Search

Dengarkan Berita Ini

Kemendag Tekankan Kolaborasi Akademisi, Pemerintah, dan Pelaku Usaha Kunci Cetak Wirausaha Muda Tangguh

Perguruan tinggi kini tidak cukup hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi harus mampu melahirkan pencipta lapangan kerja. Hal ini hanya dapat dicapai melalui sinergi erat dan berkelanjutan antara dunia akademik, pemerintah, serta dunia usaha.


Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, Johni Marta dalam sesi diskusi panel yang merupakan rangkaian kegiatan peluncuran program Campuspreneur di Surakarta, Jawa Tengah, hari ini, Rabu (1/4).


Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri, Dewi Rokhayati; Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan, Sugih Rahmansyah; Kasubdit Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Sebelas Maretn(UNS), Susantiningrum; Deputi 3 Marketing & Partnership Hippindo, Agung Tianara; dan Wakil Ketua Umum Bidang Kemitraan UMKM Aprindo, Purwanto Wahjudi. 


"Di tengah dinamisnya fase transformasi ekonomi yang terjadi saat ini, kolaborasi dunia akademik, pemerintah, serta dunia usaha menjadi suatu keharusan. Dengan sinergi yang berkelanjutan, ketiga pihak tersebut turut menjadi penentu arah perkembangan dunia kewirausahaan nasional," ujar Johni.


Johni menuturkan, saat ini kita patut mensyukuri resiliensi sektor perdagangan Indonesia yang tetap kokoh. Menurut data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 tetap terjaga impresif sebesar USD 282,91 miliar. Capaian luar biasa ini kian diperkuat dengan catatan surplus neraca perdagangan yang berhasil dipertahankan secara konsisten selama lima tahun.


"Namun, pencapaian makro tersebut jangan membuat kita cepat berpuas diri. Struktur ekspor nasional masih perlu diperkuat karena dominasi komoditas sumber daya alam masih cukup tinggi, sementara kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap ekspor nasional baru berada pada kisaran 15–16 persen. Artinya, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk mendorong lahirnya eksportir baru, terutama dari kalangan generasi muda dan lingkungan perguruan tinggi," terangnya.


Untuk itu, Kementerian Perdagangan terus melaksanakan berbagai kebijakan dan upaya untuk mempertahankan kondisi perdagangan nasional, salah satunya melalui program Campuspreneur yang bukan hanya menjadi kegiatan pelatihan kewirausahaan konvensional semata, melainkan juga sebagai sebuah upaya sistematis untuk membangun ekosistem yang komprehensif. Melalui Campuspreneur, akan dilakukan penguatan kapasitas, pendampingan produk, serta akselerasi jaringan.


Johni melanjutkan, kini kewirausahaan bukan lagi sekadar pilihan karier alternatif, melainkan sebuah kebutuhan strategis bangsa dalam memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional. Namun, harus disadari tantangan dunia usaha telah berevolusi, sehingga menumbuhkan keberanian untuk memulai saja tidak cukup. Wirausaha masa kini harus berpijak pada tiga pilar utama, yaitu orientasi global,  berbasis kualitas dan inovasi, serta kepatuhan standar internasional. 


"Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi sangat krusial. Kampus harus bertransformasi menjadi pusat inovasi yang dinamis, inkubator bisnis yang mumpuni, serta motor penggerak utama lahirnya para eksportir masa depan," tegas Johni. 


Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi dan Informasi, Irwan Trinugroho menyatakan, UNS selalu siap mendukung program-program pemerintah, termasuk program Kementerian Perdagangan. "Saat ini, UNS memiliki dua sayap pengembangan di dalam ekosistem kewirausahaan, yaitu melalui Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa yang berfokus pada pengembangan bisnis mahasiswa dan juga melalui LPPM yang berfokus pada startup hasil inovasi dan riset para dosen," terang Irwan. 


Salah satu peserta acara yang juga mahasiswa UNS Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Amel berpendapat, kegiatan diskusi panel yang diikutinya sangat informatif dan didukung narasumber yang mumpuni. Ia merasa wawasan yang didapatkannya sangat relevan untuk diterapkan dalam pengembangan karier di masa depan. "Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, saya berharap generasi muda bisa lebih peka dan melek terhadap peluang bisnis serta kewirausahaan, sehingga mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berdampak positif bagi perekonomian nasional," pungkasnya.

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers