Search

Dengarkan Berita Ini

Kala Diskusi Sore Jadi Ruang Kesempatan Ekspor UMKM

Jakarta, 14 Mei 2026 – Di tengah keramaian Jakarta, ratusan pelaku usaha dari berbagai penjuru Nusantara sedang berkumpul. Di antaranya ada pengusaha batik dari Solo, pemilik camilan dari Balikpapan, hingga pelaku usaha pangan dari Manado. Ratusan orang datang membawa cerita perjalanan usahanya. Benak mereka disatukan sebuah gagasan: produk saya bisa dijual di luar negeri.

Bergesernya siang menuju temaram petang dalam pengapnya pancaroba tidak mengendurkan antusiasme menyimak diskusi forum NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia di Jakarta Pusat, pada Rabu, (13/5). Forum ini berhasil mengumpulkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), eksportir, hingga agregator di satu tempat ngopi yang sama. Mereka berbagi suka duka ekspor dan memberi satu-dua tip kepada pelaku usaha yang ingin coba-coba ekspor tapi belum tahu caranya. Interaksi terbangun santai mengalir membentuk ruang cerita berbagi pengalaman dalam menembus pasar global.

Satu per satu pelaku usaha yang minat memulai ekspor membagikan impiannya mengembangkan usaha tidak hanya di dalam negeri. Sebut saja Abdullah, pengusaha batik asal Solo. Lalu ada Hamzah, pelaku usaha kopi sangrai asal Jakarta yang berusaha cermat menggali informasi prosedur ekspor dan kesempatan berjejaring. Ada juga Nana, pelaku usaha camilan skala rumahan asal Balikpapan dengan cita-cita mengirimkan produknya ke negara asing dan laku di sana.

Selain kelompok pelaku usaha yang berjibaku menyibak tata cara ekspor sebagai hal baru, kelompok pelaku usaha lainnya justru berbagi cerita tentang suka duka yang mereka hadapi selama menjalankan ekspor. Mereka menekankan, masuknya produk ke pasar global bukanlah akhir perjalanan, melainkan dimulainya berbagai tantangan.

“Ada banyak regulasi baru seperti aturan produk dangerous goods hingga kebijakan devisa hasil ekspor yang harus kami ikuti. Hal tersebut memengaruhi kecepatan ekspor karena kami harus menyesuaikan diri,” ujar Marisa Hidayat, pemilik PT Herisa Dwi Sejahtera.

Bercerita tentang tantangan ekspor, hal ini juga dihadapi Nurul Afni, pelaku usaha bubuk cokelat (cocoa powder) PT Terra Internasional Indonesia. Pernah ekspor ke Sri Lanka, Mesir, hingga Pakistan, ia mengakui kondisi global sebagai tantangan yang tidak dapat dihindari ketika harus ekspor. Nurul merasakan manfaat forum NGOPI dalam bertukar pengalaman dengan eksportir lainnya.

“Saat ini perang sangat menantang sekali, kemudian meningkatnya dolar (Amerika Serikat) menjadi tantangan ketika berjualan karena harga-harga meningkat tajam. Saya rasa (forum ini) sangat membantu para eksportir karena kami saling tukar rasa dengan masalah yang kami hadapi,” ungkap Nurul.

Hadir di tengah diskusi, yaitu Menteri Perdagangan Budi Santoso. Mendag Busan mendengarkan dan merespons ‘curhat’ para pelaku usaha. Kementerian Perdagangan memiliki program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang membantu pelaku usaha untuk masuk ke pasar global.

Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Perwakilan dagang akan membantu para pelaku usaha untuk mempromosikan produk Indonesia dan membantu pelaku usaha mendapatkan buyer di luar negeri.

“Banyak pelaku usaha cerita ke saya kalau mereka bingung untuk mendapatkan buyer. Nah, Kemendag punya UMKM BISA Ekspor dengan perwakilan di 33 negara. Kalau terkait bahasa, tidak perlu khawatir akan difasilitasi (para perwakilan dagang). Nanti akan dibantu go international oleh Kementerian Perdagangan,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan juga memperkenalkan Indonesia Design Development Center (IDDC) kepada para pelaku usaha yang hadir. “Kalau ada pelaku usaha yang punya produk tapi kesulitan ekspor karena desainnya belum bagus, kami fasilitasi konsultasi di IDDC,” jelas Mendag Busan.

Redupnya cahaya sore Jakarta menandai berakhirnya NGOPI hari itu. Tetapi, pertemuan yang telah berakhir justru memantik semangat pelaku UMKM yang bercita-cita memulai ekspor atau butuh bertukar pikiran dengan sesama pelaku ekspor. NGOPI sore itu menjadi saksi adanya kesempatan untuk memperluas jangkauan berjualan ke pasar global.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers