Hadiri Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Idulfitri 2026, Mendag Busan Tegaskan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Terjaga
Jakarta, 2 Maret 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional relatif stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan kementerian, lembaga, dan swasta untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran 2026 dengan khidmat.
Mendag Busan menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menjelang Idulfitri di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI (Lemdiklat Polri), Jakarta, Senin, (2/3). Rakor turut dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Hadir mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan.
“Secara umum harga relatif stabil. Ada beberapa komoditas yang sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ada juga yang di bawahnya. Namun, rata-rata harga nasional masih stabil dan pasokan terjaga dengan baik,” ujar Mendag Busan.
Mendag Busan menjelaskan, Kemendag secara intensif memantau perkembangan harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini memantau 550 pasar yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di 38 provinsi. Menurutnya, pengawasan berbasis data tersebut memungkinkan pemerintah mendeteksi pergerakan harga secara cepat dan akurat.
Terkait minyak goreng MINYAKITA, Mendag Busan menyampaikan, terjadi tren penurunan harga dalam satu bulan terakhir. “HET Minyakita Rp15.700 per liter dan saat ini rata-rata nasional sekitar Rp15.900 per liter. Memang ada daerah seperti Papua Tengah yang mencapai Rp19.000 per liter, tetapi di daerah lain seperti Lampung sudah Rp15.400 per liter atau di bawah HET,” kata Mendag Busan.
Ia juga menambahkan, perbedaan harga antardaerah umumnya berkaitan dengan faktor distribusi. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemasok dan distributor. Terkait kelancaran distribusi menjelang arus mudik, Kemendag telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan pembinaan dan penertiban pasar tumpah di beberapa titik. Imbauan penataan pasar tumpah juga telah disampaikan kepada dinas yang membidangi perdagangan daerah untuk mendukung kelancaran distribusi barang.
“Kami terus berkoordinasi agar pasokan tersalurkan dengan baik ke berbagai daerah. Kami juga menyampaikan imbauan kepada dinas untuk memperhatikan pasar-pasar tumpah di berbagai titik di jalur mudik,” kata Mendag Busan.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, Kemendag telah menggelar rapat koordinasi pada 29 Januari 2026 bersama pemerintah daerah, dinas terkait, para pemasok, dan distributor. “Dari hasil rapat tersebut, kami ketahui kebutuhan pokok dan pasokan terjamin. Tidak ada masalah dengan ketersediaan barang untuk Ramadan dan Idulfitri,” ujar Mendag Busan.
Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga memantau langsung ke pasar rakyat untuk memberikan dampak psikologis yang positif terhadap pasar dan konsumen. “Kunjungan mendadak ke pasar secara psikologis dapat memengaruhi pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan terjamin,” kata Mendag Busan.
Di sisi lain, Kemendag juga bersinergi dengan asosiasi ritel dan pusat perbelanjaan melalui program Friday Mubarak dan Gerakan Belanja di Indonesia Aja. “Program ini memberikan diskon di minimarket dan toko serba ada (department store) untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan,” jelasnya.
Mendag Busan juga mengharapkan peran Kepolisian Republik Indonesia dalam memperkuat kolaborasi menjaga stabilitas menjelang Idulfitri. “Kami mengharapkan kita dapat bersama-sama menjaga pasar agar kondusif, mengedepankan pendekatan persuasif kepada pelaku usaha, serta memperkuat pengawasan distribusi pangan agar harga dan pasokan tetap terkendali,” pungkas Mendag Busan.
Sementara dalam paparannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pengendalian harga pangan menjelang Idulfitri menjadi fokus utama pengamanan nasional. Ia menyatakan, jajaran Satuan Tugas Pangan di pusat dan daerah telah diperintahkan untuk mengawasi distribusi dan ketersediaan bahan pokok guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami pastikan Satgas Pangan bergerak aktif melakukan pengawasan. Tidak boleh ada praktik penimbunan, spekulasi, atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar Listyo.
Menurutnya, langkah Kepolisian tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pencegahan melalui koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Monitoring pasar dan jalur distribusi dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. “Strategi kami adalah deteksi dini dan respons cepat. Jika ada indikasi kenaikan harga di luar batas toleransi atau gangguan distribusi, kami akan segera bertindak agar stabilitas tetap terjaga,” tambahnya.
--selesai--