Resah di Teras Rumah Berbuah Ekspor Produk Antihama
Bogor, 19 Juni 2026 – Botol semprot warna gelap, kemasan gel, dan berbagai varian produk pengendali hama berjajar rapi di sebuah stan di depan Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6). Botol paling belakang didudukkan di etalase lebih tinggi supaya menonjol. Barang-barang yang dipajang itu adalah cairan berbahan alami untuk mengatasi masalah tikus, kecoa, hingga kucing liar di rumah. Produk ini tampil pada Campuspreneur Expo 2026 yang digelar Kementerian Perdagangan Bersama IPB University di hari yang sama.
Produk-produk alami pengendali hama domestik itu buatan SanGreat Natural Indonesia. Usaha asal Bogor ini berfokus pada pengembangan produk rumah tangga dan perawatan diri berbahan alami. Selain untuk hama rumah tangga, produknya juga meliputi pembersih, pewangi, hingga produk kebersihan diri (personal care). Di stan pameran hari itu, sang pendiri perusahaan, Fifin Nashirotun Nisya, hadir menyapa pengunjung dengan ramah. Fifin mengaku, usaha yang ia rintis ini berawal dari persoalan sehari-hari yang ia alami sendiri.
“Awalnya memang masalah pribadi. Dulu banyak tikus, kecoa, bahkan kucing liar sering datang ke teras rumah saya. Saya cari-cari produk pengusir kucing, tetapi waktu itu belum ada. Dari situ, kami terpikir untuk membuat sendiri. Kami mulai coba membuat produk awal berupa pengusir kucing,” ujar Fifin.
Eksperimen kecil yang dimulai pada 2017 itu awalnya hanya untuk mengatasi masalah di rumahnya sendiri. Namun, hasil riset Fifin justru menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Dari percakapan dengan teman dan kerabat, ia menyadari bahwa keresahannya ternyata dirasakan banyak orang. “Ternyata, banyak teman yang membutuhkan produk seperti itu. Akhirnya, kami mulai membuat produk lainnya seperti pengusir tikus dan berbagai produk berbahan alami lainnya,” ujar Fifin.
Berbekal keyakinan tersebut, Fifin mulai memasarkan produknya melalui lokapasar (marketplace). Saat itu, produk pengendali hama berbahan alami sangat jarang ditemui. Salah satu keunggulan produknya adalah varian berbentuk gel yang lebih praktis dan tahan lama dibandingkan produk sejenis berbentuk cairan semprot.
Perjalanan usaha yang dimulai dari kebutuhan rumah tangga itu kini telah membawa SanGreat Natural Indonesia melangkah lebih jauh. Produk-produknya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional. “Kami rutin ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Filipina. Kami juga beberapa kali mengikuti pameran di Shanghai dan Singapura,” ungkap Fifin.
Setelah berhasil menembus ekspor ke tiga negara, ia kini berharap dapat memperluas pasar dan meningkatkan skala bisnisnya. “Harapannya, ekspor kami bisa lebih besar lagi dan menjangkau lebih banyak negara,” ujarnya.
Perjalanan menuju pasar ekspor tersebut turut didukung berbagai program pengembangan usaha yang difasilitasi Kemendag. Salah satunya melalui pendampingan untuk penguatan produk kebersihan diri, termasuk sertifikasi halal yang menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan pasar.
“Di 2025, kami akhirnya ikut program sertifikasi halal yang difasilitasi Kemendag. Alhamdulillah, sekarang semua produk kosmetik kami sudah bersertifikat halal. Semua udah ada label halalnya. Programnya sangat membantu, bermanfaat, dan prosesnya cepat,” jelasnya.
Terkait keikutsertaan Fifin dalam Campuspreneur hari itu, Fifin melihat, program Kemendag tersebut tidak lepas dari latar belakangnya sebagai bagian dari keluarga besar IPB University. Ia menilai, kampus menyimpan banyak gagasan dan inovasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk komersial. “Di kampus itu banyak inovasi. Ruang inovasinya sangat luas dan peluang untuk dikomersialkan juga besar. Karena itu saya tertarik bergabung di Campuspreneur,” tutur Fifin.
Di tengah ramainya Campuspreneur Expo, stan SanGreat Natural Indonesia menjadi pengingat bahwa inovasi terkadang bermula dari persoalan sederhana yang ditemui di rumah. Dengan ketekunan, keberanian mencoba, dan dukungan ekosistem yang tepat, sebuah solusi kecil dapat tumbuh menjadi usaha yang melintasi batas negara.