Pertemuan Mendag RI dan Wakil Perdana Menteri Bulgaria, Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi
Jakarta, 14 September 2026 – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria, Alexander Poulev, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, hari ini, Senin, (14/9). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Bulgaria, khususnya di bidang perdagangan dan investasi, dalam hubungan diplomatik yang telah terjalin cukup lama.
“Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Kami harap, pertemuan hari ini dapat mendorong terwujudnya peningkatan tersebut,” ujar Mendag Busan pascapertemuan.
Mendag Busan menyebut, Bulgaria menjadi gerbang potensial bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar Eropa Tenggara. Ia pun meminta Wakil PM Poulev untuk mendukung target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) di awal tahun 2027. Mendag Busan berharap, kedua negara dapat segera merasakan manfaat dari perjanjian tersebut.
Mendag Busan juga mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk berpartisipasi pada pameran perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran tersebut akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Kami mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk datang ke TEI 2026. Buyer Bulgaria dapat menemukan produk-produk unggulan Indonesia dan menjajaki peluang bisnis yang muncul,” ujar Mendag Busan.
Wakil PM Poulev menyambut baik penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria. Menurutnya, hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria yang telah lama terbangun dapat menjadi fondasi bagi hubungan ekonomi yang lebih baik lagi.
“Indonesia merupakan salah satu negara sahabat diplomatik tertua dari Bulgaria. Kami ingin hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat makin kuat. Sebagai negara yang berada di timur Uni Eropa, kami bisa menjadi gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa dengan populasi sebesar 450 juta jiwa,” ujar Wakil PM Poulev.
Wakil PM Poulev turut menyampaikan dukungan terhadap rencana implementasi I-EU CEPA dan siap mendukung peningkatan kerja sama perdagangan khususnya antara Bulgaria dengan Indonesia. Bulgaria memiliki sektor-sektor unggulan seperti pangan, teknologi satelit, hingga logistik. Ia pun menyatakan, masih ada banyak potensi yang dapat dikembangkan antara kedua negara. Di antaranya, yaitu meliputi pertanian, komponen otomotif, hingga daging yang memerlukan persyaratan halal.
Wakil PM Poulev juga mengundang Indonesia untuk menggerakkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) antara Indonesia dan Bulgaria pada semester pertama 2027. Menurutnya, JEC dapat mempercepat realisasi komitmen strategis kedua negara, khususnya pada perdagangan dan investasi.
Sekilas Perdagangan Indonesia-Bulgaria
Pada 2025, Bulgaria menempati posisi ke-76 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan posisi ke-67 sebagai negara asal impor nonmigas Indonesia. Total perdagangan Indonesia dengan Bulgaria tercatat sebesar USD 230,8 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 64,2 juta. Ekspor Indonesia ke Bulgaria tercatat sebesar USD 147,4 juta, kemudian impor Indonesia dari Bulgaria sebesar USD 83,1 juta.
Sejumlah produk ekspor utama Indonesia ke Bulgaria, yakni bijih nikel dan konsentratnya;, aluminium tidak ditempa; batang dan batang kecil maupun produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan; serta margarin. Sementara itu, sejumlah produk impor utama Indonesia dari Bulgaria meliputi gandum dan meslin; instrumen dan peralatan yang digunakan dalam ilmu medis, bedah, perawatan gigi atau kedokteran hewan; biji adas manis, badian, adas pedas, ketumbar, jintan hitam atau jintan; senjata militer; serta tembakau belum dipabrikasi.
--selesai--