Pacu Kinerja Ekspor Nasional, Wamendag Apresiasi Peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia
Jakarta, 25 Mei 2026 - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan, pemerintah terus berusaha meningkatkan kinerja ekspor nasional melalui berbagai upaya strategis. Dengan mengoptimalkan upaya tersebut, diharapkan komoditas unggulan Indonesia dapat makin bersaing di pasar global, memperluas jangkauan pasar nontradisional, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Prospera (Australia-Indonesia Partnership for Economic Development) atas kerja kerasnya dalam mewujudkan Dasbor Potensi Ekspor Indonesia sebagai salah satu upaya nyata peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Wamendag Roro dalam Peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (25/5).
Menurut Wamendag Roro, Dasbor Potensi Ekspor Indonesia merupakan wujud semangat kolaborasi penguatan dukungan teknis dan pemanfaatan analisis berbasis data dalam perumusan kebijakan perdagangan. Pada akhirnya, dasbor ini akan mendorong kontribusi ekspor daerah yang bersifat katalis bagi kinerja ekspor nasional. “Pemerintah daerah di berbagai provinsi diharapkan turut memanfaatkan dasbor ini untuk menggali dan merealisasikan potensi ekspor unik di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kebijakan perdagangan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data. Selama ini, Kementerian Perdagangan berupaya menghimpun reliable supplier/eksportir Indonesia pada satu wadah serta inaexport serta mengelola informasi dari sisi permintaan global, yaitu data peluang pasar dan preferensi buyer yang dihimpun perwakilan perdagangan di luar negeri.
“Dasbor Potensi Ekspor Indonesia dapat melengkapi data tersebut dari sisi penawaran, yaitu potensi komoditas unggulan di tingkat daerah dan peta daya saing produk-produk Indonesia. Integrasi antara permintaan yang kami miliki dengan data potensi daerah yang ada dalam dasbor ini memungkinkan untuk kita melakukan upaya penjajakan yang lebih tepat sasaran,” terang Wamendag Roro.
Wamendag Roro menambahkan, dalam konteks diversifikasi pasar, kita tidak boleh hanya bertumpu pada pasar tradisional. Kawasan Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Asia Tengah menawarkan ruang pertumbuhan yang menjanjikan dengan basis konsumen yang terus berkembang dan kebutuhan impor yang masih tinggi. Data potensi daerah yang terdapat dalam dasbor ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi komoditas-komoditas yang kompetitif untuk memasuki pasar di negara kawasan-kawasan tersebut.
Di samping itu, Kementerian Perdagangan terus memperkuat berbagai instrumen pendukung ekspor yang dapat dimanfaatkan seluruh pemangku kepentingan, salah satunya melalui program UMKM BISA Ekspor. Pada periode Januari—April 2026, program ini telah mencatat 278 kegiatan, terdiri atas 146 pitching dan 132 pertemuan dengan buyer yang diikuti 552 pelaku usaha yang berbeda.
Kegiatan tersebut berhasil membukukan capaian transaksi sebesar USD 107,34 juta yang terdiri atas purchase order USD 11,72 juta dan potensi transaksi sebesar USD 95,62 juta. Capaian ini didukung partisipasi 13 pembina UMKM dari berbagai institusi. Angka ini membuktikan bahwa fasilitasi yang dilakukan secara rutin dapat mendorong transaksi yang nyata. Kementerian Perdagangan juga memiliki platform InaExport sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk Indonesia kepada calon buyer mancanegara dan Cek Ekspor sebagai instrumen self assessment untuk menilai secara mandiri tingkat kesiapan usahanya memasuki pasar ekspor.
Lebih lanjut, Trade Expo Indonesia 2026 yang akan diselenggarakan pada 14—18 Oktober 2026 mendatang juga menjadi kegiatan tahunan Kementerian Perdagangan untuk menampilkan keunggulan produk Indonesia di hadapan pasar internasional. “TEI memiliki jumlah buyer internasional yang terus meningkat, dari yang sebelumnya sekitar 3.000 buyers, pada 2025 mencetak rekor dengan menghadirkan 8.000 buyers dari lebih 100 negara. Pameran ini memfasilitasi pertemuan tatap muka antara pelaku usaha lokal dan pembeli internasional,” jelas Wamendag Roro.
Wakil Menteri PPN, Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan, Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Dasbor Potensi Ekspor Indonesia sebagai instrumen strategis berbasis data. Dasbor ini diharapkan dapat menjadi referensi bersama bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga UMKM untuk mengidentifikasi peluang pasar, menentukan prioritas produk unggulan, membaca tren perdagangan global, dan menyusun strategi ekspor yang lebih terintegrasi.
“Penggunaan dasbor ini diharapkan mampu meningkatkan angka ekspor, serta membangun ekspor Indonesia yang lebih kompetitif, inklusif, bernilai tambah, dan mampu menciptakan kesejahteraan yang merata,” tegasnya.
Salah satu peserta acara yang merupakan perwakilan Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Ukhti memandang, kehadiran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia dinilai akan sangat membantu pihak asosiasi dan anggotanya dalam mencari database serta menyediakan data yang mendukung perluasan pasar ekspor industri besi dan baja Indonesia. “Kehadiran dasbor ini akan menjadi instrumen yang sangat berguna bagi asosiasi dan seluruh anggota kami. Tidak hanya mempermudah akses terhadap basis data yang akurat, dasbor ini juga menyediakan data strategis yang kami butuhkan untuk mendukung perluasan pasar ekspor industri besi dan baja Indonesia di pasar global," tutupnya.
“Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Prospera (Australia-Indonesia Partnership for Economic Development) atas kerja kerasnya dalam mewujudkan Dasbor Potensi Ekspor Indonesia sebagai salah satu upaya nyata peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Wamendag Roro dalam Peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (25/5).
Menurut Wamendag Roro, Dasbor Potensi Ekspor Indonesia merupakan wujud semangat kolaborasi penguatan dukungan teknis dan pemanfaatan analisis berbasis data dalam perumusan kebijakan perdagangan. Pada akhirnya, dasbor ini akan mendorong kontribusi ekspor daerah yang bersifat katalis bagi kinerja ekspor nasional. “Pemerintah daerah di berbagai provinsi diharapkan turut memanfaatkan dasbor ini untuk menggali dan merealisasikan potensi ekspor unik di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kebijakan perdagangan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data. Selama ini, Kementerian Perdagangan berupaya menghimpun reliable supplier/eksportir Indonesia pada satu wadah serta inaexport serta mengelola informasi dari sisi permintaan global, yaitu data peluang pasar dan preferensi buyer yang dihimpun perwakilan perdagangan di luar negeri.
“Dasbor Potensi Ekspor Indonesia dapat melengkapi data tersebut dari sisi penawaran, yaitu potensi komoditas unggulan di tingkat daerah dan peta daya saing produk-produk Indonesia. Integrasi antara permintaan yang kami miliki dengan data potensi daerah yang ada dalam dasbor ini memungkinkan untuk kita melakukan upaya penjajakan yang lebih tepat sasaran,” terang Wamendag Roro.
Wamendag Roro menambahkan, dalam konteks diversifikasi pasar, kita tidak boleh hanya bertumpu pada pasar tradisional. Kawasan Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Asia Tengah menawarkan ruang pertumbuhan yang menjanjikan dengan basis konsumen yang terus berkembang dan kebutuhan impor yang masih tinggi. Data potensi daerah yang terdapat dalam dasbor ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi komoditas-komoditas yang kompetitif untuk memasuki pasar di negara kawasan-kawasan tersebut.
Di samping itu, Kementerian Perdagangan terus memperkuat berbagai instrumen pendukung ekspor yang dapat dimanfaatkan seluruh pemangku kepentingan, salah satunya melalui program UMKM BISA Ekspor. Pada periode Januari—April 2026, program ini telah mencatat 278 kegiatan, terdiri atas 146 pitching dan 132 pertemuan dengan buyer yang diikuti 552 pelaku usaha yang berbeda.
Kegiatan tersebut berhasil membukukan capaian transaksi sebesar USD 107,34 juta yang terdiri atas purchase order USD 11,72 juta dan potensi transaksi sebesar USD 95,62 juta. Capaian ini didukung partisipasi 13 pembina UMKM dari berbagai institusi. Angka ini membuktikan bahwa fasilitasi yang dilakukan secara rutin dapat mendorong transaksi yang nyata. Kementerian Perdagangan juga memiliki platform InaExport sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk Indonesia kepada calon buyer mancanegara dan Cek Ekspor sebagai instrumen self assessment untuk menilai secara mandiri tingkat kesiapan usahanya memasuki pasar ekspor.
Lebih lanjut, Trade Expo Indonesia 2026 yang akan diselenggarakan pada 14—18 Oktober 2026 mendatang juga menjadi kegiatan tahunan Kementerian Perdagangan untuk menampilkan keunggulan produk Indonesia di hadapan pasar internasional. “TEI memiliki jumlah buyer internasional yang terus meningkat, dari yang sebelumnya sekitar 3.000 buyers, pada 2025 mencetak rekor dengan menghadirkan 8.000 buyers dari lebih 100 negara. Pameran ini memfasilitasi pertemuan tatap muka antara pelaku usaha lokal dan pembeli internasional,” jelas Wamendag Roro.
Wakil Menteri PPN, Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan, Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Dasbor Potensi Ekspor Indonesia sebagai instrumen strategis berbasis data. Dasbor ini diharapkan dapat menjadi referensi bersama bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga UMKM untuk mengidentifikasi peluang pasar, menentukan prioritas produk unggulan, membaca tren perdagangan global, dan menyusun strategi ekspor yang lebih terintegrasi.
“Penggunaan dasbor ini diharapkan mampu meningkatkan angka ekspor, serta membangun ekspor Indonesia yang lebih kompetitif, inklusif, bernilai tambah, dan mampu menciptakan kesejahteraan yang merata,” tegasnya.
Salah satu peserta acara yang merupakan perwakilan Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Ukhti memandang, kehadiran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia dinilai akan sangat membantu pihak asosiasi dan anggotanya dalam mencari database serta menyediakan data yang mendukung perluasan pasar ekspor industri besi dan baja Indonesia. “Kehadiran dasbor ini akan menjadi instrumen yang sangat berguna bagi asosiasi dan seluruh anggota kami. Tidak hanya mempermudah akses terhadap basis data yang akurat, dasbor ini juga menyediakan data strategis yang kami butuhkan untuk mendukung perluasan pasar ekspor industri besi dan baja Indonesia di pasar global," tutupnya.
--selesai--
Informasi lebih lanjut hubungi:
Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Bayu Nugroho
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor
Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional
Kementerian Perdagangan
Email:
p2ie@kemendag.go.id