Search

Dengarkan Berita Ini

Indonesia Dorong Penguatan Ketahanan dan Daya Saing Ekonomi Kawasan pada Rangkaian Pertemuan ASEAN dengan Mitra

Jakarta, 24 September 2026 – Indonesia mendorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dengan berbagai mitra untuk menghadapi ketidakpastian global dan memperkuat ketahanan serta daya saing kawasan. Penguatan ketahanan energi dan pangan, diversifikasi rantai pasok, transformasi digital, fasilitasi perdagangan dan investasi, serta peningkatan partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sejumlah prioritas yang disampaikan Indonesia dalam rangkaian pertemuan tingkat menteri ekonomi ASEAN dengan mitra di Pasay City, Filipina.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) dan pertemuan terkait yang berlangsung pada 17—22 September 2026. Wamendag Roro selaku Alternate AEM didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Johni Martha dan Direktur Perundingan ASEAN, Nugraheni Prasetya Hastuti.

Perkuat Ketahanan Ekonomi Kawasan melalui East Asia Summit (EAS)

Dalam Pertemuan ke-14 Para Menteri Ekonomi KTT Asia Timur (East Asia Summit/EAS Economic Ministers’ Meeting) pada Senin (21/9), Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi negara-negara EAS dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan, serta membangun rantai pasok yang lebih terdiversifikasi dan tangguh.

“Penguatan ketahanan energi dan pangan, serta diversifikasi dan pembangunan rantai pasok harus tetap menjadi prioritas utama kerja sama antarnegara EAS. Terkait hal ini, Indonesia mendukung peningkatan kerja sama praktis, khususnya dalam fasilitasi perdagangan dan investasi, konektivitas rantai pasok, ketahanan energi dan pangan, serta transformasi digital,” ujar Wamendag Roro.

Indonesia juga mendorong pemanfaatan secara optimal berbagai kerangka kerja ASEAN yang telah ada, termasuk ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) untuk memperkuat ketahanan kolektif dan memaksimalkan manfaat integrasi ekonomi kawasan.

Dalam kesempatan ini, Indonesia juga mengapresiasi ERIA yang telah menyusun makalah (paper) terkait pendekatan ketahanan energi dan industri untuk mendorong pertumbuhan digital dan ekonomi hijau di kawasan. “Indonesia mengapresiasi kajian ERIA dan sependapat bahwa ketahanan energi menjadi semakin penting, tidak hanya bagi ketahanan ekonomi, tetapi juga bagi investasi dan daya saing industri, terutama seiring meningkatnya kebutuhan energi yang didorong oleh digitalisasi, kecerdasan artifisial, dan perkembangan pusat data,” jelas Wamendag Roro.

ASEAN-UK: Dorong Kerja Sama yang Praktis dan Berorientasi Hasil

Dalam Pertemuan Konsultasi ke-6 AEM-UK pada Selasa (22/9), Indonesia menekankan pentingnya memperkuat kemitraan ekonomi ASEAN-UK sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan dan daya saing kawasan.
Indonesia menyambut baik kemajuan implementasi ASEAN-UK Economic Integration Programme (EIP) dan ASEAN-UK Economic Work Plan (EWP). Indonesia mendorong agar berbagai program tersebut semakin praktis, sesuai dengan prioritas, dan berorientasi pada hasil dengan manfaat konkret bagi negara anggota ASEAN dan khususnya bagi pelaku usaha.

Pertemuan tersebut juga mengesahkan ASEAN-UK Joint Ministerial Declaration on Future Economic Cooperation 2026 serta memperbarui ASEAN-UK Economic Work Plan sebagai landasan kerja sama ekonomi ASEAN-UK ke depan. Pada 2025, perdagangan barang dan jasa ASEAN-UK tercatat sebesar £62,0 miliar, mengalami peningkatan sebesar 17,4 persen dibandingkan 2024.

Menteri Negara untuk Perdagangan Departemen Bisnis, Inovasi, Sains, dan Perdagangan UK, Lord Anas Sarwar, menyampaikan komitmen UK dalam memperkuat kemitraan ekonomi dengan ASEAN, termasuk melalui peningkatan ketahanan ekonomi, perdagangan dan investasi, transformasi digital, energi bersih, serta memberikan dukungan bagi dunia usaha dan UMKM.

ASEAN-UE: Perkuat Perdagangan, Investasi, dan Rantai Pasok

Pada Pertemuan Konsultasi ke-22 AEM-EU Trade Commissioner, Indonesia mendukung penguatan kerja sama ekonomi ASEAN-UE melalui kerangka kerja antarkawasan yang lebih kokoh. Peringatan 50 tahun hubungan ASEAN-UE pada 2027 menjadi momentum untuk meningkatkan interaksi antara kedua belah pihak, serta memastikan bahwa komitmen yang ada diwujudkan menjadi hasil yang konkret dan terukur.

Indonesia juga mengapresiasi rekomendasi EU-ASEAN Business Council di berbagai bidang prioritas, termasuk ekonomi digital dan DEFA, ekonomi sirkular, fasilitasi perdagangan dan kepabeanan, implementasi ATIGA, serta kerja sama sektoral di bidang kesehatan dan transportasi.

Di tengah volatilitas pasar energi global, gangguan rantai pasok, dan tekanan inflasi, Indonesia menilai, kemitraan ekonomi ASEAN-UE perlu semakin substantif untuk mendukung ketahanan ekonomi dan menciptakan lingkungan perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, transparan, dan dapat diprediksi.

Direktur Jenderal Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Ditte Juul Jørgensen, menegaskan komitmen UE untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan ASEAN melalui perdagangan dan investasi, transformasi digital, transisi hijau, serta peningkatan ketahanan rantai pasok. Pertemuan juga membahas penguatan kerja sama melalui ASEAN-EU Trade and Investment Work Programme serta finalisasi ASEAN-EU Digital Trade Principles.

Hubungan ekonomi ASEAN-UE sangat strategis. Pada 2025, perdagangan barang dua arah ASEAN-UE mencapai USD 318,8 miliar, sementara investasi UE ke ASEAN tercatat sebesar USD 31,3 miliar, menjadikan UE sebagai mitra dagang terbesar ketiga dan sumber FDI terbesar ASEAN.

ASEAN-Rusia: Dorong Kerja Sama Ekonomi yang Lebih Konkret

Dalam Pertemuan Konsultasi ke-15 AEM-Rusia, Indonesia menyambut baik finalisasi ASEAN-Russia Strategic Programme on Trade and Investment Cooperation (SPTI) 2026–2035 sebagai kerangka strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi ASEAN-Rusia. Implementasi SPTI diharapkan dapat berfokus pada bidang investasi, fasilitasi perdagangan, ketahanan energi, pertambangan, transformasi digital dan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Indonesia juga mendukung implementasi Programme of Cooperation between the Eurasian Economic Commission and ASEAN (PoC) 2026–2030, yang telah menginisiasi berbagai kegiatan melalui seminar, dialog, pengembangan kapasitas, dan pertukaran pengalaman yang dapat menghasilkan kerja sama konkret bagi dunia usaha dan UMKM.

Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Ilyichev, menyampaikan dukungan Rusia untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan ASEAN melalui peningkatan perdagangan dan investasi serta pengembangan kerja sama di berbagai sektor strategis. Rusia juga menyambut baik SPTI 2026–2035 sebagai kerangka baru untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berorientasi pada hasil.

“Di tengah berbagai tantangan global, kita perlu meningkatkan kerja sama dengan seluruh mitra dagang melalui dialog konstruktif serta solusi yang seimbang dan saling menguntungkan,” tegas Wamendag Roro.

Perkuat Kemitraan ASEAN untuk Pertumbuhan yang Tangguh

Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan pentingnya kemitraan ASEAN dengan negara dan kawasan mitra dalam memperkuat ketahanan ekonomi di tengah perubahan lanskap perdagangan dan investasi global.
Indonesia mendorong agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada komitmen, tetapi diterjemahkan ke dalam program yang praktis, terukur, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, termasuk UMKM.

“Indonesia akan terus mendorong kerja sama ekonomi ASEAN yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada hasil. Dengan memperkuat konektivitas, diversifikasi rantai pasok, transformasi digital, serta perdagangan dan investasi, kita dapat membangun kawasan yang lebih tangguh dan kompetitif sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha,” pungkas Wamendag Roro.

--selesai--

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ni Made Kusuma Dewi
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Email: pusathumas@kemendag.go.id

Nugraheni Prasetya Hastuti
Direktur Perundingan ASEAN
Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional
Email: asean@kemendag.go.id

Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers