Search

Dengarkan Berita Ini

Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global, Kemendag Perkuat Sinergi Melalui Export Coaching Program

Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – Kementerian Perdagangan melalui Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) memperkuat sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor. Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar Export Coaching Program (ECP) bertema “Penguatan Export Coaching Program Sebagai Instrumen Percepatan Ekspor Nasional” dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan bahwa penguatan ekosistem pembinaan ekspor perlu dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar makin banyak UMKM Indonesia yang mampu menembus pasar global. Potensi UMKM berorientasi ekspor masih perlu dioptimalkan melalui pembinaan yang lebih luas dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Pekerjaan rumah kita bersama bukan sekadar menambah jumlah kegiatan pelatihan, melainkan membangun ekosistem pembinaan yang utuh dan berkesinambungan yang benar-benar mampu mengantarkan pelaku usaha kita menembus pasar global,” ujar Djatmiko.

Program ECP dirancang untuk memperkuat kesiapan dan kapasitas pelaku usaha dalam menembus pasar internasional. Program ini mencakup penilaian kesiapan ekspor, pendampingan intensif, penyusunan strategi memasuki pasar internasional, serta penjajakan kemitraan melalui business matching dengan calon pembeli mancanegara.

Pada kesempatan ini, Kemendag juga memberikan PPEJP Award kepada 10 mitra strategis atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung pembinaan ekspor UMKM. Kesepuluh penerima penghargaan tersebut yaitu Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., Disperindagkop dan UMKM Provinsi Riau, Disperindag Provinsi Jawa Barat, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Disperindag Provinsi Jawa Tengah, BINUS Business School Undergraduate Program, PT Pertamina (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga dalam memperluas akses dan peluang bagi UMKM Indonesia untuk memasuki pasar internasional.

Melalui penguatan ECP dan sinergi lintas lembaga, Kemendag berharap makin banyak UMKM Indonesia yang mampu menjadi eksportir baru, meningkatkan daya saing produk nasional, dan berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan perdagangan menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo, menjelaskan bahwa pasar Jepang dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan ke pasar global. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pelaku usaha perlu memastikan kesiapan produk, mulai dari kualitas dan konsistensi pasokan, legalitas dan sertifikasi, kemasan serta informasi produk berbahasa Jepang, hingga kesiapan logistik dan layanan kepada pembeli.

“Melalui dukungan ITPC Osaka dalam program ECP, perusahaan binaan dapat memperoleh masukan mengenai pasar Jepang, identifikasi calon pembeli, fasilitasi komunikasi bisnis, serta pendampingan pitching dan business matching untuk mendorong tindak lanjut transaksi ekspor,” ujar Didit.

Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Elsya M.S. Chani menyampaikan bahwa Bank Indonesia bersinergi dengan PPEJP Kemendag untuk memperkuat kapasitas dan akses pasar UMKM berorientasi ekspor melalui program UMKM Go Global dan ECP Nasional 2026. “ECP Nasional 2026 mendampingi 46 UMKM terpilih selama enam bulan untuk memperluas akses pasar dan menjajaki kemitraan global. Hingga 5 Oktober 2026, capaian ekspornya mencapai USD 320.257,48,” ujarnya.

Vice President International Banking Division Bank Jatim, Hening Tri Ujianti menyampaikan bahwa pengembangan UMKM berorientasi ekspor membutuhkan ekosistem pembinaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kesiapan usaha hingga fasilitasi transaksi internasional.

“Kontribusi Bank Jatim tidak hanya diukur dari jumlah pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan UMKM yang berkelanjutan, kompetitif, dan naik kelas. Melalui pembinaan yang terintegrasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Bank Jatim mendorong UMKM agar makin produktif, memperluas akses pasar, dan siap bersaing di pasar global,” ujar Hening.

Founder dan CEO PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni membagikan pengalamannya mengembangkan produk lokal ke pasar global melalui strategi ekspor bertahap, mulai dari kesiapan produk, riset pasar, pemenuhan standar, hingga penguatan kemitraan internasional. Pengalaman Miumosa menembus pasar Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang menunjukkan pentingnya persiapan bisnis yang matang untuk bersaing di pasar global. “Pasar global bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan ekosistem yang kita bangun dan kembangkan bersama,” tambahnya.

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta sekaligus peserta seminar Zaini, mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang dinilai mampu membuka wawasan dan meningkatkan semangat dalam mendampingi UMKM menembus pasar internasional. “Kesan saya luar biasa. Seminar ini membuka wawasan dan makin memotivasi kami untuk mendampingi serta membina UMKM. Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta juga terus mendukung UMKM agar mampu menembus pasar ekspor,” pungkas Zaini.


-- selesai --




Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers