Lebih dari Sekadar Bertetangga, Indonesia dan Malaysia Perkuat Hubungan Ekonomi Lewat Selangor
Jakarta, 8 Juli 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Malaysia dalam memperkuat persahabatan yang telah lama terjalin serta kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya melalui kerja sama antara Indonesia dan Negara Bagian Selangor. Hal ini disampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Besar Selangor, Dato' Seri Amirudin Bin Shari yang berlangsung di Jakarta, hari ini, Rabu (8/7).
“Indonesia dan Malaysia tidak hanya memiliki kedekatan geografis, tetapi juga ikatan sejarah, budaya, dan hubungan antarwarga yang mendalam. Lebih jauh, Selangor memainkan peran vital sebagai pusat ekonomi terbesar di Malaysia serta menjadi pusat penting bagi perdagangan, investasi, dan logistik. Posisi strategis tersebut menjadikan Selangor salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di Malaysia,” terang Wamendag Roro.
Wamendag Roro mengungkapkan, Indonesia bangga menjadi mitra dagang terbesar keenam bagi Selangor, dengan kontribusi sekitar 4,4 persen terhadap total perdagangan Selangor, yang didukung oleh konektivitas logistik yang kuat melalui Pelabuhan Klang dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). “Perekonomian kedua pihak sangat saling melengkapi. Indonesia memasok komoditas, sumber daya alam, produk pangan, dan barang konsumsi, sementara Selangor menyediakan produk manufaktur bernilai tambah tinggi,” urainya.
Dalam kesempatan ini, Wamendag Roro juga menyampaikan apresiasinya atas pemilihan kota Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) @ASEAN 2026 pada 9—10 Juli 2026 yang merupakan pertama kalinya diadakan di luar Malaysia. Kegiatan ini diyakini akan menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan bisnis dan investasi antara Indonesia dan Selangor, sekaligus mendorong pengembangan rantai pasok regional yang lebih tangguh.
“Di luar hubungan perdagangan yang kuat, kami yakin Indonesia dan Selangor memiliki peluang besar untuk memperdalam kerja sama di sektor-sektor strategis. Kami melihat potensi kerja sama yang kuat dalam industri bernilai tinggi, termasuk semikonduktor, manufaktur maju, penerbangan, dan sektor-sektor baru lainnya,” imbuh Wamendag Roro.
Menurut Wamendag Roro, Indonesia menyambut baik peluang kerja sama dalam pengembangan talenta semikonduktor, termasuk melalui Advanced Semiconductor Academy of Malaysia (ASEM), guna memperkuat sumber daya manusia di industri strategis ini.
“Selain itu, kami juga melihat potensi besar untuk meningkatkan kerja sama di bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Vokasi (TVET), dengan memanfaatkan pengalaman Selangor dalam mencetak tenaga kerja yang siap kerja di industri,” jelasnya.
Menteri Besar Selangor, Dato' Seri Amirudin Bin Shari menyampaikan, dengan populasi terbesar di Malaysia dan aktivitas ekonomi yang tinggi, Selangor menawarkan peluang kolaborasi yang luas dengan Indonesia dalam hal ketahanan pangan dan energi, pengembangan bakat, serta ekspansi bisnis. “Dengan kerja sama yang terus ditingkatkan dan dipererat, hubungan bilateral kedua negara diharapkan mampu menciptakan sinergi strategis yang kuat, serta membuka peluang investasi baru yang saling menguntungkan bagi masyarakat di kedua wilayah,” terangnya.
Wamendag Roro menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Malaysia dan Negara Bagian Selangor guna membangun ekonomi kawasan yang lebih kuat, inovatif, dan tangguh. “Kami yakin, melalui kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, kalangan dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat membuka peluang-peluang baru yang tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan Indonesia dan Selangor, tetapi juga pada pertumbuhan berkelanjutan dan daya saing ASEAN secara keseluruhan,” tutup Wamendag Roro.
--selesai--
“Indonesia dan Malaysia tidak hanya memiliki kedekatan geografis, tetapi juga ikatan sejarah, budaya, dan hubungan antarwarga yang mendalam. Lebih jauh, Selangor memainkan peran vital sebagai pusat ekonomi terbesar di Malaysia serta menjadi pusat penting bagi perdagangan, investasi, dan logistik. Posisi strategis tersebut menjadikan Selangor salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di Malaysia,” terang Wamendag Roro.
Wamendag Roro mengungkapkan, Indonesia bangga menjadi mitra dagang terbesar keenam bagi Selangor, dengan kontribusi sekitar 4,4 persen terhadap total perdagangan Selangor, yang didukung oleh konektivitas logistik yang kuat melalui Pelabuhan Klang dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). “Perekonomian kedua pihak sangat saling melengkapi. Indonesia memasok komoditas, sumber daya alam, produk pangan, dan barang konsumsi, sementara Selangor menyediakan produk manufaktur bernilai tambah tinggi,” urainya.
Dalam kesempatan ini, Wamendag Roro juga menyampaikan apresiasinya atas pemilihan kota Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) @ASEAN 2026 pada 9—10 Juli 2026 yang merupakan pertama kalinya diadakan di luar Malaysia. Kegiatan ini diyakini akan menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan bisnis dan investasi antara Indonesia dan Selangor, sekaligus mendorong pengembangan rantai pasok regional yang lebih tangguh.
“Di luar hubungan perdagangan yang kuat, kami yakin Indonesia dan Selangor memiliki peluang besar untuk memperdalam kerja sama di sektor-sektor strategis. Kami melihat potensi kerja sama yang kuat dalam industri bernilai tinggi, termasuk semikonduktor, manufaktur maju, penerbangan, dan sektor-sektor baru lainnya,” imbuh Wamendag Roro.
Menurut Wamendag Roro, Indonesia menyambut baik peluang kerja sama dalam pengembangan talenta semikonduktor, termasuk melalui Advanced Semiconductor Academy of Malaysia (ASEM), guna memperkuat sumber daya manusia di industri strategis ini.
“Selain itu, kami juga melihat potensi besar untuk meningkatkan kerja sama di bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Vokasi (TVET), dengan memanfaatkan pengalaman Selangor dalam mencetak tenaga kerja yang siap kerja di industri,” jelasnya.
Menteri Besar Selangor, Dato' Seri Amirudin Bin Shari menyampaikan, dengan populasi terbesar di Malaysia dan aktivitas ekonomi yang tinggi, Selangor menawarkan peluang kolaborasi yang luas dengan Indonesia dalam hal ketahanan pangan dan energi, pengembangan bakat, serta ekspansi bisnis. “Dengan kerja sama yang terus ditingkatkan dan dipererat, hubungan bilateral kedua negara diharapkan mampu menciptakan sinergi strategis yang kuat, serta membuka peluang investasi baru yang saling menguntungkan bagi masyarakat di kedua wilayah,” terangnya.
Wamendag Roro menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Malaysia dan Negara Bagian Selangor guna membangun ekonomi kawasan yang lebih kuat, inovatif, dan tangguh. “Kami yakin, melalui kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, kalangan dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat membuka peluang-peluang baru yang tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan Indonesia dan Selangor, tetapi juga pada pertumbuhan berkelanjutan dan daya saing ASEAN secara keseluruhan,” tutup Wamendag Roro.
--selesai--
Informasi lebih lanjut hubungi:
Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Basaria Tiara L. Gaol
Direktur Perundingan Bilateral
Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan
Email:
dit.bilateral@kemendag.go.id