Pertemuan Mendag RI dengan Mendag Mozambik di TEI, Bahas Peluang Perdagangan yang Saling Menguntungkan
Kabupaten Tangerang, 16 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengutarakan pentingnya penguatan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan Mozambik. Upaya ini dapat ditempuh melalui optimalisasi perjanjian perdagangan, perluasan akses pasar, dan penjajakan investasi. Mozambik berpotensi menjadi hub Indonesia di kawasan Afrika, sedangkan Indonesia bisa menjadi hub Mozambik untuk ASEAN.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Mendag Busan dengan Menteri Negara Urusan Perdagangan Republik Mozambik, António do Rosário Grispos, pada Jumat, (16/10) di Kabupaten Tangerang, Banten. Pertemuan dilakukan di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City.
“Indonesia dan Mozambik berpeluang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Kami ingin mendorong peningkatan perdagangan dua arah, memperluas akses pasar bagi kedua negara, serta membuka peluang investasi yang bernilai tambah bagi perekonomian,” ujar Mendag Busan.
Mendag Busan juga menegaskan pentingnya optimalisasi perjanjian dagang preferensial antara kedua negara (Indonesia–Mozambique PTA) untuk memfasilitasi perdagangan dan meningkatkan pemanfaatan preferensi tarif. Perjanjian yang ditandatangani pada 27 Agustus 2019 tersebut memberikan akses preferensi 242 pos tarif bagi produk Mozambik dan 217 pos tarif bagi produk Indonesia.
“Kita perlu memastikan bahwa perjanjian perdagangan yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melalui penguatan koordinasi, pertukaran data perdagangan dan kepabeanan, serta dialog bilateral secara berkala, kedua negara dapat mengidentifikasi peluang dan mengatasi hambatan perdagangan,” jelas Mendag Busan.
Indonesia juga mengusulkan penyelenggaraan pertemuan kedua Joint Committee Meeting Indonesia-Mozambique PTA untuk mengevaluasi implementasi perjanjian dan membahas peluang pengembangan kerja sama seperti peningkatan kerja sama menjadi kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA). Kedua negara juga diharap dapat memperkuat komunikasi antarpemerintah dan mendorong keterlibatan pelaku usaha melalui penjajakan kerja sama bisnis (business matching) serta partisipasi ke pameran perdagangan.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga menjajaki peluang kerja sama investasi, khususnya pengembangan industri pengolahan singkong di Mozambik yang mencakup pemanfaatan teknologi budidaya, peningkatan produktivitas, dan pengembangan fasilitas pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Di pihak lain, Menteri António menyampaikan pentingnya memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia melalui peningkatan akses pasar dan pemanfaatan perjanjian Indonesia-Mozambique PTA. Antonio melihat Indonesia sebagai mitra strategis untuk memperluas pemasaran produk unggulan ke kawasan ASEAN. Kedua negara juga dapat meningkatkan perdagangan melalui diversifikasi komoditas dan penguatan hubungan antarpelaku usaha.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk Mozambik Kartika Candra Negara dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Mozambik untuk Republik Indonesia António Rodrigues José. Sementara itu, Mendag Busan didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha.
Pada pertemuan, Dubes Candra menyampaikan salah satu peluang kerja sama investasi dapat dijajaki adalah pengembangan industri pengolahan singkong di Mozambik oleh perusahaan Indonesia. Peluang investasi tersebut sejalan dengan keinginan Mozambik untuk mengolah singkong untuk dipasarkan ke negara tujuan ekspor, termasuk Amerika Serikat dan Kanada, sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Dubes Candra juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung penjajakan lebih lanjut antara perusahaan Indonesia dan mitra di Mozambik agar peluang tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama investasi konkret.
Pada periode Januari—Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dan Mozambik tercatat sebesar USD 110,7 juta, dengan ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 88,9 miliar dan impor Indonesia sebesar USD 21,9 miliar. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 162,8 juta, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 107,8 juta dan impornya USD 55,0 juta.
Ekspor utama Indonesia ke Mozambik di antaranya minyak kelapa sawit beserta fraksinya, sabun, asam lemak industri dan produk turunannya, margarin, serta semen. Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari Mozambik di antaranya, yaitu tembakau, batu bara, mineral industri, dan grafit alami.
--selesai--