Mendag Busan Dorong Optimalisasi AI untuk Pemasaran Produk UMKM
Jakarta, 9 September 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan kualitas produk dan mengimbanginya dengan kemampuan pemasaran digital. Menurut Mendag Busan, teknologi digital dapat membantu UMKM meningkatkan efektivitas pemasaran, termasuk membuka akses UMKM kepada konsumen yang lebih luas dan calon pembeli internasional. Ia pun mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) dalam pemasaran digital produk-produk mereka.
Hal ini disampaikan Mendag Busan saat membuka pendampingan “Gapai Pasar Global dengan AI” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Rabu, (9/9). Kegiatan tersebut merupakan sinergi Kementerian Perdagangan dengan Meta Indonesia dan UKMIndonesia.id.
“Produk yang bagus itu syarat pertama, setelah itu cara menjualnya. Produk yang berkualitas perlu diimbangi dengan pemasaran yang efektif agar dapat menjangkau konsumen, termasuk di pasar internasional. UMKM harus pintar berjualan, dan teknologi digital membuka kesempatan untuk pemasaran yang lebih luas,” ujar Mendag Busan.
Menurut Mendag Busan, AI dapat membantu pelaku UMKM dalam riset pasar, pembuatan konten, penyusunan strategi iklan, hingga komunikasi dengan calon buyer dari negara tujuan. Manfaat AI ini perlu terus dioptimalkan untuk mendorong kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor Indonesia yang mencapai 15,7 persen pada tahun 2025. “Sekarang sudah era digital. Teknologi digital harus kita manfaatkan untuk menembus pasar, terutama pasar di luar negeri,” ujar Mendag Busan.
Pada pembukaan pendampingan AI hari ini, turut hadir Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia dan Filipina Berni Moestafa, Pendiri UKMIndonesia.id Dewi Meisari, dan Pendiri Karya Nusantara Deasy Nurmalasari. Turut mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.
Gapai Pasar Global dengan AI merupakan program pendampingan yang mencakup 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta. Khusus seri Jakarta, terkurasi 100 peserta dari 580 pendaftar. Pendampingan ini mencakup lokakarya riset pasar global, penyusunan katalog digital, serta praktik pemasangan iklan melalui Meta Advantage+. Setelah rangkaian kegiatan hari ini, peserta mendapatkan pendampingan intensif selama tujuh hari untuk mengoptimalkan iklan dan menjaring calon pembeli.
Tahapan selanjutnya diarahkan pada kesiapan ekspor bersama perwakilan perdagangan RI di luar negeri, yakni atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Kolaborasi ini diwujudkan melalui seminar web (webinar) mengenai logistik, perjanjian ekspor, dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching). Hasil pendampingan juga akan ditindaklanjuti melalui penyerahan secara simbolis Katalog Ekspor UMKM kepada Menteri Perdagangan pada Forum Bisnis dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14—18 Oktober 2026 mendatang.
Mendag Busan juga menyampaikan, Kemendag mendukung penguatan pemasaran digital dengan melalui akses pasar secara langsung. Dalam hal ini, Kemendag memiliki Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang dapat menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan perwakilan perdagangan RI.
Sementara itu, Berni Moestafa dari Meta Indonesia mengatakan, program “Gapai Pasar Global dengan AI” merupakan bagian dari Small Business Growth Academy, yaitu program Meta di kawasan Asia Pasifik yang dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan AI dan pemasaran digital. Arah program ini juga sejalan dengan prioritas Kemendag dalam memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspor nasional serta memperkuat kesiapan ekspor pelaku UMKM.
Dalam kolaborasi pendampingan bersama Kemendag dan UMKMIndonesia.id, Meta Indonesia memberikan akses teknologi AI melalui pengenalan fitur Personalized AI dan Meta Business Agent yang dapat dimanfaatkan untuk mengotomatisasi balasan pesan dan membantu pembuatan konten. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari Road to Hari Belanja Online (Harbolnas) 2026 dimana dalam kesempatan ini Meta juga memberikan dukungan dalam bentuk promosi melalui media sosial untuk memperluas kampanye Harbolnas 2026.
Menurut Berni, salah satu tantangan yang konsisten ditemukan dalam pendampingan UMKM di Batam dan Bandung adalah kemampuan produk untuk ditemukan calon konsumen, bukan persoalan kualitas produk. Untuk menjawab tantangan tersebut, Meta memperkenalkan pemanfaatan AI melalui berbagai solusi mulai dari pembuatan konten hingga alih bahasa. “Kami optimistis semakin banyak UMKM lokal dapat bersaing di pasar global dengan mengoptimalkan perangkat AI,” kata Berni.
Salah satu peserta pendampingan, Novita, pemilik Dapoer Mak Kim, mengatakan, pengenalan AI hari ini membantunya memperdalam pemanfaatan AI untuk pemasaran digital. Novita berharap, pendampingan kolaborasi ini dapat membantu UMKM untuk semakin meningkatkan kemampuan pemasaran digital. Ia juga berharap, dukungan pemerintah terhadap UMKM terus diperluas, termasuk dalam membuka akses pasar ekspor.