Search

Dengarkan Berita Ini

Simfoni Kicau yang Gerakkan Ekonomi, Ekosistem UMKM di Balik Gantangan Burung

Jakarta, 6 Mei 2026 – Minggu pagi, (3/5), lapangan parkir Kementerian Perdagangan dipenuhi ratusan sangkar burung berbalut kain beragam warna. Suara kicau merdu bersahutan dibalik jeruji kayu, memancing rasa penasaran untuk mencari pelakunya. Hari itu, beton ibu kota terasa lebih hidup dalam gelaran “Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM”.

Lomba dimulai. Begitu sarung sangkar dibuka dan burung-burung digantangkan, ekosistem mikro langsung berdenyut. Mulai dari jenis branjangan yang eksotis hingga murai batu yang gagah, setiap kicauan lantang yang khas dan irama yang konsisten adalah representasi dari sebuah industri hobi yang masif.

Mesti pusat perhatian ada di tenda gantangan keriuhan sesungguhnya menyebar ke tenda-tenda pameran. Para pehobi, perajin sangkar, hingga produsen pakan saling saling bertukar cerita. Bagi pelaku usaha yang memasok produk-produk hobi burung, momen kompetisi menjadi kesempatan berharga untuk lebih dekat dengan para pehobi sekaligus memahami kebutuhan mereka secara langsung. Deretan sangkar yang dipajang dan berbagai produk pakan burung juga menambah semarak kompetisi.

Suasana tersebut mencerminkan komponen di dalam ekosistem hobi yang saling berdampingan. Ada hubungan yang saling menguatkan antara pehobi, pelaku usaha, hingga komunitas yang terus tumbuh dan bergerak bersama. Lomba ini bukan hanya soal siapa yang terbaik di arena, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem di sekitarnya ikut hidup.

Di balik kemeriahannya, gelaran ini berlangsung tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Semua terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem hobi. Dukungan ini terasa kian personal karena Menteri Perdagangan sendiri menggemari hobi burung berkicau. Baginya, riuh suasana gantangan hingga obrolan santai antarpehobi adalah hal yang akrab. Dari kedekatan itulah, ia memahami bahwa hobi ini bukan sekadar kegemaran, melainkan urat nada ekonomi yang menghidupi perajin sangkar lokal, peternak, hingga produsen pakan.

Salah satu titik keramaian terlihat di Gold Coin, jenama pakan burung yang cukup melegenda. Marketing Communication Assistant Managernya, Rahardan Apriadji atau Ardan, sibuk berdiskusi dengan pengunjung. Ia menjelaskan berbagai jenis pakan yang ditawarkan, mulai dari pelet hingga biji-bijian, yang disesuaikan dengan karakteristik burung kicau seperti murai batu, cucak ijo, hingga kenari.

Bagi Ardan, kehadiran produknya dalam ajang ini bukan sekadar untuk membuka lapak penjualan. Ia melihat acara ini sebagai momentum penting untuk membangun koneksi dengan berbagai elemen dalam ekosistem kicau mania. “(Acara) ini adalah event nasional yang langsung menyentuh pehobi. Di sini bukan hanya ada pengguna, tapi juga peternak, influencer, sampai pemerintah. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi,” ujarnya.

Ardan menyampaikan, produk Gold Coin mengedepankan kemudahan nutrisi yang telah diformulasikan sesuai kebutuhan burung. Basis produksinya terletak di dalam negeri, tetapi pengembangan pakan dilakukan dengan standar internasional untuk menghasilkan produk terbaik.

Menariknya, meski tujuan utama kehadiran di acara kali ini adalah untuk memperkenalkan produk pakan burung melalui program uji coba gratis, animo pengunjung di lokasi justru melampaui ekspektasi. Sejumlah pengunjung yang sudah familier dengan produk pakan burung tersebut langsung datang ke tenda pameran dan membeli sejumlah produk. “Kami awalnya fokus bagi-bagi sampel, tapi ternyata banyak yang sudah pakai dan langsung beli saat tahu kami ada di sini,” kata Ardan.

Ia juga melihat tren hobi burung kicau terus berkembang dan relatif stabil. Komunitas pehobi burung kicau solid serta rutin menggelar berbagai kegiatan. Ardan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk terjun ke komunitas hobi pelestari burung, sehingga ekosistem ini dapat terus tumbuh dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan industri berbasis hobi ini. “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus diperbanyak, baik dalam bentuk kegiatan maupun promosi lainnya. Kami juga berharap adanya regulasi-regulasi yang nantinya bisa saling mendukung untuk semua pihak yang ada, baik itu pemain maupun produsen,” tutupnya.

Di penghujung hari lomba ini menegaskan satu hal: di balik setiap kicauan burung yang juara, ada rantai ekonomi yang kuat, mulai dari peternak di desa, perajin sangkar lokal, hingga pabrik pakan. Inilah wajah nyata ekonomi kreatif yang bergerak dari hobi, tumbuh dalam komunitas, dan menguatkan ekonomi nasional.

--selesai--

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers