Search

Dengarkan Berita Ini

Forum Strategi Ekspor di Surabaya, Kemendag Dorong Pelaku Usaha Adaptif Hadapi Dinamika Global

Surabaya, 17 April 2026 – Kementerian Perdagangan menggelar Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (16/4). Melalui forum ini, Kemendag mendorong pelaku usaha untuk menjadi adaptif dalam memanfaatkan peluang ekspor di tengah tantangan global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan ekspor tetap terbuka lebar di tengah dinamika global. “Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia. Setiap krisis menghadirkan peluang, kita perlu mendorong bersama upaya untuk meraih serta memanfaatkannya secara optimal,” ujar Puntodewi secara terpisah dari Jakarta, (17/4), menanggapi pelaksanaan forum.

Sekretaris Ditjen PEN Arief Wibisono mendorong pelaku usaha untuk melihat dinamika global sebagai kesempatan untuk meningkatkan ekspor. “Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan. Untuk meraih kesempatan tersebut, maka pelaku usaha perlu siap, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang ekspor sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Arief.

Forum tersebut diikuti 75 pelaku usaha berorientasi ekspor dari Provinsi Jawa Timur. Turut hadir berbagai asosiasi dan instansi terkait ekspor. Forum menghadirkan tiga narasumber, yakni perwakilan dari Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ricky Rinaldi, perwakilan dari Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Iska Huberta, dan Tenaga Teknis Implementasi Hasil-Hasil Perjanijan Internasional Export Center Surabaya Aksamil Khair.

Di forum ini, para pelaku usaha mendapat wawasan mengenai peluang pasar, program pengembangan ekspor, serta penguatan kolaborasi dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah. Forum juga menjadi ajang jejaring bisnis (business networking) antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk memperluas akses pasar global.

Aksamil Khair, perwakilan dari Export Center Surabaya (ECS) menyambut baik Forum Strategi Pengembangan Ekspor ini. Ia menyampaikan, forum menjadi kesempatan antara pelaku usaha dan pemerintah untuk berinteraksi secara langsung. “Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan untuk memperoleh klarifikasi dan solusi untuk menjalankan dan mengembangkan ekspor,” ujar Aksamil.

Salah satu peserta forum, pemilik CV Haza Food Muhammad Zainudin mengapresiasi diselenggarakannya forum. Ia menyoroti pentingnya menekankan pemahaman regulasi dan strategi pasar yang adaptif. “Kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi ekspor yang harus dipenuhi sekaligus strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang tengah terdampak konflik. Forum ini membantu kami mengatur langkah agar ekspor dapat terus berjalan di tengah situasi yang dinamis,” ujar Zainudin.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPEN