Perkuat Kemitraan Ekonomi Eropa, Wamendag Soroti Peran Swedia dan I-EU CEPA
Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan, pentingnya peran Swedia dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian ini dirancang untuk membuka akses pasar, mendorong investasi berkelanjutan, serta memperkuat kemitraan ekonomi kedua pihak secara signifikan.
Pernyataan tersebut disampaikannya di Forum Bisnis ‘Delivering on The EU-Indonesia CEPA: Turning Commitment into Trade and Investment Opportunities’ dalam pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14—18 Oktober 2026.
“Swedia memiliki peran penting dalam memajukan kemitraan ekonomi Indonesia dengan Eropa. Hubungan bilateral ini menjadi landasan kolaborasi di bidang inovasi, keberlanjutan, teknologi, dan pengembangan industri. I-EU CEPA mencerminkan komitmen bersama menciptakan kemitraan yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan,” ujar Wamendag Roro.
Wamendag menjelaskan bahwa I-EU CEPA menyediakan kerangka kerja komprehensif di bidang perdagangan, investasi, jasa, transparansi regulasi, dan keberlanjutan. Kemitraan ini mencakup pasar lebih dari 733 juta konsumen dengan total PDB gabungan mencapai sekitar USD 22,7 triliun. Pada 2025, perdagangan bilateral Indonesia-Uni Eropa mencatatkan angka USD 31,7 miliar.
“Indonesia berkomitmen bekerja sama erat dengan Uni Eropa dan Swedia agar I-EU CEPA menjadi instrumen nyata bagi pertumbuhan bersama dan daya saing jangka panjang,” tambah Wamendag.
Selama periode 2021—2025, perdagangan bilateral Indonesia-Swedia tumbuh rata-rata positif sebesar 5,91 persen per tahun, mencapai sekitar USD 872,2 juta pada 2025. Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit, alas kaki, produk kelapa, dan barang manufaktur. Sementara, Swedia memasok peralatan industri, produk otomotif, dan teknologi. Investasi langsung Swedia di Indonesia pada 2021—2025 mencapai USD 344,4 juta untuk mendukung pengembangan industri dan kolaborasi bisnis.
“Indonesia berkomitmen untuk terus bekerja sama erat dengan Uni Eropa, Swedia, dan komunitas bisnis yang lebih luas guna memastikan bahwa I-EU CEPA menjadi instrumen yang bermakna bagi pertumbuhan bersama, daya saing, dan kemakmuran jangka panjang. Bersama-sama, mari kita ubah komitmen menjadi peluang, peluang menjadi kemitraan, dan kemitraan menjadi manfaat yang langgeng bagi masyarakat,” ungkap Wamendag Roro.
Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert menyampaikan bahwa I-EU CEPA merupakan pencapaian besar untuk menciptakan kemitraan baru yang lebih kuat di tengah dinamika global. Salah satu peserta acara, perwakilan PT Wilmar, Krisna Davi menilai, kegiatan forum bisnis ini sangat bermanfaat baginya untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia dengan negara mitra.
“Forum bisnis ini memberikan wawasan berharga mengenai dinamika dan pembaruan perjanjian perdagangan internasional Indonesia. Hal ini membantu kami di pelaku usaha untuk mengantisipasi peluang dan tantangan di pasar global,” pungkas Krisna.
--selesai–