Kemendag Perkuat Ekspor Produk Pangan, Bumbu, dan Rempah Melalui Kolaborasi S’RASA dan Garuda Indonesia
Kabupaten Tangerang, 18 Oktober 2026 – Kementerian Perdagangan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong ekspor produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia). Dalam aktivasi Paviliun S’RASA pada rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10), Kemendag mendorong kolaborasi dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk menjajaki dukungan distribusi produk bumbu Indonesia bagi restoran Indonesia di mancanegara.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan, kolaborasi lintas sektor merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekspor kuliner yang mengintegrasikan promosi produk, perluasan akses pasar, dan dukungan rantai pasok. Sinergi dengan sektor penerbangan dan kargo diharapkan dapat membuka peluang bagi produk bumbu Indonesia untuk menjangkau pelaku usaha kuliner di luar negeri dan mendukung penyajian hidangan Nusantara.
“Melalui S’RASA, kami mendorong promosi produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan pelaku usaha kuliner di luar negeri, termasuk ketersediaan bahan baku, kesinambungan pasokan, dan dukungan logistik. Dengan pendekatan ini, kami berharap hubungan antara produsen nasional dan restoran Indonesia di mancanegara makin kuat serta mampu membuka peluang perdagangan yang berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro.
Paviliun S’RASA juga menghadirkan demonstrasi memasak bersama Vanny Prihatiningsih, Vice President Service Standard & Delivery PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Chef Vindex Tengker, juri MasterChef Indonesia. Demonstrasi tersebut menyajikan ayam balado dan rendang telur menggunakan produk bumbu masak DBFoods, serta rendang dan kalio ayam menggunakan bumbu rendang Subanabana, produk binaan Koperasi Wanita Ikaboga.
Wamendag Roro menyampaikan, promosi melalui demonstrasi memasak menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan potensi dan fleksibilitas penggunaan produk bumbu Indonesia. Melalui pengenalan langsung dalam berbagai hidangan Nusantara, produk bumbu nasional diharapkan makin dikenal oleh konsumen dan pelaku usaha, termasuk pengelola restoran Indonesia di luar negeri.
Demonstrasi tersebut menunjukkan potensi produk bumbu lokal dalam mendukung penyajian hidangan khas Indonesia sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi produsen nasional. Melalui pengalaman kuliner, calon mitra diharapkan dapat mengenal kualitas dan keragaman produk bumbu Indonesia serta meningkatkan minat untuk memanfaatkannya dalam industri makanan dan minuman di pasar internasional.
Keterlibatan Garuda Indonesia dalam aktivasi S’RASA menjadi momentum untuk memperkuat dialog lintas sektor mengenai dukungan yang dapat dikembangkan bagi perluasan pasar produk kuliner Indonesia. Selain konektivitas penerbangan, layanan kargo berpotensi menjadi bagian dari solusi distribusi bagi produk bumbu dan pangan Indonesia yang dibutuhkan restoran di luar negeri, dengan tetap memperhatikan persyaratan pengiriman, ketentuan negara tujuan, serta kelayakan operasional dan komersial.
Vanny Prihatiningsih menyampaikan, perluasan pasar kuliner Indonesia di luar negeri memerlukan keterhubungan antara produk, pelaku usaha, dan konsumen. Dukungan distribusi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar produk pangan dan bumbu Indonesia dapat menjangkau pasar internasional sesuai kebutuhan pelaku usaha.
“Kolaborasi antarpelaku usaha dan dukungan distribusi menjadi bagian penting untuk membantu produk Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Penggunaan bumbu siap pakai dapat membantu pelaku usaha kuliner menghadirkan cita rasa masakan Indonesia secara lebih praktis dan konsisten,” ujar Vanny.
Selain demonstrasi memasak, Paviliun S’RASA juga menyelenggarakan forum bisnis bertajuk “Secret Ingredients for Global Culinary Business”. Forum yang dimoderatori Meilati Batubara, Direktur Gastro Nusantara sekaligus Kurator S’RASA, ini menghadirkan pemilik Restoran Amanah Mande di Jepang secara daring, Direktur PT Berangan Ragam Rasa yang menaungi Kopi Tuku, serta perwakilan manajemen kargo Garuda Indonesia.
Forum tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi restoran dan merek makanan dan minuman Indonesia di pasar internasional, mulai dari pemenuhan kebutuhan bahan baku dan kesinambungan rantai pasok hingga aspek regulasi dan logistik. Diskusi ini juga menjadi wadah pertukaran informasi antara pengelola restoran diaspora, pemilik merek makanan dan minuman, penyedia jasa logistik, produsen bumbu, serta pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi peluang dan solusi dalam pengembangan usaha kuliner Indonesia di luar negeri.
Bagi Kemendag, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekspor kuliner yang terintegrasi. Restoran Indonesia di mancanegara tidak hanya berperan dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara, tetapi juga berpotensi menjadi saluran pemasaran bagi produk pangan, bumbu, dan rempah nasional. Oleh karena itu, penguatan promosi perlu diiringi dengan pengembangan kemitraan usaha dan dukungan rantai pasok yang mampu menjawab kebutuhan pasar.
Melalui S’RASA, Kemendag terus mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha dan mitra strategis untuk meningkatkan pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia di industri kuliner global. Sinergi dengan Garuda Indonesia diharapkan dapat membuka peluang penjajakan dukungan logistik yang sesuai dengan kebutuhan restoran Indonesia di mancanegara, sekaligus memperkuat akses pasar dan potensi ekspor produk nasional.
--selesai--