Jaga Stabilitas Kawasan di Tengah Dinamika Global, Indonesia Tekankan Pentingnya Dukungan RCEP dan CPTPP
Suzhou, 24 Mei 2026 – Indonesia menekankan pentingnya dukungan anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika global bersama-sama. Hal ini penting dalam menghadapi ketegangan geopolitik serta disrupsi pada logistik dan rantai pasok global.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Johni Martha, saat menghadiri Dialog antara RCEP dan CPTPP di Suzhou, Tiongkok pada Jumat, (22/5). Dialog tersebut dilaksanakan paralel dengan pelaksanaan Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC (MRT) pada 22—23 Mei 2026.
“Indonesia mengajak anggota RCEP dan CPTPP untuk terus mendorong upaya bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dalam hal ini, termasuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian perdagangan internasional,” ujar Johni dalam dialog.
Dalam dialog tersebut, para peserta bertukar pandangan mengenai perkembangan ekonomi dan perdagangan kawasan. Diskusi mencakup upaya menjaga lingkungan perdagangan yang kondusif, serta mendukung kelancaran investasi, rantai pasok, dan kegiatan usaha di kawasan Asia Pasifik.
Johni menyampaikan, Indonesia menegaskan dukungan terhadap perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, nondiskriminatif, dan berbasis aturan. Dalam hal ini, Indonesia memandang masih terdapat peluang untuk memperkuat kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui peningkatan akses pasar, fasilitasi perdagangan, penguatan rantai pasok regional, serta pengembangan kerja sama di bidang ekonomi digital dan ekonomi hijau.
Ia juga mengatakan, sebagai Co-Chair RCEP, Indonesia menilai RCEP telah menunjukkan perannya sebagai kerja sama ekonomi kawasan yang strategis dan berorientasi ke depan. RCEP pun perlu tetap terbuka dan inklusif di tengah berbagai perkembangan. “RCEP telah menunjukkan perannya dalam kerja sama yang strategis dan berorientasi ke depan. Untuk itu, implementasi RCEP perlu terus diperkuat dengan tetap menjaga sifatnya yang terbuka dan inklusif,” ujar Johni.
Sementara itu, terkait peran serta Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Johni menyampaikan, Indonesia terus memperkuat keterlibatannya dalam berbagai kerja sama ekonomi di kawasan. Hal tersebut tecermin dari partisipasi aktif Indonesia dalam implementasi RCEP serta proses aksesi Indonesia ke dalam CPTPP yang telah dimulai sejak 2024. Terkait CPTPP, saat ini, Indonesia tengah melanjutkan pembahasan dengan negara-negara anggota CPTPP. Indonesia pun telah memperoleh dukungan dari sejumlah anggota untuk pembentukan Accession Working Group bagi Indonesia.
--selesai--