Search

Dengarkan Berita Ini

Kemendag Kawal Kelancaran Ekspor Produk Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji 1447 H

Riyadh, 22 Mei 2026 – Kementerian Perdagangan RI menegaskan komitmennya untuk turut mengawal kelancaran ekspor produk makanan siap saji (ready-to-eat) ke Arab Saudi pada musim haji 1447 Hijriah. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji asal Indonesia. Upaya tersebut juga disinergikan dengan eksportir serta otoritas terkait di Indonesia dan Arab Saudi.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menyampaikan, Kemendag telah memfasilitasi hambatan ekspor eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT. HATI) dalam memasukkan hampir 360 ribu porsi makanan siap saji untuk kebutuhan di Tanah Suci. Strategi yang ditempuh adalah mempercepat penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong diperpendeknya durasi pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses bea cukai di Arab Saudi.

“Kami terus mengawal dan memfasilitasi berbagai kendala teknis agar ekspor produk siap saji Indonesia dapat berjalan lancar. Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” ujar Zulvri.

Zulvri melaporkan, produk yang diekspor terdiri atas makanan khas Indonesia seperti nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, dan daging balado yang telah memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan sertifikasi kesehatan (health certificate) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Menurut Zulvri, kebutuhan makanan siap saji bagi jamaah haji Indonesia setiap tahun cukup besar, semakin banyak jamaah haji Indonesia semakin banyak kebutuhan makanan siap saji minimal 1 juta porsi makanan siap saji. Kondisi ini pun menuntut kelancaran distribusi dan kepastian pasokan.

"Fasilitasi Kemendag dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk Haji tahun berikutnya," imbuhnya.

Perwakilan PT HATI di Arab Saudi, Arif Billal, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh dalam mempercepat proses ekspor makanan siap saji Indonesia untuk kebutuhan jamaah haji 1447 Hijriah. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pelaku usaha dalam menghadapi berbagai proses administrasi dan regulasi di Arab Saudi.

“Kami merasakan peran besar KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh untuk mempercepat persetujuan hasil uji makanan siap saji dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) serta persetujuan pengeluaran barang dari daerah kepabeanan oleh Bea Cukai Arab Saudi. Hal ini penting agar jamaah haji Indonesia tetap dapat menikmati makanan asli Indonesia sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah haji,” ujar Arif.

Arif menambahkan, mitra importir di Arab Saudi juga merasakan manfaat dari respons cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan Atase Perdagangan RI di Riyadh dengan otoritas setempat. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat dipilih eksportir dan importir untuk kebutuhan jamaah haji. Seluruh produk tersebut wajib dilengkapi sertifikasi halal dan sertifikat kesehatan, serta mengedepankan cita rasa khas masakan Indonesia agar jamaah tetap nyaman dan sehat selama berada di Tanah Suci.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers