Indonesia-Singapura Perkuat Sinergi RCEP dan Aksesi CPTPP
Taguig, 14 Maret 2026 - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong di sela-sela the 32nd ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Retreat di Taguig, Filipina, pada Jumat (13/3).
Wamendag Roro menyampaikan, Indonesia mengapresiasi inisiatif Singapura yang telah bekerja sama dengan Asia Competitiveness Institute (ACI) dalam menyelenggarakan konferensi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 9–11 Februari 2026 yang dihadiri 29 peneliti. Indonesia juga mengharapkan dukungan Singapura untuk prioritas Komite Bersama RCEP (RCEP Joint Committee/RJC) di bawah Work Programme 2026.
"Indonesia mengapresiasi inisiatif Singapura terkait konferensi RCEP bulan lalu. Wawasan yang dihasilkan dari konferensi tersebut dapat menjadi masukan berharga untuk meningkatkan implementasi RCEP dan persiapan General Review 2027," jelas Wamendag Roro yang didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono.
Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mengupayakan aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi yang lebih luas.
Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja berstandar tinggi dan berwawasan ke depan yang memperkuat perdagangan berbasis aturan dan memperkuat integrasi di Indo-Pasifik. Minat Indonesia untuk bergabung tidak hanya mencerminkan pertimbangan pasar, tetapi juga kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan disiplin perdagangan dan standar kelembagaan yang maju.
"Indonesia sepenuhnya mengakui komitmen prinsip Singapura untuk menjaga standar tinggi dan kredibilitas CPTPP. Kami memahami, proses aksesi membutuhkan pertimbangan yang cermat dan disiplin, dan kami menjalankan proses ini dengan serius dan berkomitmen jangka panjang," ungkap Wamendag Roro.
Indonesia tetap siap terlibat dalam konsultasi bilateral yang lebih mendalam untuk lebih memahami area-area yang mungkin memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Wamendag Roro meyakini, artikulasi yang lebih jelas mengenai disiplin ilmu prioritas akan memungkinkan Indonesia merespons dengan terfokus dan terukur.
Indonesia dan Singapura merupakan dua ekonomi utama ASEAN yang memiliki interdependensi ekonomi yang kuat. Dengan demikian, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama dalam memastikan bahwa arsitektur perdagangan regional tetap terbuka, kredibel, dan berorientasi ke masa depan.
Jalur aksesi yang transparan akan memperkuat posisi CPTPP di Asia Tenggara dan menambah bobot strategisnya dalam lanskap geoekonomi yang berkembang pesat. Wamendag Roro berharap, kerja sama secara erat dengan Singapura akan memastikan fase diskusi selanjutnya berjalan dengan cara yang menjunjung tinggi standar dan memberikan kejelasan mengenai arah ke depan.
Sejak secara resmi mengajukan permohonan aksesi pada 19 September 2024, diikuti dengan pengajuan kuesioner bagi negara calon anggota pada Mei 2025, Indonesia terus memajukan proses aksesi. Indonesia dinilai selaras dengan Auckland Principles pada Pertemuan Komisi CPTPP ke-9. Dalam hal ini, Indonesia menantikan Pertemuan Menteri CPTPP berikutnya sebagai titik penting prosedural untuk kemungkinan pembentukan Kelompok Kerja Aksesi (Accession Working Group/AWG).
Sementara itu, Gan Kim Yong menyampaikan dukungan terhadap keseriusan Indonesia untuk bergabung dalam CPTPP. Ia menilai, keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian perdagangan berstandar tinggi tersebut akan makin memperkuat peran negara-negara ASEAN dalam arsitektur perdagangan kawasan.
Singapura telah tergabung dalam CPTPP sejak 2018. CPTPP adalah perjanjian dagang yang mencakup Australia, Brunei, Kanada, Cile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan, ekspor Indonesia diproyeksikan akan meningkat sebesar 19 persen jika bergabung ke dalam CPTPP.
Sekilas perdagangan Indonesia-Singapura
Singapura merupakan negara tujuan kedelapan dan sumber impor keempat terbesar bagi Indonesia. Hal ini menunjukkan peran penting Singapura bagi ekosistem perdagangan dan investasi Indonesia.
Nilai total perdagangan antara Indonesia dan Singapura tumbuh 14,6 persen, dari USD 16,85 miliar pada 2020 menjadi USD 19,32 miliar pada 2025. Pada 2025, ekspor Indonesia ke Singapura mencapai USD 9,88 miliar dan impor Indonesia dari Singapura USD 9,45 miliar.
Pada 2025, ekspor Indonesia ke Singapura didominasi gas minyak bumi dan hidrokarbon gas lainnya, minyak bumi, perhiasan, emas, serta timah mentah. Adapun impor Indonesia dari Singapura didominasi minyak bumi, mesin pengolah data otomatis, emas, kompas, dan hidrokarbon siklik.
--selesai--
N. M. Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email:
pusathumas@kemendag.go.id
Nugraheni Prasetya Hastuti
Direktur Perundingan ASEAN
Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan
Email:
asean@kemendag.go.id