Mendag Busan Dorong ASN Purnabakti Tetap Berkarya Melalui Wirausaha
Jakarta, 13 Agustus 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Perdagangan yang telah memasuki masa purnabakti untuk terus berkarya melalui jalur wirausaha. Menurutnya, batas usia pensiun bukan penghalang untuk terus beraktivitas dan mencoba hal-hal baru. Ia pun mengajak para pegawai purnabakti untuk kembali belajar dan menjajaki jalur wirausaha yang membuka berbagai peluang baru setelah pensiun dari kementerian dan lembaga.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada lokakarya “Purnabakti Berwirausaha: Dari Pengabdian Menuju Kesejahteraan” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Rabu, (12/8). Lokakarya tersebut merupakan kolaborasi Kemendag dengan Indomaret dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Masa pensiun menjadi kesempatan untuk mempunyai kebebasan dan waktu untuk berkarya. Bapak dan Ibu dapat memanfaatkan masa purnabakti dengan berwirausaha. Kemendag mendorong pegawai purnabakti untuk tetap produktif,” ujar Mendag Busan.
Selain berkarya melaui wirausaha, Mendag Busan menyampaikan, pegawai purnabakti juga dapat belajar menjadi eksportir melalui program-program unggulan Kemendag yang bertujuan mendorong ekspor. “Kemendag memiliki program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Bapak dan Ibu pelaku usaha presentasi ke perwakilan dagang di luar negeri, kemudian perwadag akan mencarikan buyer,” ujar Mendag Busan.
Turut hadir mendampingi Mendag Busan dalam kegiatan pembekalan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, dan Inspektur Jenderal Kemendag Helmy Santika.
Sekretaris Jenderal Kemendag sekaligus Ketua Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera, Isy Karim memberikan pernyataan senada. Isy mendorong para calon purnabakti untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sebagai salah satu bekal dalam mempersiapkan masa purnabakti. “Melalui pembekalan ini, kami berharap Bapak dan Ibu dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan yang produktif, mandiri, serta mengelola keuangan di masa purnabakti dengan baik,” ujar Isy.
Skema Kerja Sama Grosir dan Bantuan Permodalan
Lokakarya pembekalan purnabakti diikuti 178 pegawai Kemendag yang akan memasuki masa pensiun dalam empat tahun ke depan. Mendag Busan menyampaikan, Kemendag mendorong para calon purnabakti untuk mempersiapkan masa pensiun secara produktif, salah satunya dengan merintis usaha melalui kerja sama grosir dan bantuan permodalan yang disinergikan Kemendag. Terdapat program Toko Mandiri Indogrosir (TMI) dari Indomaret Group dan dukungan pembiayaan dari BRI untuk mewujudkan hal tersebut.
“TMI dapat dilihat sebagai skema waralaba sehingga Bapak dan Ibu dapat memulai usaha tidak dari nol. Manfaatkan garasi rumah, kemudian Indogrosir dapat mempersiapkan barang dagangan, penataan toko, hingga manajemennya. Kemudian, BRI dapat membantu memberikan pinjaman sesuai kebutuhan tanpa agunan,” ujar Mendag Busan.
Chief Executive Officer Indomaret Group, Sinarman Jonatan, mendukung program pembekalan yang diadakan oleh Kemendag. Sinarman menilai, pembekalan kewirausahaan bagi calon purnabakti merupakan langkah nyata dari Kemendag untuk mempersiapkan kehidupan setelah pensiun.
“Lokakarya menjadi suatu persiapan bagi mereka yang ingin berwirausaha. Pegawai purnabakti bisa memilih kira-kira produk-produk apa yang bisa kami tawarkan, kemudian akan kami ajarkan sampai menjadi wirausaha,” ujar Sinarman.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking, Aris Hartanto, menyampaikan, BRI siap untuk mendukung dan memberikan manfaat bagi calon purnabakti. “Kami berusaha untuk memberikan pelayanan dan sinergi bisnis kepada Kemendag maupun kepada seluruh pekerja. Kami akan mendukung segala kebutuhan pekerja dalam merencanakan masa pensiun, khususnya persiapan purnabakti dalam berwirausaha,” ujar Aris.
Salah satu pegawai Kemendag, Wisnu Haryo Samudro, yang tahun ini akan pensiun, menyambut baik kegiatan lokakarya yang diadakan Kemendag. “Menurut saya, kegiatan ini baik sekali untuk mempersiapkan pegawai pensiun. Kami menjadi menjadi lebih siap dengan adanya aktivitas, dan hal ini perlu dipertahankan. Saya berharap, usaha di bidang jasa juga dapat difasilitasi,” ujar Wisnu.
Sementara itu, calon purnabakti Kemendag lainnya yang turut hadir, yakni Teguh Sayekti, turut mengapresiasi kegiatan yang diadakan Kemendag. “Menurut saya, kegiatan ini bagus sekali karena melibatkan pemangku kepentingan seperti Indomaret, dan BRI. Kami berharap agar didampingi,” ujar Teguh.
--selesai--