Search

Dengarkan Berita Ini

Mendag RI dan Mendag Kepulauan Solomon bertemu di TEI, Dorong Penguatan Perdagangan dan Investasi

Kabupaten Tangerang, 16 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, Indonesia berpeluang untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Kepulauan Solomon. Upaya ini dapat ditempuh melalui penguatan hubungan antarpelaku usaha, diversifikasi perdagangan, serta penjajakan dialog dan kerja sama perdagangan. Dengan begitu, Indonesia dapat menjajaki pasar baru yang potensial sekaligus memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Mendag Busan dengan Menteri Perdagangan, Industri, Tenaga Kerja, dan Imigrasi Kepulauan Solomon, Harry Kuma pada Jumat, (16/10) di Kabupaten Tangerang, Banten. Pertemuan dilaksanakan di sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

“Indonesia melihat peluang besar untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Kepulauan Solomon. Kami ingin mendorong hubungan perdagangan yang semakin kuat, beragam dan saling menguntungkan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kemitraan bagi pelaku usaha kedua negara,” ujar Mendag Busan.

Ia menjelaskan, perdagangan Indonesia dan Kepulauan Solomon menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, Indonesia masih perlu memperkuat kinerja ekspor dan memperluas ragam produk yang diperdagangkan.

“Kami mendorong untuk mengoptimalkan potensi pasar yang belum dimanfaatkan. Produk Indonesia seperti turunan kelapa sawit, kopi, gula, dan produk pangan olahan, memiliki peluang untuk memperluas penetrasi pasar di Kepulauan Solomon. Pada saat yang sama, kami terbuka untuk menjajaki berbagai peluang perdagangan sesuai kebutuhan pasar,” lanjut Mendag Busan.

Selain peningkatan perdagangan, kedua negara juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antarpelaku usaha. Untuk itu, Mendag Busan mendorong optimalisasi promosi perdagangan, penjajakan bisnis (business matching), pertukaran delegasi bisnis, serta penyelenggaraan misi dagang guna mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Kepulauan Solomon secara langsung. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kemitraan baru dan mendorong peningkatan perdagangan serta investasi kedua negara.

Mendag Busan juga mengusulkan penjajakan dialog perdagangan antarpemerintah Indonesia dan Kepulauan Solomon setiap dua tahun sekali. Dialog tersebut diharapkan menjadi forum untuk mengidentifikasi hambatan perdagangan, membahas peluang kerja sama, serta menindaklanjuti potensi bisnis yang teridentifikasi melalui pertemuan antarpelaku usaha.

Di sisi lain, Menteri Harry mengapresiasi sambutan Indonesia bagi delegasi bisnis Kepulauan Solomon di TEI ke-41. Ia menilai, Kepulauan Solomon memiliki peluang untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, termasuk melalui pengembangan sektor-sektor potensial dan peningkatan akses terhadap produk pangan serta perikanan.

Harry juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan langsung antarpelaku usaha melalui kerja sama antara kamar dagang kedua negara. Ia berharap, forum bisnis dan fasilitasi pertemuan antarpengusaha dapat membuka peluang kemitraan baru, mendorong investasi, serta membantu pelaku usaha kedua negara memahami potensi pasar masing-masing.

Turut mendampingi Mendag Busan pada pertemuan, yaitu Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Johni Martha dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

Kepulauan Solomon menempati peringkat ke-126 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan peringkat ke-100 sebagai negara sumber impor nonmigas Indonesia. Pada Januari—Agustus 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 43,8 juta. Ekspor Indonesia ke Kepulauan Solomon tercatat sebesar USD 15,6 juta, sementara impor Indonesia dari Kepulauan Solomon USD 28,2 juta. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 40,8 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD 26,8 juta dan impornya USD 14,0 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Kepulauan Solomon di antaranya lemak dan minyak hewani atau nabati, olahan dari tepung, makanan olahan, tembakau, serta sabun dan preparat pembersih. Sedangkan, impor Indonesia dari Kepulauan Solomon meliputi bijih, kerak, dan abu logam; kakao dan cokelat; mesin dan peralatan listrik; mesin-mesin dan pesawat mekanik; serta buku dan barang cetakan. 

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN