunjungan Alisjahbana Haliman ke Pulau Sumba pada 2017. Terpikat oleh pesona dan potensi alamnya, lahir sebuah impian besar yang kini dikenal sebagai Talasi. Berangkat dari niat mulia untuk memberi nilai tambah langsung di tempat bahan baku itu tumbuh dan dipanen, Talasi membuktikan bahwa produk lokal Indonesia mampu merambah pasar bernilai tinggi tanpa melepaskan komitmen terhadap kelestarian bumi dan kesejahteraan petani.
Talasi mengusung filosofi “Finest Things From The Origin”. Dengan mengelola 18 daerah asal dan lebih dari 65 produk pilihan, Talasi menghadirkan transparansi penuh dari rantai pasok hingga ke tangan konsumen. “Talasi berkomitmen menyuguhkaninformasi yang jujur dan akurat bagi konsumen. Hal tersebut kami wujudkan melalui pelabelan yang jelas (truthful labeling), mulai dari daftar bahan murni tanpa aditif buatan, informasi rinci mengenai asal-usul bahan baku (sourcing information), hingga kepatuhan terhadap standar sertifikasi internasional yang ramah lingkungan,” tutur Ricky Aditya, manajer operasional Talasi.
Beragam produk unggulan lahir dari kaya dan cantiknya tanah Nusantara diolah secara berkesadaran dan dikemas menarik oleh Talasi. Kacang mete Watu, misalnya. Hadir dengan komposisi 100 persen kacang mete panggang alami asal Sumba yang kaya akan antioksidan, vitamin, serta mineral penting tanpa pengawet buatan. Ada pula madu murni yang dari 11 wilayah konservasi dan kawasan nasional di Indonesia, mulai dari Seulawah Agam di Aceh, Bukit Tigapuluh dan Riau, Kapuas Hulu dan Bonti di Kalimantan Barat, Bangka, Ujung Kulon, Merapi, Luwu, hingga Alor dan Rote di Nusa Tenggara Timur. Keaslian madu Talasi diuji secara ketat menggunakan penganalisis isotop karbon sehingga 100 persen murni tanpa tambahan gula atau pewarna.
Teh Herbal Watu dari Talasi juga memiliki pesonanya sendiri. Perpaduan kelopak bunga Rosela merah delima yang menyegarkan dan daun kelor pilihan dari Sumba, diolah secara alami untuk menyuguhkan kebaikan di setiap tegukan. Tak ketinggalan, ekstrak vanila murni non-alkohol dari Pulau Alor yang memberikan aroma harum serta kelezatan alami pada berbagai sajian kuliner.
Bagi Talasi, bisnis bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan tentang menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui kolaborasi erat dengan lebih dari 200 petani lokal serta pengelolaan kawasan estate utama di Sumba, Talasi berkomitmen untuk memastikan pendapatan yang lebih stabil bagi para petani.
“Kami tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga memberikan pendampingan dan pelatihan praktik pertanian yang berkelanjutan guna menekan jejak karbon serta menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk kontribusi sosial masyarakat. Wisatawan dan masyarakat umum bahkan dapat berkunjung langsung salahsatunya ke Weetabula Estate di Sumba untuk menyentuh, merasakan, dan menyaksikan secara langsung perjalanan produk dari alam hingga menjadi produk siap konsumsi yang sarat makna,” tutur Ricky.
Selama keikutsertaannya pada Trade Expo Indonesia 2026, Talasi fokus menjalin jejaring dengan pengunjung untuk menjelajahi peluang kerja sama B2B, kolaborasi jenama, hingga ekspansi keluar negeri. “Selama TEI, kami mendapati banyak pengunjung tenan kami memperlihatkan apresiasinya terhadap produk dan konsep truthful labelling yang kami usung. Kemarin ada pengunjung dari Bangladesh yang tampak tertarik dengan produk-produk kami. Selain itu, cukup banyak tamu dari Jepang yang memberikan apresiasi terhadap kacang mete Talasi baik dari segi rasa maupun cerita di baliknya,” tambah Ricky.
Kementerian Perdagangan mengapresiasi dan mendukung langkah inovatif para pelaku usaha yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, transparansi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar daerah basis produksi. Inisiatif seperti yang dilakukan Talasi sejalan dengan visi memajukan perdagangan nasional yang bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global.
Dengan memadukan kualitas kelas dunia dan kearifan lokal, produk Indonesia siap melangkah lebih jauh, membawa cerita dan kekayaan rasa Nusantara untuk memperkaya dunia.