Search

Dengarkan Berita Ini

Reaktivasi Perundingan Perdagangan Indonesia-Maroko, Wamendag Roro Dorong Negosiasi Tuntas di 2027

Reaktivasi Perundingan Perdagangan Indonesia-Maroko, Wamendag Roro Dorong Negosiasi Tuntas di 2027

Jakarta, 28 Agustus 2026 — Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong percepatan perundingan Perjanjian Perdagangan Indonesia-Maroko dengan menargetkan penyelesaian kesepakatan secara komprehensif pada 2027.

Hal ini disampaikan Wamendag Roro dalam pertemuan tindak lanjut hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral Indonesia-Maroko dengan Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Luar Negeri Kerajaan Maroko, Omar Hejira yang digelar secara daring pada Kamis (27/8).

Wamendag RI menilai, reaktivasi perundingan ini merupakan momentum krusial untuk memberikan kepastian hukum dan iklim perdagangan yang kondusif. Ia menekankan bahwa kerangka kerja sama ini berfokus pada penyusunan jadwal kerja yang realistis, kelanjutan negosiasi berbasis draf naskah yang ada, serta penetapan ambisi akses pasar yang seimbang dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Indonesia siap bekerja sama secara konstruktif dengan Maroko untuk mengakselerasi proses perundingan ini. Momentum ini harus dilihat sebagai peluang bagi kedua negara untuk mewujudkan hubungan politik yang kuat menjadi manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” papar Wamendag Roro.

Untuk memperluas kinerja ekspor nasional, Wamendag Roro mengidentifikasi sejumlah potensi komoditas unggulan Indonesia yang belum terserap maksimal (unrealized export potential) di pasar Maroko, seperti amonia anhidrat, minyak kelapa sawit (CPO) dan olahannya, besi baja setengah jadi, serta udang beku.

"Indonesia memiliki potensi ekspor yang signifikan namun belum terealisasi ke Maroko untuk produk-produk seperti amonia anhidrat, minyak kelapa sawit mentah dan olahan, besi dan baja setengah jadi, serta udang beku. Selain itu, Maroko berperan penting dalam memasok produk-produk strategis ke Indonesia, termasuk pupuk dan aluminium" tutur Wamendag Roro

Secara geoekonomi, Wamendag Roro menyoroti peran strategis Maroko sebagai pintu gerbang utama bagi penetrasi produk-produk Indonesia ke pasar Afrika, Eropa, dan Mediterania. Sebaliknya, Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara siap menjadi mitra utama dan pintu gerbang bagi Maroko dalam mengeksplorasi pasar ASEAN serta kawasan Indo-Pasifik.

Wamendag Roro juga secara khusus mengundang pemerintah dan komunitas bisnis Maroko untuk hadir dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14—18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Sementara, Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Maroko, Omar Hejira menyampaikan gagasan pembentukan suatu task force atau mekanisme kerja bersama yang dapat berfungsi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai kesepakatan antara kedua negara, termasuk tindak lanjut proses perundingan dan penguatan pertukaran perdagangan.

Sekilas tentang Perdagangan Bilateral Indonesia-Maroko

Kinerja perdagangan bilateral Indonesia dan Maroko tumbuh positif. Pada 2025, total nilai perdagangan Indonesia-Maroko mencapai USD 235 juta atau melonjak 33 persen dari tahun sebelumnya. Tren kenaikan ini berlanjut pada lima bulan pertama 2026 (periode Januari–Mei) dengan pertumbuhan mencapai 37 persen (YoY) hingga menyentuh nilai USD 180 juta.

Ekspor Indonesia ke Maroko pada 2025 menyentuh USD 154,9 juta dengan ekspor utama berupa kopi, ban pneumatik baru, lemak dan minyak hewani dan nabati, margarin dan olahan makanan, serta batu bara. Sementara itu, impor Indonesia dari Maroko pada 2025 sebesar USD 80,1 juta dengan komoditas utama berupa pupuk mineral atau kimia, pupuk fosfat, alumunium mentah, dan pakaian wanita.

Pada 2021—2025, tren ekspor Indonesia ke Maroko mencatatkan nilai positif sebesar 4,95% dan Maroko menjadi negara tujuan ekspor Indonesia ke-74.

--selesai--

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPPI