Pertemuan Mendag Busan dan Wakil PM Timor Leste di TEI ke-41, Upaya Perkuat Perdagangan Bilateral
Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Francisco Kalbuadi Lay, di sela-sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan perdagangan bilateral dan menjaga momentum pertumbuhan perdagangan.
Mendag Busan menyambut positif kinerja perdagangan bilateral Indonesia dan Timor Leste yang terus tumbuh. Ia menilai, potensi perdagangan kedua negara masih dapat dikembangkan melalui penguatan akses pasar dan pemanfaatan peluang kerja sama masih dapat direalisasikan.
“Kami ingin mendorong perdagangan yang semakin beragam melalui penguatan kolaborasi antarpelaku usaha dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan kedua negara. Kami harap, langkah ini dapat membuka peluang baru bagi dunia usaha sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Timor Leste,” ujar Mendag Busan.
Sementara itu, Wakil PM Francisco menyampaikan, sejak resmi bergabung menjadi anggota ASEAN, Timor Leste terus mempelajari berbagai peluang dan strategi untuk mengoptimalkan perdagangan. Salah satu upayanya adalah ikut serta di TEI ke-41.
“Keikutsertaan pelaku usaha kami di TEI 2026 merupakan kesempatan berharga untuk memperluas pengetahuan mengenai strategi ekspor sekaligus memperkuat pemahaman tentang organisasi perdagangan. Kami pun mengundang Menteri Perdagangan RI untuk berkunjung ke Timor Leste,” ujar Francisco.
Wakil PM Francisco menambahkan, peluang kerja sama investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Timor Leste masih sangat terbuka. “Kami siap memfasilitasi kemitraan antarpelaku usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Saat ini, Indonesia menjadi mitra dagang terbesar Timor Leste di kawasan ASEAN. Nilai perdagangannya pada 2025 sebesar USD 423,63 juta atau sekitar 76 persen dari total perdagangan Timor Leste dengan negara-negara ASEAN yang mencapai USD 561,83 juta. Nilai tersebut jauh melampaui perdagangan Timor Leste dengan Tailan yang sebesar USD 57,18 juta dan Singapura USD 55,57 juta.
Di sela-sela diskusi formal, pertemuan berlangsung dengan hangat melalui pendekatan diplomasi kuliner. Mendag Busan menyuguhkan jajanan khas Nusantara, yaitu serabi solo Notosuman dan es cendol Simple Drink dari Purworejo.
Sekilas Perdagangan Indonesia-Timor Leste
Pada Januari–Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dan Timor Leste mencapai USD 273,86 juta, meningkat 1,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar USD 269,56 juta. Ekspor Indonesia ke Timor Leste tercatat sebesar USD 267,35 juta, sedangkan impor Indonesia dari Timor Leste USD 6,50 juta. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan USD 260,85 juta.
Total perdagangan Indonesia dan Timor Leste pada 2025 mencapai USD 423,63 juta atau tumbuh 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Timor Leste sebesar USD 410,56 juta dan impor Indonesia dari Timor Leste sebesar USD 13,07 juta, sehingga mencatatkan surplus bagi Indonesia sebesar USD 397,49 juta.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Timor Leste mencakup sepeda motor, kendaraan pengangkut barang, semen portland dan alumina, minyak kelapa sawit olahan, serta pasta. Sementara itu, komoditas utama impor Indonesia dari Timor Leste meliputi kopi, buldoser swagerak, kopra, biji-bijian atau buah berminyak lainnya, dan vanili.
--selesai--