Search

Dengarkan Berita Ini

Dorong Akses Pasar Dua Arah, Kemendag Perkuat Perdagangan Indonesia–Cili

Jakarta, 29 Agustus 2026 – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu Wakil Menteri Pertanian Cili Francesco Venezian di Jakarta, Jumat (28/8). Pertemuan membahas penguatan perdagangan kedua negara, khususnya perluasan akses pasar produk pertanian dan pangan serta optimalisasi pemanfaatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).

Wamendag Roro menyampaikan, Indonesia mendorong perluasan akses pasar yang berjalan dua arah dan memberikan manfaat bagi kedua negara. Indonesia mendorong akses yang lebih luas di pasar Cili bagi produk unggulan nasional, seperti makanan olahan, kopi, kakao, rempah-rempah, produk tropis, alas kaki, kertas, otomotif, dan produk manufaktur lainnya. Pada saat yang sama, Indonesia menyambut kepentingan Cili untuk memperluas akses pasar produk pertanian dan pangan ke Indonesia, termasuk ceri, anggur, beri, dan apel. 

“Indonesia dan Cili memiliki potensi besar untuk memperdalam hubungan ekonomi. Kami mendorong akses pasar yang lebih luas bagi produk kedua negara agar hubungan perdagangan makin berimbang dan saling menguntungkan,” ujar Wamendag Roro.

Dari sisi Indonesia, salah satu hasil konkret perluasan pasar terlihat pada ekspor bubuk kakao olahan melalui program UMKM BISA Ekspor. PT Mandala Prima Makmur telah merealisasikan ekspor ke Alimentos 4M SpA. Penjajakan bisnis juga dilakukan dengan E-Cibo SpA dengan potensi transaksi pada 2026 diperkirakan mencapai USD 739.030 dan didukung tarif nol persen IC-CEPA. 

Wamendag Roro menilai, IC-CEPA menjadi fondasi penting dalam mendorong perdagangan kedua negara. Pada 2025, tingkat utilisasi IC-CEPA mencapai 75,7 persen dari total ekspor Indonesia ke Cili. Nilai pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA) mencapai USD 334,14 juta, meningkat 21,36 persen dibandingkan USD 275,39 juta pada 2024. Produk ekspor Indonesia yang banyak memanfaatkan IC-CEPA antara lain kendaraan bermotor, alas kaki, pupuk, serta kertas dan karton.

 “IC-CEPA telah memberikan fondasi yang kuat. Selanjutnya, kita perlu menerjemahkan akses pasar tersebut menjadi perdagangan yang lebih beragam, hubungan antarpelaku usaha yang makin kuat, serta peluang bisnis konkret bagi kedua negara,” ungkap Wamendag Roro.

Terkait kepentingan Cili untuk memperluas akses pasar produk pertanian dan pangan, Wamendag Roro menegaskan, Indonesia terbuka terhadap produk Cili sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Untuk produk pertanian dan hewan, pembahasan akses pasar dilakukan berdasarkan masing-masing produk dengan memperhatikan ketentuan sanitari dan fitosanitari (SPS), keamanan pangan, halal, kepabeanan, dan ketentuan terkait lainnya. 

“Perluasan akses pasar harus berjalan dua arah. Indonesia terbuka terhadap produk Cili yang memenuhi ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, kami juga mendorong makin banyak produk Indonesia, khususnya produk bernilai tambah, memperoleh peluang yang lebih besar di pasar Cili,” jelas Wamendag Roro.

Untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha, Indonesia mendorong pemerintah dan pelaku usaha Cili berpartisipasi dalam Indonesia–Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission 2026 di Santiago pada 1–2 Oktober 2026 serta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Jakarta pada 14–18 Oktober 2026 di Tangerang, Banten. Kedua agenda tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha kedua negara serta mendorong terciptanya transaksi dan kemitraan bisnis konkret. 

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Cili Francesco Venezian menyampaikan komitmen Cili untuk memperluas perdagangan produk pertanian dan pangan dengan Indonesia. Cili menekankan penerapan standar produksi pangan serta sistem pengawasan kesehatan hewan dan tumbuhan sebagai faktor penting dalam mendukung akses produknya ke pasar internasional.

Cili menyampaikan perkembangan positif akses pasar buah-buahan ke Indonesia serta mendorong percepatan akses pasar produk daging sapi dan produk susu. Cili turut berkomitmen memenuhi persyaratan sertifikasi halal untuk memperluas akses produk pangannya ke Indonesia, sementara pasar Cili sangat terbuka bagi komoditas tanaman hias asal Indonesia. 

Salah satu produk Cili yang telah memanfaatkan IC-CEPA yaitu anggur segar. Pada 2025, impor anggur segar Indonesia dari Cili mencapai USD 6,97 juta dengan volume 1.887 ton dan telah memperoleh tarif preferensi nol persen melalui IC-CEPA.

Cili juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan implementasi IC-CEPA dan mengusulkan penyelenggaraan pertemuan kedua peninjauan (reviu) IC-CEPA di Santiago. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mengevaluasi implementasi perjanjian sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Pihak Cili menyatakan dukungan terhadap TEI dan mendorong keterlibatan sektor swasta agar partisipasi dapat menghasilkan pertemuan bisnis dan transaksi konkret. Wamentan Cili juga mengundang Wamendag Roro berkunjung pada awal Oktober 2026 serta membahas rencana Chile Business Forum untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara. Selain perdagangan, pihaknya menyampaikan peluang pertukaran pengalaman dalam penanganan kebakaran hutan dan teknologi pertanian, termasuk pengembangan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.


Sekilas Perdagangan Indonesia–Cili

Pada 2025, total perdagangan Indonesia–Cili mencapai USD 534,9 juta, meningkat 12,26 persen dibandingkan 2024. Ekspor Indonesia tercatat USD 440,8 juta dan impor USD 94 juta sehingga Indonesia membukukan surplus USD 346,8 juta. Pada periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara tumbuh rata-rata 2,56 persen per tahun.

Pada Januari–Juni 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 277,4 juta. Ekspor Indonesia tercatat USD 219,8 juta dan impor USD 57,6 juta sehingga Indonesia tetap membukukan surplus USD 162,2 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Cili pada 2025 antara lain kendaraan bermotor, pupuk, dan alas kaki. Sementara itu, impor utama dari Cili meliputi ikan beku, pulp kayu kimia, pupuk, pati dan inulin, serta anggur. Peluang peningkatan perdagangan masih terbuka untuk produk unggulan kedua negara.

--selesai--


Bagikan di
| Unduh
Siaran Pers DITJENPPI