Search

Dengarkan Berita Ini

Semester I 2026, Kemendag Perkuat Sinergi Campuspreneur untuk Cetak Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor

Jakarta, 14 Agustus 2026 – Kementerian Perdagangan mencatat sejumlah perkembangan dan capaian positif dari Program Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor “Campuspreneur” pada Semester I 2026. Di paruh pertama tahun ini, Kemendag telah melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, menggelar pameran kewirausahaan Campuspreneur Expo, hingga melepas ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan perguruan tinggi.

“Selama Semester I 2026, kami melihat Campuspreneur berkembang ke arah yang baik. Untuk memastikan program ini sukses, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai kampus di Indonesia guna mencetak wirausahawan dari kampus. Berbagai kegiatan yang terlaksana menunjukkan besarnya potensi perguruan tinggi dalam mencetak produk maupun wirausaha yang siap menjajaki pasar lokal hingga global,” ujar Mendag Busan.

Pada Triwulan I 2026, Kemendag fokus membangun fondasi kerja sama dengan perguruan tinggi, mulai dari pembahasan berbagai kesepakatan bersama, perjanjian kerja sama, hingga rencana aksi implementasi. Memasuki triwulan II, Program Campuspreneur diperkuat melalui penandatanganan “Kesepakatan Bersama tentang Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Bidang Perdagangan” serta “Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor”.

Campuspreneur resmi diluncurkan Mendag Busan di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, pada 2 April 2026 sebagai bagian dari kampanye salah satu program utama Kemendag, yaitu “Dari Lokal untuk Global”. Pada peluncuran tersebut, turut ditandatangani dokumen kerja sama antara 18 perguruan tinggi dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kemendag, serta Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag. 

Bersamaan dengan peluncuran, Kemendag menggelar Campuspreneur Expo pada 1—2 April 2026. di Auditorium UNS. Campuspreneur Expo diikuti mahasiswa, alumni, dan UMKM binaan perguruan tinggi.

Mendag Busan mengatakan, Campuspreneur dirancang untuk membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus yang dapat terhubung dengan akses pasar, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, para pelaku usaha skala nasional hingga perwakilan perdagangan RI di berbagai negara tujuan ekspor intens dilibatkan secara intensif untuk menggali peluang bagi wirausahawan kampus dalam menembus pasar.

Dalam upaya menembus pasar lokal, Kemendag menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) untuk melakukan kurasi produk UMKM binaan kampus. Melalui proses kurasi ini, wirausahawan kampus memperoleh masukan teknis mengenai kualitas produk, desain kemasan, konsistensi produksi, hingga kesiapan distribusi agar memenuhi persyaratan untuk masuk ke jaringan ritel modern.

Hasil kurasi menunjukkan sinyal positif. Sebanyak 23 Letter of Intent (LoI) berhasil ditandatangani antara wirausaha mahasiswa dan ritel modern. LoI tersebut terdiri atas 15 LoI yang ditandatangani di UNS dan 8 LoI di IPB University dalam Semester I 2026.

Untuk memperluas peluang ekspor, Kemendag memfasilitasi sesi presentasi bisnis (pitching) peserta dengan perwakilan perdagangan di luar negeri. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh informasi pasar (market intelligence), potensi negara tujuan ekspor, serta kebutuhan pasar internasional yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan usaha.

Sebagai penguatan kapasitas peserta, Kemendag juga menyelenggarakan berbagai diskusi panel, coaching clinic, dan meja konsultasi di kampus-kampus mitra. Tujuannya, agar Campuspreneur menjemput bola dalam mengedukasi berbagai aspek penting wirausaha, mulai dari penguatan merek dan kemasan produk, perizinan usaha, pemasaran digital, hingga standar dan regulasi perdagangan.

Ekspor Perdana UMKM Binaan Kampus

Salah satu capaian penting semester ini adalah pelepasan ekspor produk UMKM binaan IPB University pada 12 Juni 2026 berupa produk pinang tujuan Bangladesh dan Maladewa senilai Rp2,2 miliar. “Capaian tersebut mendukung Campuspreneur untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda sekaligus menghasilkan transaksi ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” pungkas Mendag Busan.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers