Search

Dengarkan Berita Ini

Kemendag Adakan Gelar Wicara dan Pop-Up Store, Dorong Produk Kreatif Indonesia Makin Mendunia

Jakarta, 22 Mei 2026 – Kementerian Perdagangan terus berkomitmen memperkuat promosi produk kreatif Indonesia di pasar global. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui gelar wicara (talkshow) dan gerai sementara (pop-up store) bertajuk “Weaving Stories: Dialog Artisan dan Desainer” di Alun Alun Indonesia, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Kamis, (21/5).

Kegiatan itu merupakan kolaborasi Kemendag, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), bersama Rumah Tenun Magelang (Rutema) dan Alun Alun Indonesia. Pop-up store menampilkan berbagai produk wastra dan kriya hasil kolaborasi artisan dan desainer lokal Rutema, yang dibuka untuk umum dan berlangsung hingga 27 Mei 2026.

“Kegiatan hari ini menjadi ruang edukasi sekaligus upaya penguatan ekosistem industri kreatif kriya berbasis serat alam Indonesia. Rutema merupakan contoh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif yang ketika didorong untuk berkembang dan dibukakan pasar ekspor, mampu menunjukkan kualitas dan potensinya,” ujar Mendag Busan pada kesempatan terpisah.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menyampaikan, produk kreatif Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di pasar global dengan pasar utama Amerika Serikat, Tailan, Hong Kong, Singapura, hingga kawasan Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa pasar global masih sangat terbuka terhadap produk-produk dengan kekuatan pada desain, aspek gaya hidup (lifestyle), dan keterampilan (craftsmanship).

“Tren global saat ini semakin mengarah pada produk berkelanjutan (sustainable), berbahan alami, buatan tangan (handmade), dan memiliki narasi budaya (cultural storytelling). Tren tersebut telah diangkat sebagai kekuatan utama dari tenun dan produk Indonesia, seperti yang juga dikembangkan Rutema,” ujar Ari.

Rutema merupakan salah satu UMKM yang berkembang dari promosi Kemendag melalui program “Product Placement Pilihan Busan”. Program ini mengkurasi berbagai produk UMKM berpotensi ekspor dan memajangnya di ruang tamu Menteri Perdagangan RI. Mendag Busan kerap memperkenalkan produk-produk yang dipajang tersebut kepada para tamu dari luar dan dalam negeri. Program ini juga terintegrasi dengan berbagai program promosi perdagangan, seperti penjajakan bisnis (business matching), pameran dagang, coaching ekspor, serta promosi melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri.

Sejak 2025, telah terlaksana empat periode program Product Placement Pilihan Busan dengan 82 UMKM terkurasi yang terlibat. Kemudian, Kemendag telah memfasilitasi 5 sesi business matching bagi UMKM pilihan Product Placement Pilihan Busan untuk memperluas akses pasar ekspor. Product Placement Pilihan Busan juga dipamerkan pada Trade Expo Indonesia 2025 dan berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 1,08 juta serta mengantarkan peserta program ini ke 23 negara tujuan ekspor.

Chief Executive Officer Rutema, Rif Fatka Ridwan, mengapresiasi dukungan Kemendag bagi usahanya melalui serangkaian program yang berhasil diikuti. “Program Product Placement Pilihan Busan telah membuka ruang yang sangat penting bagi brand lokal seperti kami untuk memperluas pasar, membangun jejaring serta memperkenalkan karya Indonesia ke pasar yang lebih luas,” ujar Fatka.

Rutema juga pernah mengikuti program Klinik Desain Indonesia Design Development Center (IDDC). Melalui program tersebut, Kemendag memberikan pendampingan desain bagi para pelaku UMKM. Di program ini, Kemendag mempertemukan pelaku usaha dengan desainer profesional. Tujuannya, agar terjalin sesi konsultasi untuk membantu pengembangan produk kemasan, visual branding hingga persiapan menuju pasar ekspor.

Rutema adalah usaha berbasis kerajinan tenun serat alam dari Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berdiri sejak 1988, Rutema berfokus pada produksi kain tenun premium berbahan dasar serat alam lokal menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan pendekatan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan orientasi ekspor. Selain memproduksi tenun, Rutema juga mengembangkan konsep eduwisata berbasis proses pengolahan serat alam dan tenun tradisional.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN