Perkuat Daya Saing Produk Nasional Melalui Desain, Kemendag Tetapkan 45 Produk Peraih Good Design Indonesia 2026
Jakarta, 9 Juli 2026 – Kementerian Perdagangan telah menetapkan 45 produk sebagai penerima penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2026. Penetapan ini dilakukan dalam tahap penjurian akhir yang diselenggarakan di Indonesia Design Development Center (IDDC), Jakarta, pada Kamis (2/7). Dari seluruh penerima penghargaan, 10 produk di antaranya mendapat predikat Best Design dan dinominasikan mewakili Indonesia ke dua ajang desain internasional, yaitu ajang prestisius Good Design Award (G-Mark) di Jepang serta Golden Pin Design Award di Taiwan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, GDI merupakan instrumen pembinaan Kemendag untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penguatan desain. Ia menekankan pentingnya desain sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan produk di pasar global. Ia pun berharap, semakin banyak produk Indonesia memperoleh pengakuan internasional dan memperluas akses ke pasar dunia.
“GDI menjadi wadah untuk menunjukkan produk Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi dan desain yang berkualitas. Melalui GDI, Kemendag mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang unggul dari sisi fungsi dan kualitas, sekaligus bernilai tambah melalui desain yang mampu menjawab kebutuhan pasar internasional,” ujar Puntodewi.
Ke-10 produk peraih predikat Best Design GDI 2026 adalah Re:Bumi Sandals dari PT Pijak Bumi International, Samya Sami Server dan Cup dari Pudak Oriental Indonesia, COPPO BOARD dari The New Factory (Koperasi Jasa Pekerja Garmen TNF), Water Dispenser DB-3104C dari PT Caturaga Tiara Persada, serta BUTTCOLLECTOR by KICKYOURBUTT Project dari ONXSTUDIO. Selanjutnya, Morph Bag dari PT Kurva Lonceng Khatulistiwa, POLYTRON EV FOX 350 dari PT Hartono Istana Teknologi, SELA CHAIR dan STOLA DINING CHAIR & STOLA LOUNGE CHAIR dari PT Vivere Multi Kreasi, serta Panasonic Seamless Architectural Concealed Ventilating Fan FV-24CDUL2 dari Panasonic Manufacturing Indonesia.
GDI merupakan program apresiasi desain nasional yang diselenggarakan Kemendag melalui Indonesia Design Development Center (IDDC). Program ini memberikan pengakuan kepada produk-produk Indonesia yang unggul dari sisi desain, inovasi, fungsi, kualitas, serta berpotensi bersaing di pasar global. Melalui GDI, Kemendag juga mendorong pelaku usaha untuk menjadikan desain sebagai strategi peningkatan nilai tambah produk dan penguatan daya saing ekspor Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menambahkan, penyelenggaraan GDI tahun ini memiliki nilai strategis semakin besar. Hal itu berkat integrasi dengan jejaring penghargaan desain internasional di Taiwan dalam Golden Pin Design Award sebagai ajang keikutsertaan baru bagi produk-produk Indonesia selain G-Mark yang sudah berjalan di Jepang.
“Tahun ini menandai satu dekade penyelenggaraan GDI sekaligus mengawali kerja sama strategis Kemendag dengan Taiwan Design Research Institute (TDRI). Para pemenang GDI akan dikirim ke G-Mark di Jepang dan diikutsertakan dalam Golden Pin Design Award di Taiwan. Kami sangat optimistis kualitas peserta tahun ini jauh lebih baik dan semakin banyak produk Indonesia yang berhasil meraih di G-Mark maupun Golden Pin,” jelas Ari.
Proses penjurian GDI 2026 dilakukan bertahap. Penjurian Tahap I dilaksanakan secara daring pada 8–10 Juni 2026 yang menyaring 198 produk dari total 345 produk terdaftar. Produk-produk tersebut kemudian mengikuti penjurian tahap akhir yang diselenggarakan di IDDC Jakarta, Kamis, (2/7).
Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, Kemendag melibatkan enam dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, industri, asosiasi profesi, dan lembaga desain internasional. Dewan juri dipimpin Ketua Umum Asosiasi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII) Prananda L. Malasan. Dewan juri beranggotakan Ari Satria (Kemendag), Donny Adhi Yuwono (PT Toyota-Astra Motor), Cita Tahir (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia/ADGI dan Milestone Branding Solutions), Shigeru Asakura (Japan Institute of Design Promotion/JDP), serta Patrick Hung (Taiwan Design Research Institute/TDRI). Kolaborasi tersebut memastikan setiap produk dinilai secara komprehensif berdasarkan berbagai aspek yangmeliputi inovasi, fungsi, estetika, keberlanjutan, kualitas manufaktur, hingga potensi komersial di pasar global.
Prananda L. Malasan, menilai kualitas peserta GDI terus menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, produk-produk tahun ini jauh lebih beragam dari aspek penggunaan material, fungsionalitas, hingga peruntukannya. Ia bahkan mengungkapkan perdebatan dewan juri dalam menentukan pemenang karena kualitas produk peserta yang sangat bersaing ketat.
“Kualitas produk yang sangat selaras dengan tema bahkan sempat memicu perdebatan sengit di antara para juri dalam menentukan pemenang. Kami terus berharap semakin banyak desainer tanah air yang berani bereksperimen dengan desain, bentuk, fungsi, dan penggunaan bahan baku. Dengan begitu, produk Indonesia unggul secara kualitas sekaligus mampu berdampak positif terhadap aspek sosial, budaya, dan lingkungan,” kata Prananda.
Selaras dengan Prananda, Patrick Hung juga mengapresiasi kualitas karya yang ditampilkan para peserta. Ia menyoroti daya tarik produk-produk furnitur yang dilombakan karena penggunaan material khas Indonesia dan kemampuan desainer Indonesia dalam mengolah material tersebut dengan maksimal. Ia juga menyoroti pertumbuhan signifikan pada kategori elektronik. Patrick berharap, sinergi GDI dan Golden Pin membawa dampak positif bagi Indonesia dan Taiwan.
“Tahun ini, produk furnitur menjadi salah satu yang cukup menarik karena keunggulan dan keberagaman material khas Indonesia, serta didukung para desainer berbakat yang mampu mengolah potensi tersebut secara optimal. Di sisi lain, pertumbuhan signifikan pada kategori elektronik dan teknologi juga menunjukkan bahwa industri manufaktur Indonesia tengah berkembang pesat,” kata Patrick.
--selesai--