Mendag Busan Dorong Mahasiswa UMMAT Maratam Jadi Eksportir Muda melalui Campuspreneur
Mendag Busan Dorong Mahasiswa UMMAT Maratam
Jadi Eksportir Muda melalui Campuspreneur
Mataram, 6 November 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi wirausaha dan eksportir muda melalui Program Campuspreneur. Ajakan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertema “Kebijakan Perdagangan Indonesia” di UMMAT, Mataram, NTB, Kamis (5/11). Melalui program ini, Kemendag membekali mahasiswa dengan kemampuan mengembangkan produk berstandar ekspor hingga menjangkau pembeli internasional.
Mendag Busan menegaskan, Campuspreneur tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha generasi muda, tetapi juga mencetak eksportir baru dari perguruan tinggi. Mahasiswa dibina melalui pelatihan ekspor dan pengembangan produk, hingga dicarikan calon pembeli (buyer) mancanegara.
“Melalui Campuspreneur, kami ingin mahasiswa menjadi wirausaha sekaligus eksportir. Kami dampingi mulai dari pelatihan, standardisasi produk, pengemasan, hingga mencarikan buyer di pasar global,” ujar Mendag Busan.
Hingga November 2026, sebanyak 27 perguruan tinggi telah bergabung dalam Program Campuspreneur yang diluncurkan pada 2 April 2026. Hasilnya mulai terlihat di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Sebanyak 25 UMKM dari 20 perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam TEI membukukan potensi transaksi sebesar USD 24,57 juta.
Mendag Busan menjelaskan, mahasiswa juga dapat berperan sebagai agregator ekspor, yakni membantu memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah memenuhi persyaratan pasar internasional. Melalui dukungan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), mahasiswa dapat mempelajari cara menemukan pembeli, memahami kebutuhan pasar, dan memperluas jejaring bisnis internasional tanpa meninggalkan perkuliahan.
Campuspreneur merupakan salah satu dari empat klaster yang berada dalam program prioritas Kemendag, yaitu “Dari Lokal untuk Global”. Bersama dua program lainnya, yaitu “Pengamanan Pasar Dalam Negeri” dan “Perluasan Pasar Ekspor”, program-program prioritas Kemendag diarahkan untuk memperkuat daya saing produk nasional, menjaga pasar domestik, serta memperluas akses global produk Indonesia.
Dalam kuliah umum tersebut, Mendag Busan turut memaparkan kinerja perdagangan Indonesia di tengah tantangan global. Secara kumulatif, ekspor Indonesia pada Januari–September 2026 tumbuh 5,58 persen. Menurut Mendag Busan, pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga akses pasar ekspor sekaligus mempersiapkan pelaku usaha baru yang mampu bersaing secara internasional.
Dalam kuliah umum tersebut, Mendag Busan turut memaparkan kinerja perdagangan Indonesia di tengah tantangan global. Secara kumulatif, ekspor Indonesia pada Januari–September 2026 tumbuh 5,58 persen. Menurut Mendag Busan, pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga akses pasar ekspor sekaligus mempersiapkan pelaku usaha baru yang mampu bersaing secara internasional.
Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMMAT, Nur Bulan, menyambut positif sosialisasi Program Campuspreneur. Menurutnya, program tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang berwirausaha sejak kuliah sekaligus memberikan pemahaman tentang pengembangan produk, strategi pemasaran, dan akses pasar ekspor agar mampu bersaing di tingkat internasional.
“Program Campuspreneur memberi kami wawasan dan motivasi untuk mulai berwirausaha sejak kuliah. Kami jadi tahu bahwa mahasiswa juga punya peluang mengembangkan produk lokal hingga ke pasar global,” ujar Nur Bulan.
Melalui Campuspreneur, Kemendag terus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan berorientasi ekspor. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak wirausaha muda, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperluas kontribusi mahasiswa terhadap ekspor nasional.
--selesai--