Dorong UMKM Naik Kelas, Wamendag Roro Ungkap Tiga Hal Esensial Hadapi Era Digital
Jakarta, 27 Oktober 2026 – Dalam menyikapi digitalisasi yang telah masuk ke dalam kebutuhan sehari-hari, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan bahwa saat ini, ada tiga hal yang perlu dikuasai oleh para pelaku usaha, termasuk di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional. “Tiga hal esensial tersebut yaitu terus belajar dan beradaptasi, bijak mengelola keuangan usaha, serta menjadi pelaku usaha digital yang cerdas. Dengan menguasai ketiganya, akan menjadi bekal bagi pelaku usaha dalam menjalani proses transformasi digital, meningkatkan daya saing bisnis, serta meraih peluang di pasar global yang kian dinamis,” urai Wamendag Roro pada kegiatan Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan BukaLapak di Jakarta, Selasa (27/10).
Menurutnya, dengan terus belajar dan beradaptasi, pelaku usaha dapat selalu relevan dengan perubahan tren pasar serta kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Selain itu, pemahaman yang bijak dalam mengelola keuangan usaha akan menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis, sementara menjadi pelaku usaha digital yang cerdas memungkinkan pemanfaatan teknologi secara efektif, terukur, dan aman.
“Sinergi dari ketiga hal esensial tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan para pelaku usaha lainnya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan mampu bersaing secara tangguh di kancah global,” ujar Wamendag Roro.
Terkait UMKM, Wamendag Roro menerangkan, UMKM bukan sekadar penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga pilar penting perekonomian nasional. Di balik warung yang melayani kebutuhan sehari-hari, ada perjuangan keluarga untuk membangun masa depan. Di balik usaha gim dan produk digital, ada kreativitas generasi muda yang mampu menciptakan nilai ekonomi melalui teknologi. Oleh karena itu, UMKM harus kita dorong agar terus tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Perhatian juga perlu diberikan kepada perempuan pelaku UMKM yang menjalankan usaha sekaligus mengelola keluarga. Peran ini membutuhkan ketekunan dan keberanian. Bahkan, sebanyak 64,5 persen dari pelaku usaha UMKM nasional merupakan kaum perempuan. “Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memegang peran sentral dan strategis sebagai motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di Indonesia. Selain itu, hal ini menjadi bukti nyata atas ketangguhan, kemandirian, dan kontribusi besar mereka dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional,” imbuhnya.
Lebih lanjut Wamendag Roro menerangkan, pemerintah menyadari saat ini UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses modal dan pasar hingga kemampuan pengelolaan serta pengetahuan digital. Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, dan mitra lainnya sangat penting.
“Kami sangat mengapresiasi PT Bukalapak.com Tbk dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendukung pemberdayaan UMKM Indonesia. Semoga kegiatan hari ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat, meningkatkan pengetahuan, dan membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” terang Wamendag Roro.
Plt. Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah menjelaskan, kegiatan kali ini bukan sekadar kompetisi modal usaha, melainkan komitmen untuk memperluas akses belajar, berkembang, menemukan peluang baru, serta merangkul berbagai pelaku usaha mulai dari UMKM konvensional hingga ekosistem gim. “Dengan melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan, diyakini mampu mendorong terciptanya ekosistem usaha yang lebih inklusif, sekaligus mempercepat daya saing para pelaku usaha digital di tanah air,” terang Natalia.
Salah satu pelaku usaha yang merupakan Mitra Bukalapak, Sukartini menyatakan, menjadi Mitra Bukalapak telah memberikan banyak manfaat, termasuk adanya komunitas untuk berdiskusi, arahan dan tips dalam berjualan, serta ilmu pengetahuan yang berguna untuk pengembangan usaha. “Semoga acara seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan jumlah peserta lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan begitu, makin banyak pelaku usaha yang teredukasi, terinspirasi, serta termotivasi untuk terus maju dan mengembangkan usahanya di era digital,” tutup Sukartini.
--selesai--