Search

Dengarkan Berita Ini

Kemendag Perkuat Sinergi Pengembangan Ekspor Sulawesi, Papua, dan Maluku sebagai Motor Baru Pertumbuhan Ekspor Nasional

Jakarta, 31 Juli 2026 – Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Forum Koordinasi Program Pengembangan Ekspor Berbasis Kewilayahan Wilayah Sulawesi, Papua, dan Maluku secara daring pada Kamis (30/7). Forum ini menjadi bagian dari strategi Kemendag dalam membangun ekosistem ekspor yang lebih adaptif, berbasis potensi daerah, dan mampu melahirkan lebih banyak eksportir baru dari kawasan timur Indonesia. Penyelenggaraan forum ditujukan untuk memperkuat sinergi Kemendag dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekspor di kawasan timur Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, strategi pengembangan ekspor harus disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha di daerah. Oleh karena itu, pendekatan pengembangan ekspor berbasis kewilayahan merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap daerah memperoleh program yang sesuai dengan karakteristik, potensi, dan tantangan masing-masing.

“Sebagai contoh, Sulawesi, Papua, dan Maluku memiliki potensi ekspor dan peluang mengembangkan berbagai produk bernilai tambah yang semakin diminati pasar dunia. Forum ini menegaskan komitmen Kemendag dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem ekspor yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan begitu, potensi besar Sulawesi, Papua, dan Maluku dapat berkontribusi semakin besar terhadap pertumbuhan ekspor,” kata Puntodewi.

Menurut Puntodewi, berbagai masukan yang mengemuka di forum ini akan menjadi bahan penyempurnaan program pengembangan ekspor milik Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag. Kemendag juga siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui layanan informasi pasar, peningkatan kapasitas, promosi dagang, penjajakan bisnis (business matching), dan pendampingan yang selaras dengan potensi daerah. Dengan begitu, semakin banyak pelaku usaha yang mampu menembus pasar internasional.

Forum dimoderatori Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid. Hadir sebagai narasumber, yaitu Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Nugroho, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria, perwakilan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Emma Dwi Suryanti, serta perwakilan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Irman Purwanto Adhi Mufti.

Peserta forum merupakan para kepala dinas yang membidangi perdagangan di provinsi Sulawesi, Papua, dan Maluku, serta pelaku usaha siap ekspor dan pelaku usaha potensial ekspor di wilayah tersebut. Baik perwakilan pemerintah daerah maupun pelaku usaha menyampaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam mengembangkan ekspor. Beberapa di antaranya, yaitu peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar negara tujuan ekspor, penguatan promosi, perluasan akses pembeli internasional, penguatan legalitas usaha dan sertifikasi produk, hingga keterbatasan infrastruktur pendukung ekspor.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, Winarsih, mengatakan, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang dihasilkan di Papua, memiliki kualitas dan kemasan yang semakin baik. Namun, pelaku usaha masih memerlukan dukungan untuk memenuhi standar ekspor dan memperluas akses pasar.

“Kami terus mendorong produk UMKM Papua untuk menembus pasar ekspor. Dari sisi kualitas dan kemasan, produknya sudah semakin baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam pemenuhan sertifikasi seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) serta keterbatasan fasilitas pendukung. Kami harap, Kemendag dapat membantu melalui kurasi produk dan business matching, sehingga pelaku usaha yang selama ini mengekspor melalui pihak ketiga dapat segera ekspor secara mandiri,” ujar Winarsih.

Winarsih menambahkan, Papua Barat Daya memiliki potensi besar pada sektor perikanan. Namun, pengembangan ekspor masih memerlukan dukungan infrastruktur logistik dan rantai dingin, termasuk ketersediaan pabrik es yang memadai.

Sementara itu, perwakilan PT Semarak Dharma Timber, Ridwan, mengapresiasi dukungan pemerintah atas kelancaran ekspor kayu olahan langsung dari pelabuhan Jayapura. Menurutnya, ekspor langsung dari titik-titik penting di daerah perlu terus disinergikan oleh pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, mengungkapkan, kinerja ekspor Sulawesi Tengah terus menunjukkan perkembangan positif baik pada sektor pertambangan maupun nonpertambangan. Pemerintah daerah juga telah mengembangkan klinik ekspor dan memperluas jejaring pasar melalui kerja sama dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri serta Export Center Makassar.

“Ekspor Sulawesi Tengah terus berkembang. Selain komoditas pertambangan, ekspor nonpertambangan seperti durian, kelapa, dan produk turunannya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kami berharap, dukungan Kemendag dapat terus diperkuat agar semakin banyak ekspor langsung dari Sulawesi Tengah ke negara tujuan seperti Tiongkok, Filipina, Korea Selatan, Jepang, dan lainnya,” kata Richard.

--selesai--

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN