Amsterdam, 14 Januari 2026 – Kementerian Perdagangan terus memperkuat penetrasi produk kuliner lokal di pasar global. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor kecap antara produsen Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk (merek Bango), dengan importir dan distributor terkemuka Belanda, InterAromat BV dengan nilai kontrak sebesar USD 120 ribu atau setara Rp2 miliar pada Senin, (12/1). Penandatanganan ini merupakan hasil konkret dari rangkaian business matching yang difasilitasi Kemendag pada 8 Januari 2026 dan 23 Desember 2025 sebagai tindak lanjut dari aktivasi program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) di Belanda yang diluncurkan pada 2025.
Penandatanganan LoI dilakukan oleh Export and Business Development Manager PT Unilever Indonesia, Tbk Yohanes Hendra Setyastanto secara daring dan Chief Executive Officer InterAromat BV Suryo Tutuko secara langsung di pameran Horecava 2026, Amsterdam, Belanda. Penandatanganan disaksikan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid secara daring dan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar RI di Belanda Mariska Dwianti Dhanutirto secara langsung.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menegaskan, kesepakatan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi produk gastronomi Indonesia di pasar Eropa. LoI ini sekaligus akan mendorong peningkatan ekspor kecap Indonesia ke Negeri Kincir Angin.
“Kami mengapresiasi kerja sama antara Bango dan InterAromat BV. Penandatanganan LoI ini membuktikan komitmen Kemendag dalam mendorong produk lokal unggulan agar semakin kompetitif dan dicintai konsumen dunia,” ujar Puntodewi pada kesempatan terpisah dari Jakarta, Selasa, (13/1).
Puntodewi menyampaikan, berdasarkan riset pasar InterAromat BV, kecap Indonesia memiliki karakter khas dan cita rasa unik yang belum mampu ditandingi oleh produk serupa yang saat ini beredar di Belanda. “Dengan rekam jejak panjang dan kualitas teruji, kecap Bango dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut dan menjadi pilihan utama konsumen di Belanda. Ke depan, kecap Bango akan merambah pasar negara lainnya di Eropa,” tambah Puntodewi.
Puntodewi berharap, kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan pelaku usaha dapat membuka jalan bagi produk makanan olahan Indonesia untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan. “Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperluas akses pasar internasional. Keberhasilan ekspor kecap ini kami harapkan dapat menjadi katalis bagi produk makanan olahan Indonesia lainnya untuk merambah pasar global secara berkesinambungan,” pungkas Puntodewi.
Business matching pada 8 Januari 2026 dan 23 Desember 2025 adalah tindak lanjut dari aktivasi program S’RASA di Belanda yang diluncurkan pada 2025. S’RASA merupakan program promosi kuliner Indonesia melalui restoran-restoran Indonesia di luar negeri. Program ini diinisiasi Kemendag bersama lima kementerian dan lembaga lainnya.
Menanggapi pelaksanaan S’RASA di Belanda, KUAI Mariska menyampaikan, program tersebut merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat diplomasi kuliner Indonesia di luar negeri, tetapi juga mendorong peningkatan ekspor. “Kami mendorong restoran Indonesia di luar negeri tidak hanya sebagai sarana promosi budaya, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan ekspor rempah dan bumbu Indonesia ke pasar global,” ujar KUAI Mariska.
Di sisi lain, Paviliun Indonesia pada pameran Horecava 2026 turut menampilkan restoran-restoran terpilih dalam program S'RASA, yaitu Warung Barokah dan Toko Kalimantan. Keikutsertaan ini difasilitasi oleh Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag.
“Keikutsertaan restoran Indonesia di Paviliun Indonesia bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para pengunjung mengenai keaslian cita rasa kuliner Indonesia dan mempromosikan potensi gastronomi Tanah Air secara lebih luas,” tutur Atdag RI Den Haag Annisa Hapsari.
Sementara itu, Bango adalah salah satu merek kecap terkemuka di Indonesia yang dikenal akan kualitasnya yang teruji dan cita rasa otentik. Kecap Bango telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia selama beberapa generasi serta menjadi simbol kebanggaan produk lokal.