Melalui Katalis 2.0, Indonesia Pererat Kerja Sama Ekonomi Strategis dengan Australia
Jakarta, 14 Juli 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menerangkan, pelaksanaan Katalis 1.0 telah memberikan manfaat signifikan bagi Indonesia dan Australia serta menjadi landasan bagi penguatan kerja sama melalui Katalis 2.0. Program tersebut membuktikan bahwa kerja sama ekonomi yang dirancang dengan baik dapat menjembatani sisi kebijakan dan praktik secara nyata. Hal ini disampaikannya dalam acara Peluncuran Program Katalis 2.0 di Jakarta, Senin (13/7).
“Selama pelaksanaannya selama lima tahun (2021—2025), Katalis 1.0 telah memperkuat akses pasar, mendukung kemitraan bisnis yang berkelanjutan secara komersial, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, memfasilitasi dialog kebijakan, serta membantu memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Kini, peluncuran Katalis 2.0 menjadi tonggak penting dalam kemitraan yang terus berkembang antara Indonesia dan Australia,” jelas Wamendag Roro.
Menurutnya, peluncuran Katalis 2.0 bukan sekadar menandai dimulainya fase baru sebuah program. Namun, peluncuran ini merupakan penegasan kembali komitmen kedua negara untuk mengubah peluang yang tercipta melalui Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) menjadi hasil ekonomi nyata yang bermanfaat bagi dunia usaha, pekerja, dan masyarakat di kedua negara. Tujuan ini selaras dengan misi Katalis 2.0 untuk memperkuat pelaksanaan IA-CEPA melalui kerja sama praktis antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan.
“Capaian dari program Katalis tecermin dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari fasilitasi ekspor produk pertanian premium dan kakao Indonesia ke Australia, dukungan kemitraan pengembangan keterampilan di bidang perawatan lansia, akselerasi inovasi digital, hingga pemberdayaan perempuan wirausahawan dalam perdagangan internasional,” urai Wamendag Roro.
Lebih lanjut, Wamendag Roro menjelaskan, bagi Kementerian Perdagangan RI, fase baru Katalis ini turut menandai tanggung jawab yang lebih besar. Melalui Pilar 1 Program Kerja Sama Ekonomi IA-CEPA, Kementerian Perdagangan RI akan memegang peran koordinasi yang lebih kuat untuk memastikan kerja sama ekonomi tersebut menghasilkan capaian yang praktis dan terukur.
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite mengatakan, program Katalis 2.0 akan memperdalam hubungan ekonomi Indonesia dan Australia dengan membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, pengembangan keterampilan, serta kemitraan bisnis.
“Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Bersama-sama, kita telah menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan kemakmuran bersama bagi kedua negara,” terangnya.
Wamendag Roro menambahkan, keberhasilan Katalis 2.0 tidak akan diukur dari sekadar jumlah lokakarya atau laporan yang dibuat. Keberhasilan tersebut akan diukur dari jumlah pelaku usaha yang memasuki pasar baru, lapangan kerja berkualitas yang tercipta, fasilitasi investasi, serta kemitraan jangka panjang yang terbangun antara kedua negara.
“Mari kita terus bekerja sama dengan ambisi, rasa saling percaya, dan visi bersama untuk memastikan bahwa IA-CEPA tetap menjadi wadah yang dinamis bagi kerja sama ekonomi yang lebih mendalam, serta menjadikan Katalis 2.0 sebagai pendorong bagi kemakmuran, ketahanan, dan pertumbuhan inklusif yang lebih besar bagi kedua negara,” pungkas Wamendag Roro.
--selesai--
Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Basaria Tiara L. Gaol
Direktur Perundingan Bilateral
Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan
Email:
dit.bilateral@kemendag.go.id