Kemendag Perkuat Akses Pasar Produk Mamin dan Solusi Digital Indonesia melalui Jejaring Diaspora di Australia
Sydney, 29 Mei 2026 – Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Republik Indonesia Canberra terus memperkuat penetrasi produk Indonesia, khususnya makanan dan minuman, sekaligus mendorong pemanfaatan solusi digital Indonesia di pasar Australia. Langkah tersebut diwujudkan melalui dukungan pembukaan cabang baru Beta Indo Grocery dan peresmian Rolly Pty Ltd, yang merupakan bagian dari Omega Group di Wolli Creek, Sydney, Australia, Rabu (27/5). Pembukaan dan peresmian yang dilakukan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono ini dihadiri pelaku usaha, mitra bisnis, dan komunitas Diaspora Indonesia di Australia.
“Kami mengapresiasi konsistensi Omega Group dalam memperluas jaringan usaha Indonesia di Australia. Kami juga mengucapkan selamat atas pembukaan gerai baru Beta Indo Grocery dan peresmian Rolly Pty Ltd. Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi kewirausahaan Diaspora Indonesia sekaligus mencerminkan makin kuatnya kehadiran produk dan inovasi Indonesia di Australia,” jelas Dubes Siswo.
Menurutnya, hubungan ekonomi Indonesia-Australia perlu terus diwujudkan melalui langkah nyata, antara lain hadirnya produk Indonesia di rak-rak ritel Australia, berkembangnya usaha diaspora, serta digunakannya solusi teknologi Indonesia dalam kegiatan usaha di Australia.
Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan menerangkan, jejaring diaspora memiliki peran strategis dalam mempercepat penerimaan produk Indonesia di pasar Australia. Pasar makanan dan minuman Australia memberikan peluang besar bagi Indonesia, khususnya karena kekuatan produk Indonesia ada pada keragaman rasa, kualitas produk olahan, dan relevansinya dengan karakter konsumen Australia yang multikultural.
“Melalui jaringan diaspora seperti Omega Group dan Beta Indo Grocery, produk Indonesia tidak hanya hadir di rak penjualan, tetapi juga makin dikenal, dicoba, dan berpeluang menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat Australia. Atdag RI Canberra akan terus mendorong produk Indonesia masuk secara berkelanjutan, memenuhi standar Australia, dan terhubung dengan kanal distribusi yang tepat,” ujar Haris.
Menurut Haris, keberadaan jaringan ritel diaspora juga dapat menjadi sarana uji pasar yang efektif bagi eksportir dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Melalui interaksi langsung dengan konsumen, pelaku usaha Indonesia dapat memperoleh masukan mengenai preferensi pasar, harga, ukuran kemasan, konsistensi pasokan, hingga kebutuhan penyesuaian produk untuk memenuhi regulasi dan ekspektasi konsumen Australia.
“Kami menyambut baik rencana Omega Group memperluas jaringan usaha ke Melbourne dan Perth. Selain itu, kami mendorong agar Canberra menjadi salah satu tujuan ekspansi selanjutnya. Sebagai ibu kota Australia, Canberra memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, komunitas diplomatik, perguruan tinggi, organisasi internasional, serta masyarakat multikultural yang berpotensi menjadi konsumen produk Indonesia,” ungkap Haris.
Beta Indo Grocery merupakan jaringan ritel diaspora Indonesia yang berperan dalam memperluas ketersediaan produk Indonesia di pasar Australia. Setelah membuka gerai di Sydney CBD pada 2024 dan Mascot pada 2025, pembukaan cabang di Wolli Creek pada 2026 makin memperkuat kanal distribusi produk Indonesia kepada diaspora, masyarakat Australia, dan komunitas internasional di Sydney.
Di samping itu, kegiatan kali ini menandai hadirnya solusi digital Indonesia melalui Rolly Pty Ltd. Rolly merupakan aplikasi sistem kasir yang dikembangkan oleh Indonesia dan telah digunakan dalam operasional jaringan Omega Group. Founder Omega Group, Jemy Sutrisno menyampaikan, pengembangan Beta Indo Grocery dan implementasi Rolly merupakan bagian dari komitmen Omega Group untuk memperkuat kehadiran produk dan inovasi Indonesia di Australia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin produk Indonesia makin mudah ditemukan di Australia. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa solusi digital yang dikembangkan Indonesia mampu mendukung operasional bisnis secara profesional di Australia. Kami berharap, ekspansi Omega Group dapat membuka peluang lebih luas bagi pemasok, UMKM, dan inovator Indonesia untuk tumbuh bersama di pasar Australia,” ujar Jemy.
Pembukaan gerai baru ini menjadi makin relevan di tengah peluang pasar makanan dan minuman Australia yang terus berkembang. Dengan belanja pangan rumah tangga Australia yang tumbuh 1,7 persen pada Maret 2026 serta nilai ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Australia yang telah mencapai USD 333,3 juta pada 2024, penguatan jaringan distribusi diaspora diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor produk pangan Indonesia. Dari sisi perdagangan, data Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Australia pada 2025 mencapai sekitar USD 3,69 miliar.
“Penguatan produk dan inovasi Indonesia di Australia sejalan dengan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-A CEPA) yang menyediakan landasan bagi peningkatan perdagangan barang, jasa, investasi, inovasi, dan ekonomi digital. Dalam kerangka tersebut, Atdag RI Canberra terus menjalankan peran fasilitasi dengan menghubungkan pengekspor Indonesia, pelaku usaha diaspora, jejaring distribusi, serta calon mitra bisnis di Australia,” pungkas Haris.
--selesai--
Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Agung Haris Setiawan
Atase Perdagangan RI Canberra
Email:
agung.haris@kemendag.go.id