Search

Dengarkan Berita Ini

Kunjungi UMKM Keripik Brownies di Surabaya, Wamendag Roro: UMKM Lokal Siap Bersaing Global

Surabaya, 29 April 2026 – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi pabrik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat perkembangan, produksi, dan fasilitas yang dimiliki UMKM tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong UMKM lokal bersaing di pasar global.

Wamendag Roro menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan terus berkomitmen memfasilitasi UMKM, baik untuk memperluas akses pasar di dalam negeri maupun menembus pasar internasional. “Selain mendorong ekspor, Kementerian Perdagangan juga berupaya memperluas distribusi produk UMKM ke ritel modern. Saat ini, Bron Chips telah berhasil menembus jaringan ritel modern Indomaret, sehingga produknya makin mudah dijangkau konsumen,” ujar Wamendag Roro.

Lebih lanjut, Wamendag Roro menyampaikan bahwa di tengah dinamika geopolitik global, pemerintah terus memperkuat akses pasar melalui berbagai perjanjian dagang internasional. Sejumlah kerja sama yang telah dijalin di antaranya dengan Peru, Kanada, kawasan Eurasia, serta Uni Eropa.

Menurut Wamendag Roro, perjanjian dagang tersebut merupakan fondasi penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor. “Kita harus terus membuka akses pasar baru agar pelaku usaha, termasuk UMKM, memiliki peluang yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, pendiri Bron Chips, Mega Siswindarto menyambut positif kunjungan Wamendag Roro. Ia mengaku dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam hal perluasan akses pemasaran. Bron Chips pernah mengikuti Export Coaching Program (ECP) dari Kementerian Perdagangan. ECP merupakan program pendampingan yang komprehensif untuk pelaku usaha berorientasi ekspor agar mampu melakukan ekspor secara mandiri. “Kami berharap ke depan, makin banyak kerja sama dengan ritel modern lain, sehingga produk UMKM Bron Chips dapat tersebar lebih luas di berbagai daerah,” ungkap Mega.

Pada kesempatan yang sama, anggota pendiri (co-founder) Bron Chips, Fikri Pratiwi mengatakan bahwa selama ini, Bron Chips sudah melakukan pengiriman ke luar negeri, tetapi belum rutin dan volumenya masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan berkelanjutan untuk memperkuat ekspor produk mereka.

Kunjungan ke Ritel Modern Indomaret di Surabaya

Setelah mengunjungi pabrik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Keripik Brownies Bron Chips, Wamendag Roro melanjutkan agendanya dengan berkunjung ke ritel modern Indomaret di Surabaya, Jawa Timur. Pada kesempatan ini, Wamendag Roro meninjau langsung ketersediaan produk UMKM di gerai ritel modern. Ia mengapresiasi komitmen Indomaret dalam mendukung pemasaran produk UMKM melalui kerja sama yang telah terjalin.

“Selain memberikan ruang bagi UMKM, ritel modern juga menghadirkan berbagai promo yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan begitu, produk UMKM bisa makin diminati,” ujar Wamendag Roro.

Wamendag Roro menginginkan sinergi antara UMKM dan ritel modern dapat terus diperkuat, sehingga makin banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan pasar. “Kami berharap, kerja sama seperti ini terus berkembang, sehingga produk-produk UMKM makin variatif, dikenal luas, dan diminati masyarakat,” pungkas Wamendag Roro.

Ditemui di lokasi yang sama, Development Manager Indomaret Surabaya, Guntur Buntoro menyampaikan harapannya terhadap dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor ritel. Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, industri ritel, dan UMKM perlu terus diperkuat agar ekosistem perdagangan makin berkembang.

“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis ritel modern dapat terus menjadi mitra strategis dalam memperluas pemasaran produk UMKM,” tandasnya.

Dialog dengan Pelaku UMKM di Depot Bu Rudy Surabaya

Selain mengunjungi UMKM dan ritel modern, Wamendag Roro juga berdialog dengan enam pelaku UMKM di pusat kuliner dan oleh-oleh Depot Bu Rudy, Surabaya, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerap berbagai aspirasi terkait pengembangan bisnis para pelaku UMKM.

Sejumlah pelaku UMKM yang hadir yaitu perwakilan PT Adelia Surya Tirta Kencana yang menghasilkan produk olahan ledre dan camilan, CV Tirta Ayu Spa yang menawarkan jasa dan produk perawatan diri, serta Dolog Gede dengan produk batiknya. Berikutnya, MY Kayu dengan tumbler dan suvenir kayu jati, UD D’Jati Lounge yang bergerak di bidang makanan dan minuman (mamin), serta Jolie Moda yang memproduksi sepatu untuk perempuan.

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari CV Tirta Ayu Spa, Felly menyatakan bahwa usahanya telah berhasil menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Afrika. “Produk kami sudah diekspor ke beberapa negara, seperti Nigeria dan Eswatini. Kami juga mengembangkan layanan spa di sana, termasuk membawa tenaga kerja terlatih dari Indonesia,” ujar Felly.

Menurut Felly, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah, terutama melalui ajang pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia (TEI) yang membuka peluang untuk bertemu dengan investor dan mitra bisnis.

Sementara itu, pemilik pusat kuliner dan oleh-oleh Depot Bu Rudy, Lanny Siswadi mengatakan bahwa pihaknya turut memfasilitasi UMKM untuk dipasarkan di depot miliknya. Inisiatif ini berawal dari kondisi pandemi saat pelaku usaha sama-sama menghadapi tantangan. Ia kemudian menyediakan wadah agar UMKM dapat tetap berjualan dengan syarat memiliki sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal.

--selesai--

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPDN